oleh

Satu dari Lampung, Komplotan Begal Truk Ditembak Mati di Jawa

Lampung (Netizenku.com): Empat pelaku begal truk antarkota antarprovinsi yang merupakan residivis dalam kasus yang sama, ditembak mati petugas kepolisian Jawa Timur.

Komplotan begal tersebut dilumpuhkan saat sedang melakukan aksinya di pinggiran Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Para begal spesialis perampas truk itu merupakan gabungan dari empat wilayah, yakni Samsul Huda (35) dari Desa Karang Harum- Bekasi, Rico Rohim (38) warga Setia Mekar-Lampung, Karlim (56) warga Desa Anjalan Baru- Indramayu dan Aprilianto (32) warga Subang-Jabar.

Mereka ditembak mati Tim Resmob Macan Ronggolawe Polres Tuban, Rabu (24/10/2012) dini hari.

TKP pencurian truk oleh pelaku tak hanya dilakukan di Tuban saja. Tetapi juga di Gresik, Mojokerto dan Lamongan.

Baca Juga  Ada Suara Korban Mengaku asal Lampung di Reruntuhan Hotel Gempa-Tsunami Sulteng

Sedangkan di Jawa Tengah ada dua TKP. Selain itu mereka juga beraksi di Lampung dan Bekasi.

Mereka tewas dalam aksi baku tembak di Jalan Raya Guaterus, Montong, Tuban. Jenazahnya dibawa ke kamar mayat RSUD Koesma Tuban menjalani visum dan identifikasi oleh tim inafis.

\”Para pelaku ini adalah residivis spesialis pencurian truk,dan telah berhasil menggondol truk milik warga Tuban namun bisa kami tangkap meski dalam keadaan tewas. Mereka kami tembak setelah kejar-kejaran dengan tim resmob hingga mobil anggota dan mobil pelaku sempat benturan,\” ujar Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono kepada wartawan di Polres Tuban, Rabu (24/10/2018).

Baca Juga  BNPB: Gempa dan Tsunami Palu, Korban Meninggal 384 Orang

Sementara mobil sedan Toyota Vios bernopol B 1831 FBA yang ditumpangi para pelaku rusak. Terdapat lubang bekas tembakan di bodi belakang dan depan serta kaca.

Sedangkan mobil Toyota Avanza milik tim buser Macan Ronggolawe mengalami rusak di bodi depan kiri.

Kedua mobil tersebut berada di Polres Tuban. Sedangkan tim resmob masih mengejar penadah hasil kejahatan di Sidoarjo dan telah mengamankan satu unit truk milik Agus Budiarto (38), warga Montong, Tuban, yang sudah dipreteli para pelaku.

Baca Juga  Bukan Pidana, Tapi Polisi Selidiki Lagi Pengibaran Bendera Tauhid di Poso

Barang bukti yang diamankan polisi di antaranya uang Rp 38 juta hasil penjualan truk, dua senjata jenis Makarov dan air softgun, berbagai jenis kunci T, sejumlah HP, tas, serta senjata tajam pedang dan celurit, serta beberapa plat nomor dan STNK.

\”Ini barang bukti yang kami sita dari para pelaku. Uang ini adalah hasil dari penjualan truk curian\” kata kapolres.

Menurtnya, polisi tidak akan pernah takut dengan pelaku kejahatan.

Mantan kasubdit Jatanras Polda Jateng ini mengultimatum para pelaku kejahatan tidak main-main dan melakukan kejahatan di Tuban. (dtc/lan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *