oleh

Simulasi PTM Terbatas Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru

Bandarlampung (Netizenku.com): Pemerintah Kota Bandarlampung akan menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas mulai Senin, 13 September 2021.

Simulasi PTM terbatas mulai dilakukan mengingat Kota Bandarlampung sudah berada di Zona Kuning dan PPKM Level 3.

Baca Juga: Pemkot Bandarlampung Mulai Simulasi PTM Terbatas

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandarlampung, Sukarma Wijaya, mengatakan PTM terbatas dengan protokol kesehatan (prokes) ketat masih berupa simulasi untuk menyosialisasikan adaptasi kebiasaan baru pada siswa.

Baca Juga  Wahrul Fauzi Silalahi Sosialisasi Perda AKB dan Berbagi Masker

Hal ini sesuai arahan Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana, bahwa PTM terbatas belum melakukan pembelajaran dan meniadakan kegiatan ekstrakurikuler.

“Kita belum masuk pada kurikulum yang sesungguhnya tapi sosialisasi kepada anak-anak untuk membiasakan diri, di era new normal ini pembelajaran dibatasi oleh protokol kesehatan,” kata Sukarma di Bandarlampung, Jumat (10/9).

Dinas pendidikan, lanjut dia, akan menunjuk sekolah yang melaksanakan simulasi PTM terbatas berdasarkan hasil rembug musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) dan kelompok kerja kepala sekolah (K3S). Sehingga tidak ada kecemburuan sosial dan komplain.

Baca Juga  Pendataan Bantuan Kuota Internet Terkendala Waktu

“Dengan catatan tetap prokes dan setiap harinya hanya 2 jam pertemuan dan diikuti separuh dari kapasitas,” ujar dia.

Sekolah yang dijadikan sampling tersebar di 20 kecamatan se-Bandarlampung. Dalam satu kecamatan hanya ada 3 sekolah yang melaksanakan PTM terbatas dari setiap jenjang satuan pendidikan.

“Setiap kecamatan di masing-masing jenjang hanya boleh satu dulu, TK nol besar, kelas 6 SD, kelas IX SMP. Tidak semua didomain oleh sekolah negeri. Jika ada sekolah swasta yang mumpuni sudah siap kondisinya di ruang kelas, dipersilahkan,” kata dia.

Baca Juga  Sukarma Wijaya: Daftar SD harus usia 6 tahun dan lulus TK

Sukarma mengatakan bagi sekolah yang nekat menggelar PTM terbatas tanpa surat perintah tugas (SPT) dari Disdikbud akan diberikan sanksi teguran. “Kita akan pantau,” tegas dia. (Josua)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *