Rakernas IWO 2025: Film Suamiku, Lukaku Jadi Gerakan Nasional Lawan KDRT

Rafik

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Wartawan Online (IWO) 2025 yang digelar di Grand Cemara Hotel, Jakarta Pusat, menjadi momentum penting dalam upaya pemberdayaan perempuan di Indonesia.

Jakarta (Netizenku.com): Dalam pembukaan acara tersebut, Sinemart Pictures memperkenalkan film terbarunya berjudul Suamiku, Lukaku, sebuah karya yang bukan sekadar tontonan, melainkan gerakan nasional untuk melawan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan memperkuat posisi perempuan di masyarakat.

Film dengan Misi Sosial

Disutradarai oleh Sharad Sharan, Suamiku, Lukaku dibintangi oleh sejumlah artis papan atas seperti Ayu Azhari, Acha Septriasa, Baim Wong, Raline Shah, dan Mathias Muchus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap tokoh dalam film ini membawa pesan kuat: tidak ada perempuan yang boleh dibungkam, dimarginalkan, atau terjebak dalam siklus kekerasan di rumah tangga.

Dalam sesi diskusi bertema “Peran Wartawan Online Tolak KDRT di Indonesia”, Sharad Sharan menegaskan bahwa film ini bukan hanya karya sinematik, tetapi juga bentuk ajakan kolektif untuk perubahan sosial.

Baca Juga  Kementan Buka Program Pelatihan Petani Muda ke Jepang, Pemuda Lampung Berkesempatan Daftar

“Kami ingin masyarakat melihat film ini sebagai gerakan bersama untuk melawan kekerasan dan menumbuhkan empati terhadap para penyintas,” ujar Sharad.

Film Suamiku, Lukaku dijadwalkan tayang pada Maret 2026, dengan harapan pesannya mampu menembus layar bioskop hingga ke rumah tangga, sekolah, tempat kerja, dan lembaga pembuat kebijakan.

Tantangan Nyata: Kekerasan yang Masih Tinggi

Indonesia masih menghadapi angka kekerasan berbasis gender yang mengkhawatirkan. Data Komnas Perempuan 2023 mencatat lebih dari 339.000 kasus kekerasan terhadap perempuan, sebagian besar terjadi di ranah domestik.

Namun, angka ini diyakini hanya puncak gunung es, karena banyak korban memilih diam akibat stigma sosial, rasa takut, dan minimnya akses terhadap bantuan hukum dan sosial.

Diamnya para korban inilah yang sering memperpanjang siklus kekerasan dan penderitaan. Untuk memutus rantai ini, dibutuhkan keberanian penyintas, serta dukungan dari masyarakat, media, dan para pemimpin.

Baca Juga  Kementan Buka Program Pelatihan Petani Muda ke Jepang, Pemuda Lampung Berkesempatan Daftar

Suara Advokasi dan Solidaritas

Dalam diskusi tersebut, Siti Husna Lebby Amin dari Women Crisis Centre (WCC) menegaskan pentingnya dukungan nyata bagi para korban KDRT. Ia menyoroti perlunya peningkatan kesadaran publik, ketersediaan rumah aman, dan advokasi berkelanjutan agar perempuan tidak berjuang sendirian.

“Kita harus hadir bersama para penyintas, bukan hanya sebagai penonton. Film ini adalah cermin sekaligus panggilan hati untuk bertindak,” tegasnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan visi Suamiku, Lukaku yang ingin membangkitkan kesadaran kolektif tentang pentingnya perlindungan dan keadilan bagi perempuan.

Jurnalis Sebagai Agen Perubahan

Peserta Rakernas IWO 2025 yang terdiri dari wartawan online dari berbagai daerah menyatakan dukungannya terhadap gerakan anti-KDRT dan pemberdayaan perempuan.

Mereka menegaskan komitmen untuk menggunakan kekuatan media dalam mengedukasi publik, membentuk opini positif, dan menginspirasi aksi nyata.

Dengan mengangkat pesan film Suamiku, Lukaku, para jurnalis turut berdiri di garda depan dalam transformasi sosial menuju kesetaraan dan keadilan gender.

Baca Juga  Kementan Buka Program Pelatihan Petani Muda ke Jepang, Pemuda Lampung Berkesempatan Daftar

Film yang Menggerakkan Bangsa

Lebih dari sekadar hiburan, Suamiku, Lukaku hadir sebagai seruan moral bagi seluruh elemen bangsa dari pembuat kebijakan, pemimpin masyarakat, hingga warga biasa untuk bersatu melawan kekerasan dalam rumah tangga.

Film ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap “epidemi tersembunyi” KDRT di Indonesia. Mendorong penyintas untuk berani bersuara dan mencari perlindungan. Menginspirasi pembuat kebijakan memperkuat hukum serta sistem dukungan bagi korban.

Momen Transformasional

Rakernas IWO 2025 dan peluncuran Suamiku, Lukaku menandai awal dari gerakan nasional transformasional, di mana cerita menjadi pemicu perubahan dan seni menjadi kekuatan hidup bagi jutaan perempuan Indonesia.

Melalui film ini, Indonesia diharapkan dapat melangkah menuju masa depan di mana perempuan hidup tanpa rasa takut dan mampu merebut kembali suara serta martabatnya di tengah masyarakat. (*)

Berita Terkait

Kementan Buka Program Pelatihan Petani Muda ke Jepang, Pemuda Lampung Berkesempatan Daftar
HPN 2026, Fatikhatul Khoiriyah: Pers Harus Berani Kawal Demokrasi
Pemkab Lamsel Raih UHC Award 2026 Kategori Pratama
Pemprov dan DPRD Lampung Soroti Kepesertaan 89 Ribu BPJS PBI 2026
Pemprov Lampung Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan 2026
Larangan Simbolik Petasan vs Perut Pedagang Kecil yang Berisik
Emado’s Perluas Jaringan, Lampung Jadi Cabang ke-99
Kwarcab Pesawaran Serahkan Dana Bumbung Kemanusiaan ke Kwarda Lampung

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 13:35 WIB

Lampung Selatan Raih Juara 2 Nasional Creative Financing 2026

Kamis, 23 April 2026 - 19:15 WIB

Hendry Kurniawan Pimpin PDBI Lampung Selatan, Fokus Pembinaan dan Prestasi

Kamis, 23 April 2026 - 19:03 WIB

Menara Siger Residence I Mulai Dibangun, 30 Unit Ludes Terjual

Senin, 13 April 2026 - 19:21 WIB

PDAM Tirta Jasa Lampung Selatan Raih TOP BUMD Awards 2026

Sabtu, 4 April 2026 - 15:39 WIB

Bupati Egi Tinjau Longsor Gunung Rajabasa

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:37 WIB

Dukung Pariwisata Lamsel, Aburizal Bakrie dan Zulkifli Hasan Kunjungi Grand Elty

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:05 WIB

Pemkab Lamsel Bantah Isu PHK Massal PPPK

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:05 WIB

Kehadiran Bupati Egi Warnai Buka Puasa PWI Lampung Selatan

Berita Terbaru

Lampung

DPRD Lampung Dorong Strategi Khusus Hadapi El Nino Mei 2026

Senin, 27 Apr 2026 - 22:10 WIB