“Hanya” 28 SPPG yang Di-Suspend, Benarkah Ribuan Dapur MBG Lampung Sudah Ideal?

Redaksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan Sekber saat mendiskusikan MBG di Lampung, Rabu (20 Mei 2026). (Foto: Netizenku)

Perwakilan Sekber saat mendiskusikan MBG di Lampung, Rabu (20 Mei 2026). (Foto: Netizenku)

Sekretariat Bersama (Sekber) 3 Konstituen Dewan Pers Provinsi Lampung mencermati ada makna “janggal” terhadap 28 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang ditutup sementara (suspend).

(Netizenku.com): Informasi terkait data tersebut diakui Ketua Satgas (Kasatgas) MBG Pemprov Lampung, Saipul, diperoleh dari perwakilan BGN (Badan Gizi Nasional) yang berada di Lampung.

“Data yang saya peroleh menyebut 28 dapur MBG telah di-suspend,” kata Saipul saat menerima perwakilan Sekber di ruang kerjanya, Rabu (20 Mei 2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara menurut Kepala KPPG (Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi) Achmad Hery Setiawan secara tertulis menjelaskan, hingga saat ini ada 1.191 SPPG yang telah beroperasional di Lampung.

“Masih ada 381 SPPG lagi yang sedang dalam persiapan atau pembangunan,” terangnya, Kamis (21 Mei 2026).

Mencermati data-data tersebut Komisioner Sekber Ahmad Novriwan mengaku “gamang” untuk  menanggapinya.

“Apakah saya harus mengekspresikan berucap syukur karena ternyata hanya kisaran 2,4 persen saja dapur MBG yang menyalahi aturan. Sebab 28 itu bisa dibilang angka kecil dibanding 1.191 dapur yang beroperasional. Kendati ketika menyangkut keselamatan jiwa penerima manfaat, maka sekecil apa pun angka risikonya, harusnya tetap tidak dapat ditoleransi,” katanya.

Baca Juga  Pemprov Lampung Gelar Salat Istisqa di Tengah Kemarau dan Erupsi Gunung Anak Krakatau

Tapi, imbuh Novriwan, respon itu akan cepat berubah menjadi sebentuk keraguan bila mencermati data lain yang dirilis banyak pemberitaan.

Ia lantas mengambil sampel pelaksanaan MBG di Kota Bandar Lampung yang merupakan Ibu Kota Provinsi Lampung.

Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, dari 134 jumlah dapur MBG baru 80 yang sudah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Artinya, masih tersisa 54 dapur MBG atau biasa disebut SPPG yang masih bodong alias belum bersertifikasi.

“Di ibu kota ternyata ada 40 persen dapur MBG yang belum punya SLHS. Sekarang sepenting apa sertifikat tersebut bagi program MBG?” sergah Novriwan.

Untuk menjawab itu, sambungnya, bisa merujuk pada Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Nomor HK.02.02/C.I/4202/2025 tentang Percepatan Penerbitan SLHS bagi SPPG.

Baca Juga  Disnak Keswan Tubaba Awasi 7 SPPG, Pastikan Bahan Pangan MBG Aman dan Berkualitas

Di dalam SE ditegaskan bahwa setiap SPPG wajib memiliki SLHS sebagai bentuk kepatuhan terhadap standar higiene dan sanitasi.

“Kalau Kemenkes saja bilang dapur MBG yang tidak punya SLHS menandakan tidak patuh pada standar higiene dan sanitasi, terus kenapa dapur-dapur itu tidak di-suspend. Atau mungkin KPPG dan Koordinator Regional punya standar sendiri yang berbeda dengan Kemenkes,” kata Novriwan.

Pendapat tersebut turut diamini oleh dua komisioner lainnya di Sekber. Menurut Donny Irawan dan Hendri Std di sinilah letak kesemrawutan pelaksanaan MBG.

