Pokja WASH in HCF Berhasil Dorong Layanan Inklusif

Redaksi

Kamis, 3 Februari 2022 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) Febrilia Ekawati. Foto: Netizenku.com

Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) Febrilia Ekawati. Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Kelompok sosial masyarakat yang tergabung dalam kelompok kerja (pokja) program Water Sanitation and Hygiene in Health Care Facilities (WASH in HCF) berhasil mendorong perubahan layanan di fasilitas kesehatan.

Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) bersama SNV mengembangkan program WASH in HCF di 4 puskemas di Kota Metro dan 5 puskesmas di Kota Bandarlampung. Kedua daerah tersebut menjadi pilot project program WASH in HCF di Provinsi Lampung.

Baca Juga: YKWS Bentuk Tim Pokja Program WASH in HCF di Bandarlampung 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Eksekutif YKWS, Febrilia Ekawati, menjelaskan dari hasil observasi sosial yang dilakukan pokja, mereka menemukan banyak catatan atas layanan inklusif di fasilitas kesehatan.

“Namun sejak kita intervensi, puskesmas sudah menyediakan fasilitas tersebut,” kata dia, Kamis (3/2).

Seperti Puskesmas Kedaton yang menyediakan toilet ramah disabilitas, kemudian Puskesmas Panjang berkomitmen merenovasi gudang yang tidak digunakan menjadi toilet ramah disabilitas.

“Selain itu, ada juga puskesmas yang telah menyiapkan sarana cuci tangan yang bisa dijangkau anak-anak dan menyediakan ruang konsultasi bagi ibu hamil di lantai bawah yang sebelumnya berada di lantai atas puskesmas,” ujar dia.

Febrilia berharap kelompok sosial masyarakat yang tergabung dalam pokja bisa mendorong peningkatan layanan inklusif tentang hak-hak yang diperoleh pasien di fasilitas kesehatan.

Pemkot Bandarlampung menyiapkan 5 puskesmas untuk menjadi role model Program WASH in HCF yaitu Puskesmas Kedaton, Puskesmas Kemiling, Puskesmas Panjang, Puskesmas Pasar Ambon (Telukbetung Selatan), dan Puskesmas Kotakarang (Telukbetung Timur).

Kepala Bappeda Bandarlampung, Khaidarmansyah, mengatakan program WASH in HCF membantu pemerintah daerah mengubah perilaku masyarakat untuk sadar akan haknya.

“Program ini tetap kita kembangkan supaya Bandarlampung menjadi inclusive city, kota yang mengakomodir kebutuhan semua lapisan masyarakat,” ujar dia. (Josua)

Baca Juga: YKWS Kembangkan Program WASH in HCF di Bandarlampung

Berita Terkait

Skandal Setoran TPP Guru TK Tanggamus Terbongkar
Pemkab Lampung Selatan Tekankan Sinergi Pusat-Daerah di Hari Otda
Kementan Buka Program Pelatihan Petani Muda ke Jepang, Pemuda Lampung Berkesempatan Daftar
HPN 2026, Fatikhatul Khoiriyah: Pers Harus Berani Kawal Demokrasi
Pemkab Lamsel Raih UHC Award 2026 Kategori Pratama
Pemprov dan DPRD Lampung Soroti Kepesertaan 89 Ribu BPJS PBI 2026
Pemprov Lampung Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan 2026
Larangan Simbolik Petasan vs Perut Pedagang Kecil yang Berisik

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 17:40 WIB

DPRD Lampung, Swadaya Warga Bangun Jalan Jadi Evaluasi bagi Pemkab Lampung Timur

Senin, 20 Juli 2026 - 02:39 WIB

Chusnunia Ramaikan Nobar Final Piala Dunia Bersama Santri di Bandar Lampung

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:58 WIB

Soroti Kinerja APBD 2025, Fraksi Golkar DPRD Lampung Desak Evaluasi Menyeluruh

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:14 WIB

Guru PPPK Keluhkan Penempatan, DPRD Lampung Minta Pemerintah Bertindak

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:01 WIB

Pemprov Lampung Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia, UMKM Ikut Terdongkrak

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:58 WIB

Gibran, Teknologi dan Budaya Harus Berjalan Selaras

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:49 WIB

Soroti Hibah Rp35 Miliar untuk Kejati, DPRD Lampung Desak Pemprov Utamakan Kepentingan Masyarakat

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:28 WIB

DPRD Lampung, Jalan Mulus Dorong Wisata Lampung Makin Kompetitif

Berita Terbaru

Tanggamus

RSUD Batin Mangunang Akui Minim Sosialisasi SOP Pelayanan

Senin, 20 Jul 2026 - 20:35 WIB