Sarapan Nasi Uduk Sehat Tidak? Ini Kata Ahli Gizi

Redaksi

Jumat, 7 September 2018 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasi Uduk (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Nasi Uduk (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Lampung (Netizenku.com) : Umumnya bagi orang Indonesia, menu sarapan identik dengan hidangan sarat karbohidrat sederhana.

Nasi uduk, lontong sayur, gorengan, dan teh manis adalah contoh menu yang mudah ditemui dalam keseharian.

Menurut Ahli Gizi dari FEMA IPB Prof. Hardinsyah, tidak salah bila hendak mengonsumsi hidangan tersebut. Karbohidrat lebih mudah diolah dan dibutuhkan dalam jumlah besar (makro nutrien).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Yang penting dikonsumsi seimbang dan sesuai kebutuhan,\” ujar dia, Kamis (7/9/2018).

Hardinsyah menyarankan penggunaan metode piring makan untuk mengukur kecukupan nutrisi.

Dalam metode tersebut, hampir 50 persen piring makan harus terisi buah dan sayur.

Sementara nasi hanya mengisi sekitar 3/8 dari total piring makan. Sisa piring sekitar 2/8 bagian bisa diisi dengan aneka lauk.

Buah dan sayur sebaiknya tidak menjadi hidangan tunggal dalam menu sarapan. Nasi menjamin kecukupan karbohidrat yang tidak diperoleh dalam buah dan sayur.

Namun makanan pokok umumnya tak punya cukup vitamin dan mineral, seperti yang terdapat dalam sayur dan buah.

Keseimbangan konsumsi makanan pokok, sayur, dan buah menjamin kecukupan nutrisi sebelum beraktivitas.

Karbohidrat sederhana kerap dianggap penyebab utama kelebihan berat badan. Zat gizi ini juga dianggap sebagai penyebab kantuk, sehingga sarapan kerap dilupakan.

Padahal layaknya nutrisi lain, karbohidrat sederhana tetap diperlukan tubuh asal dikonsumsi sesuai kebutuhan. (dtc/lan)

Berita Terkait

Skandal Setoran TPP Guru TK Tanggamus Terbongkar
Pemkab Lampung Selatan Tekankan Sinergi Pusat-Daerah di Hari Otda
Kementan Buka Program Pelatihan Petani Muda ke Jepang, Pemuda Lampung Berkesempatan Daftar
HPN 2026, Fatikhatul Khoiriyah: Pers Harus Berani Kawal Demokrasi
Pemkab Lamsel Raih UHC Award 2026 Kategori Pratama
Pemprov dan DPRD Lampung Soroti Kepesertaan 89 Ribu BPJS PBI 2026
Pemprov Lampung Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan 2026
Larangan Simbolik Petasan vs Perut Pedagang Kecil yang Berisik

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:56 WIB

Sepanjang 2026, Tubaba Catat 28 Kasus DBD Tanpa Kematian

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:46 WIB

Polisi Tangkap Penipu Modus Gadai Sawah di Bandar Lampung

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:26 WIB

Pemkab Pringsewu dan Ainet Gelar Nobar Piala Dunia 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:07 WIB

Kejari Pringsewu Tahan Dua Tersangka Korupsi Pendataan PBB-P2

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:28 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Penetrasi Pasar di Sukoharjo

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:23 WIB

Polisi Edukasi Bahaya Narkoba kepada Siswa Baru MTsN 2 Pringsewu

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:41 WIB

Kapolsek Gadingrejo Edukasi Siswa Baru Bijak Bermedia Sosial

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:39 WIB

Pringsewu Perkuat Reforma Agraria untuk Dorong Ekonomi Warga

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

BKAD Sebut Kenaikan Proyeksi APBD Tubaba Sesuai Mekanisme Pemerintah Pusat

Jumat, 17 Jul 2026 - 18:59 WIB

Pringsewu

Sepanjang 2026, Tubaba Catat 28 Kasus DBD Tanpa Kematian

Jumat, 17 Jul 2026 - 18:56 WIB

Tulang Bawang Barat

80.976 Warga Tubaba Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Jumat, 17 Jul 2026 - 18:52 WIB