BERBAGI

Bandarlampung (Netizenku.com): Hasil rapid test massal yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandarlampung mengungkap sebanyak 53 orang menunjukkan reaktif.

Dari angka tersebut merupakan hasil test yang dilakukan pada sekitar 1800 orang. Hingga kini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandarlampung tengah menunggu vonis hasil uji swab yang tengah berlangsung.

Walikota Bandarlampung, Herman HN, mengatakan bahwa Pemkot Bandarlampung telah memesan alat rapid test sebanyak 5000 unit untuk melaksanakan rapid test masal. Namun di gelombang awal pengetesan baru terlaksana pada 1800 orang.

“Ini kan dateng lagi 1500 rapid testnya. Langsung saya akan laksanakan semua. Yang sudah kita 1800-an,” ujar Herman HN, usai menghadiri pertemuan bersama jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bandarlampung, di ruang rapat walikota, Senin (18/5).

Herman HN juga membeberkan terkait dugaan penularan penyebaran covid-19 yang terjadi di rumah sakit. “Ini kan ada yang kena dokter itu, ada juga yang ibu hamil itu, sebenarnya ketularan dari rumah sakit. Maka saya suruh rumah sakit. Cek lagi,” ungkapnya.

Namun sejauh ini, perkembangan kasus yang terjadi di Kota Bandarlampung masih merupakan hasil dari pelacakan atau traching pada pasien-pasien sebelumnya. Menurut orang nomor satu di Kota Tapis Berseri itu masih sama seperti sebelumnya,  penularan kasus terjadi akibat imported case atau merupakan perpindahan virus dari luar wilayah.

“Yang kemarin itu ketularan dari pak Gunadi, keluarganya kita sudah traching juga. Hari ini ada tambahan juga, hasil swab dari Palembang. Ini pada umumnya dari luar, ada yang tadi dari anak pondok pesantren, dari pulau Jawa. Kita ini ketularan dari luar semua, orang Bandarlampung tapi dia dari luar,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bandarlampung, Edwin Rusli, mengatakan bahwa pihaknya kini terus melakukan tes kepada tenaga medis dan orang yang beresiko tinggi terhadap covid-19.

Hasil reaktif pada rapid test tersebut menandakan bahwa orang yang diperiksa pernah terinfeksi virus Corona. Namun belum tentu positif covid-19. Sebab akurasinya lebih rendah ketimbang uji sampel swab PCR. “Dari rapid test yang kita laksanakan 53 orang yang reaktif,” kata Edwin Rusli.

Edwin menjabarkan, dari 53 orang yang reaktif tersebut telah dilakukannya pengambilan sampel swab,  dan hingga sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasilnya. Selain itu mereka juga diharuskan menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari ke depan.

“Begitu hasilnya reaktif itu kita langsung swab dan hasil swabnya belum keluar karena kemarin di Palembang agak macet alatnya, jadi belum tahu hasilnya,” ungkapnya. (Adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here