Satpol PP Lambar Gerebek Karaoke Ilegal dan Lokasi Prostitusi

iwan

Senin, 4 Agustus 2025 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Barat kembali menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat). Dalam razia tersebut, petugas menemukan praktik prostitusi, karaoke ilegal, dan peredaran minuman keras di bangunan liar di atas lahan milik pemerintah di kawasan Jerambah, Kecamatan Way Tenong.

Lampung Barat (Netizenku.com): Pelaksana Tugas (Plt) Kasat Pol PP, Damkar dan Penyelamatan Lampung Barat, Nofalisa Utama Faizul mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum, sekaligus menindaklanjuti keresahan masyarakat.

Baca Juga  Viral Jalan Rusak, Sepi Tanggung Jawab: Alarm Keras untuk Evaluasi Kabinet

“Warga mengeluh karena terganggu oleh aktivitas penghuni bangunan liar yang menyulap lahan milik pemerintah menjadi tempat hiburan malam, lengkap dengan karaoke dan penjualan miras tanpa izin,” kata Nofalisa, yang akrab disapa Domi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Operasi yang dipimpin langsung oleh Kabid Penegakan Perda dan Perbup, Misranto, melibatkan 16 personel. Hasilnya cukup mencengangkan, petugas menemukan 35 orang di lokasi, termasuk 17 perempuan yang diduga kuat sebagai pekerja seks komersial (PSK), serta puluhan botol minuman keras berbagai merek.

Baca Juga  Iuran KPN Naik, PDAM Mandek, Sampah Membusuk, Warga Lambar Dipaksa Maklum

“Sebagian dari mereka tertangkap tangan sedang karaoke dan menenggak minuman keras. Semua langsung kami data dan dimintai keterangan,” jelas Domi.

Ia menegaskan pihaknya tetap mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif sebagaimana arahan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus. Namun, apabila dalam tiga hari lokasi tersebut tidak dikosongkan, pihaknya tidak segan mengambil tindakan tegas.

“Ini komitmen kami. Lampung Barat harus tetap aman dan nyaman. Jika peringatan ini tidak diindahkan, maka akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Baca Juga  Pemkab Lambar Siap Terapkan WFH Setiap Jumat, Tunggu Aturan Resmi

Hal yang mengejutkan, lanjut Domi, para wanita yang diamankan bukanlah warga lokal. Berdasarkan pendataan, mereka berasal dari luar daerah seperti Jawa Barat, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jabodetabek, Tanggamus, hingga Bandar Lampung.

“Artinya, masyarakat Lampung Barat sendiri menolak keras keberadaan tempat hiburan liar seperti ini. Kita akan terus pantau dan bersihkan lokasi-lokasi serupa,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Evaluasi LKPJ 2025, Bupati Tubaba Perkuat Sinergi Wujudkan Visi 2029
Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas
Birokrasi Gemuk, Kinerja Kurus: Lampung Barat Terjebak Ilusi Efisiensi
Ada Ulat di Menu MBG, Siswa Lambar Enggan Konsumsi
Saat Struktur Lebih Gemuk dari Kinerja: Lampung Barat Butuh Perombakan
Iuran KPN Naik, PDAM Mandek, Sampah Membusuk, Warga Lambar Dipaksa Maklum
KPN Sai Betik Lampung Barat: Tanpa Rapat, Tanpa Sepakat Iuran Naik Seenaknya
Pemkab Lambar Siap Terapkan WFH Setiap Jumat, Tunggu Aturan Resmi

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 11:01 WIB

TPID Lamsel Perkuat Pengendalian Inflasi

Rabu, 29 April 2026 - 10:51 WIB

Bupati Lamsel Hadiri Rakornas Mitigasi Kekeringan

Rabu, 29 April 2026 - 10:48 WIB

Pemkab Lampung Selatan Matangkan Penerapan LLTT

Rabu, 29 April 2026 - 01:12 WIB

13 “Wanita Helau” Warnai Peringatan Hari Kartini di Lamsel

Rabu, 29 April 2026 - 01:08 WIB

Jalan Bumi Daya–Trimomukti Diresmikan, Akses Ekonomi Meningkat

Rabu, 29 April 2026 - 01:05 WIB

Jalan Lubuk Dalam–Way Urang Dorong Wisata dan Ekonomi

Rabu, 29 April 2026 - 01:01 WIB

Shobat di Tanjung Sari, Bupati Egi Beri Hadiah Umrah

Rabu, 29 April 2026 - 00:58 WIB

Pemkab Lamsel–Taspen Perkuat Layanan ASN di MPP

Berita Terbaru

Lampung

Pansus LKPj DPRD Lampung Soroti Ketidaksinkronan Data

Rabu, 29 Apr 2026 - 19:47 WIB

Seorang guru memperlihatkan perbedaan porsi bernilai Rp2000 hanya terletak pada kepalan nasi yang berukuran sedikit lebih besar. (Foto: Netizenku)

Celoteh

Porsi Menu MBG Lampung Jauh Panggang dari Api

Rabu, 29 Apr 2026 - 13:27 WIB

Lampung Selatan

TPID Lamsel Perkuat Pengendalian Inflasi

Rabu, 29 Apr 2026 - 11:01 WIB