“Program MBG sudah berjalan. Ya sudah kita dukung pelaksanaannya. Caranya bagaimana, ya jalankan itu sesuai Juknis. Kan juknisnya yang merancang BGN. Dan pelaksanaan MBG didampingi serta diawasi KPPG dan Koordinator Regional yang juga orang BGN. Terus mengapa dalam pelaksanaannya kok terlihat tidak konsisten dengan apa yang sudah digariskan sendiri,” kata Donny Irawan.

Sedangkan Hendri Std melihat ternyata alur pelaksanaan dan pengawasan di internal BGN yang berada di daerah sangat kompleks. Tidak sesederhana yang dipersepsikan selama ini.

Baca Juga  Lampung Catat Inflasi September 0,14 Persen, Terendah di Sumatera

“Bagaimana mungkin kalau ada SPPG yang belum sesuai juknis tetap diperbolehkan operasional. Begitu pun dengan ketiadaan SLHS. Kok, masih dibiarkan menyiapkan ribuan porsi menu yang kemudian dikonsumsi oleh penerima manfaat,” gugatnya.

Hendri melihat ada begitu banyak toleransi negara yang sudah diberikan kepada SPPG. Termasuk dalam pengawasan yang dilakukan KPPG dan Koordinator Regional.

Sebagai contoh, dia mengungkapkan, toleransi longgar yang diberikan Kemenkes terkait SLHS.

Pada SE Kemenkes disebutkan SPPG yang sudah beroperasi sebelum surat edaran ini diterbitkan diberikan waktu satu bulan untuk mengurus sertifikat.

Sedangkan SPPG yang ditetapkan setelah edaran berlaku harus memperoleh SLHS paling lambat satu bulan sejak penetapan. Sertifikat diterbitkan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota atau instansi yang ditunjuk pemerintah daerah.

“Faktanya, sampai hari ini di Bandar Lampung saja masih banyak yang belum punya sertifikat. Apalagi dengan SPPG yang berada di kabupaten. Terlebih kalau lokasinya di pelosok,” kata Hendri. (*)

Berita Terkait

Thomas Amirico Tekankan Kompetensi Guru di Tengah Wacana Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis
Lampung Perkuat Hilirisasi Kakao Pesawaran untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Gubernur Lampung Raih Penghargaan Pendukung Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
Budiman AS Minta Kapolda Baru Lanjutkan Pemberantasan Narkoba di Lampung
Marindo Buka Evaluasi Pembinaan Bahasa Indonesia, Enam Lembaga Raih Apresiasi
Batin Wulan Lantik Pengurus PMI Kota Metro 2026–2031, Tekankan Kesiapsiagaan Bencana
Marindo Kurniawan Raih Peringkat Kedua ADLG Awards 2026
Gubernur Lampung Dorong Tahura WAR Jadi Destinasi Unggulan Ekowisata Lampung

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Bukan karena Anggaran, Gaji PPPK Paruh Waktu Lamsel Tertunda Tunggu SK

Rabu, 30 September 2026 - 20:09 WIB

PWI Lampung Selatan Jalin Sinergi dengan Grand Elty Krakatoa untuk Promosi Wisata

Rabu, 30 September 2026 - 20:05 WIB

Got Talent 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Lampung Selatan

Senin, 28 September 2026 - 15:31 WIB

Tim Domino PWI Lampung Juara Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Jumat, 25 September 2026 - 18:42 WIB

ASDP Bakauheni Dukung Pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Rabu, 23 September 2026 - 20:40 WIB

PWI Lampung Selatan Jenguk Sodu Sinaga, Beri Dukungan di Masa Pemulihan

Kamis, 17 September 2026 - 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Lampung Selatan 5,71 Persen, Egi Dorong Dampaknya Dirasakan Masyarakat

Rabu, 16 September 2026 - 12:11 WIB

Kejari Lampung Selatan Tetapkan Yayasan Bussaina sebagai Wali Sah Delapan Anak

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Iwan Mursalin

Tulang Bawang Barat

Sekda Tubaba Pimpin Evkin ASN, Peringkat OPD Bakal Diumumkan Tiap Semester

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:49 WIB