Sidak Satgas Pangan Temukan 30 Ton Kedelai di Gudang Distributor

Redaksi

Kamis, 24 Februari 2022 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pangan Bandarlampung, I Kadek Sumarta, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (23/2). Foto: Netizenku.com

Kepala Dinas Pangan Bandarlampung, I Kadek Sumarta, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (23/2). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Tim Satgas Pangan Kota Bandarlampung menemukan 30 ton kacang kedelai di salah satu gudang distributor milik Hi Suwondo di Jalan Tamin Tanjung dan Pasar Induk Tamin, Rabu (23/2).

Kepala Dinas Pangan Bandarlampung, I Kadek Sumarta, dalam keterangan tertulisnya mengatakan inspeksi mendadak (sidak) dilakukan sehubungan dengan isu kelangkaan kacang kedelai di pasaran.

Baca Juga  3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

“Tidak ditemukan kelangkaan kacang kedelai dengan ketersediaan stok sebanyak 30 ton di gudang Hi. Suwondo,” kata dia, Kamis (24/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Distribusi Kedelai Masih Lancar Tapi Gula Mulai Tersendat

Selain menemukan stok kedelai 30 ton, Satgas Pangan juga menyampaikan terjadi kenaikan harga secara bertahap di tingkat pemasok, yang semula Rp9.900/kg pada awal tahun menjadi Rp11.000/kg saat ini.

Baca Juga  Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS

“Hal ini mengakibatkan terjadinya kenaikan harga di tingkat distributor berkisar Rp11.500/kg. sehingga daya beli produsen tempe dan tahu melemah,” ujar dia.

Sidak di Pasar Tamin, lanjut Kadek, masih ditemukan kacang kedelai untuk konsumsi rumah tangga dengan kisaran harga Rp.13.500/kg.

“Sedangkan penjualan tahu dan tempe di pasaran masih tersedia dengan harga normal,” pungkas Kadek. (Josua)

Baca Juga  Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS

Berita Terkait

Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS
3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama
Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025
Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan
Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur
Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan
PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 12:41 WIB

MBG Lampung Beruntung “Dikawal” Duet Kakak Beradik

Kamis, 23 April 2026 - 08:59 WIB

MBG Lampung Gamang Wujudkan Asta Cita Prabowo

Selasa, 21 April 2026 - 12:42 WIB

Birokrasi Gemuk, Kinerja Kurus: Lampung Barat Terjebak Ilusi Efisiensi

Senin, 20 April 2026 - 11:21 WIB

Lampung Dapat Apa dari MBG?

Minggu, 12 April 2026 - 08:10 WIB

Saat Struktur Lebih Gemuk dari Kinerja: Lampung Barat Butuh Perombakan

Minggu, 5 April 2026 - 19:59 WIB

Iuran KPN Naik, PDAM Mandek, Sampah Membusuk, Warga Lambar Dipaksa Maklum

Kamis, 2 April 2026 - 15:58 WIB

KPN Sai Betik Lampung Barat: Tanpa Rapat, Tanpa Sepakat Iuran Naik Seenaknya

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:23 WIB

Dari Dapur MBG ke Meja Anak: Siapa yang Kenyang Sebenarnya?

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Lampung Selatan Raih Juara 2 Nasional Creative Financing 2026

Minggu, 26 Apr 2026 - 13:35 WIB