Bagi sebagian warga Lampung Barat, berobat ke Bandar Lampung bukan hanya soal menghadapi penyakit, tetapi juga perjuangan mencari tempat beristirahat. Tidak jarang keluarga pasien harus menumpang di teras rumah sakit atau kos murah demi mendampingi orang tercinta. Kondisi inilah yang menjadi perhatian serius Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus.
Lampung Barat (Netizenku.com): “Pemerintah harus hadir di situasi-situasi seperti ini. Jangan sampai warga kita yang sedang sakit justru terbebani persoalan lain,” kata Parosil.
Berangkat dari keprihatinan tersebut, Parosil menggagas pemanfaatan anjungan Lampung Barat yang terbengkalai di kompleks PKOR Way Halim, Bandar Lampung, untuk dijadikan rumah singgah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fasilitas ini nantinya diperuntukkan bagi warga Lampung Barat yang sedang menjalani pengobatan di ibu kota provinsi.
Gagasan rumah singgah tersebut melengkapi komitmen Parosil bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin dalam memprioritaskan sektor kesehatan dan pendidikan.
Sejak periode pertama kepemimpinan, berbagai program strategis telah direalisasikan, mulai dari Puskesmas Paripurna di 15 kecamatan, Beasiswa Kedokteran Umum dan Seni Budaya, hingga pembagian seragam sekolah gratis.
“Pendidikan dan kesehatan adalah investasi jangka panjang. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat, tapi dampaknya akan dirasakan generasi berikutnya,” ujar Parosil.
Memasuki periode kedua, perhatian pada layanan kesehatan diperkuat dengan beasiswa Kedokteran Gigi, perbaikan gedung dan peningkatan sarana Rumah Sakit Alimuddin Umar agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik dan manusiawi.
Di sisi lain, perhatian terhadap mahasiswa Lampung Barat yang menempuh pendidikan di Bandar Lampung juga tak luput dari sorotan. Pada Jumat (26/12), Parosil meninjau langsung kondisi asrama mahasiswa di Kelurahan Kampung Baru. Bangunan berlantai tiga dengan 18 kamar tersebut direncanakan akan direnovasi agar lebih layak dan representatif.
“Mahasiswa ini calon pemimpin Lampung Barat ke depan. Sudah seharusnya mereka mendapat fasilitas yang mendukung,” ucap Parosil.
Langkah-langkah tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan tidak semata soal infrastruktur fisik, melainkan juga tentang menghadirkan rasa aman dan kepedulian bagi masyarakat. Dari ruang perawatan hingga kamar asrama mahasiswa, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berupaya memastikan warganya tidak berjalan sendiri. (*)








