Pemprov Lampung Dorong Budidaya Alpukat Siger Batu 

Redaksi

Rabu, 6 September 2023 - 21:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Pemerintah Provinsi Lampung (Pemprov Lampung) mendorong masyarakat untuk terus membudidayakan salah satu varietas unggul lokal, alpukat Siger Batu, dengan tujuan meningkatkan perekonomian.

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, memberikan apresiasi kepada masyarakat Desa Giri Mulyo, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, yang telah berhasil membudidayakan alpukat Siger Batu meskipun tantangan sulit.

“Sebagian besar petani cenderung menanam varietas yang lebih mudah dan populer, dengan tanah subur, akses air yang baik, dan harga yang kompetitif,” ungkap Gubernur Arinal Djunaidi, Rabu (6/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur Djunaidi mendorong masyarakat untuk mengembangkan budidaya varietas unggul lokal alpukat Siger Batu sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian. Ia menjelaskan bahwa alpukat Siger Batu memiliki beberapa keunggulan, seperti ukuran buah yang besar, pertumbuhan cepat, rasa yang lezat, biji yang kecil, dan kemampuannya untuk tumbuh di tanah yang kurang subur dan berbatu.

Penanaman alpukat Siger Batu dilakukan di daerah dengan kondisi tanah vulkanik yang kurang subur, dan ini menjadi sebuah model keberlanjutan yang diadopsi oleh petani Lampung Timur melalui program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) yang didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Lampung.

“Pemprov Lampung mendukung pengembangan alpukat Siger Batu ini, termasuk pembangunan sumur bor untuk pengairan,” tambahnya.

Kelompok petani yang membudidayakan alpukat Siger Batu telah menerima bantuan alat ekonomi produktif, seperti tank semprot, mesin pencacah rumput, dan ranting untuk mendukung kegiatan pertanian mereka.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menunjukkan bahwa pada tahun 2022, produksi alpukat Siger Batu mencapai 51.101 kuintal, dengan total pohon alpukat mencapai 113.230 pohon, dan rata-rata hasil per pohon sekitar 45,13 kilogram. Kabupaten Lampung Timur menjadi kabupaten dengan produksi terbanyak, dengan 14.556 kuintal, diikuti oleh Lampung Barat dengan 8.513 kuintal, dan Lampung Selatan dengan 6.006 kuintal.

Upaya ini mencerminkan komitmen Pemprov Lampung untuk mendukung petani dan membantu meningkatkan kesejahteraan mereka melalui budidaya varietas unggul lokal seperti alpukat Siger Batu. (Luki)

Berita Terkait

Skandal Setoran TPP Guru TK Tanggamus Terbongkar
Pemkab Lampung Selatan Tekankan Sinergi Pusat-Daerah di Hari Otda
Kementan Buka Program Pelatihan Petani Muda ke Jepang, Pemuda Lampung Berkesempatan Daftar
HPN 2026, Fatikhatul Khoiriyah: Pers Harus Berani Kawal Demokrasi
Pemkab Lamsel Raih UHC Award 2026 Kategori Pratama
Pemprov dan DPRD Lampung Soroti Kepesertaan 89 Ribu BPJS PBI 2026
Pemprov Lampung Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan 2026
Larangan Simbolik Petasan vs Perut Pedagang Kecil yang Berisik

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:59 WIB

BKAD Sebut Kenaikan Proyeksi APBD Tubaba Sesuai Mekanisme Pemerintah Pusat

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:18 WIB

Pemkab Tubaba Targetkan Pendapatan Daerah Rp1,758 Triliun pada 2027

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:04 WIB

DPRD Tubaba Terima KUA-PPAS APBD 2027, Pendapatan Diproyeksi Rp1,75 Triliun

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:54 WIB

Sekda Tubaba Hadiri Ujian Promosi Doktor Sekda Tulang Bawang

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:52 WIB

Ana Nadirsyah Pantau Layanan Tubaba Q Sehat di Lambu Kibang

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:49 WIB

Ketua TP PKK Tubaba Tinjau Program TubabaQ Sehat

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:40 WIB

Wabup Tubaba Tinjau Program Tubaba Q Sehat di Way Kenanga

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:50 WIB

Kejari Tubaba Lelang 12 Barang Rampasan Negara

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

BKAD Sebut Kenaikan Proyeksi APBD Tubaba Sesuai Mekanisme Pemerintah Pusat

Jumat, 17 Jul 2026 - 18:59 WIB

Pringsewu

Sepanjang 2026, Tubaba Catat 28 Kasus DBD Tanpa Kematian

Jumat, 17 Jul 2026 - 18:56 WIB