Pemkot Bandarlampung Harus Kreatif Tingkatkan Vaksinasi

Redaksi

Senin, 12 Juli 2021 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD PKS Kota Bandarlampung, Muhammad Suhada. Foto: Ist

Ketua DPD PKS Kota Bandarlampung, Muhammad Suhada. Foto: Ist

Bandarlampung (Netizenku.com): Ketua DPD PKS Bandarlampung, Muhammad Suhada, menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya kasus covid-19 di Kota Bandarlampung.

Diketahui mulai hari ini, Senin 12 Juli 2021, Kota Bandarlampung menerapkan PPKM Darurat hingga 20 Juli 2021 untuk menekan penyebaran virus covid-19 di Bandarlampung.

“Kami mendukung PPKM Darurat agar dilaksanakan secara terukur. Namun bersamaan dengan itu kami di PKS juga berharap pemkot bisa mencari cara yang lebih kreatif dan efektif agar penekanan penyebaran Covid-19 dan proses vaksinasi di Bandarlampung bisa berhasil. Sudah saatnya pemangkasan proses birokrasi agar urusan Covid-19 ini cepat selesai,” ujar Suhada melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (12/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Vaksinasi keliling sebagai upaya jemput bola jangan dilaksanakan sekali saja, seharusnya bisa tiap hari agar bisa terjadi percepatan. Bahkan vaksinasi sebaiknya jangan dipusatkan di Puskesmas saja supaya masyarakat bisa bebas vaksin dari mana saja,” tambah Suhada.

Suhada mengajak juga peran serta seluruh elemen masyarakat, anggota dan simpatisan PKS agar bisa tertib melaksanakan anjuran pemerintah guna menghentikan penyebaran virus Covid-19.

“Kalau di PKS Bandarlampung, proses pembinaan anggota sudah kami instruksikan untuk dilakukan secara online. Kegiatan partai juga sebisa mungkin dilaksanakan secara daring,” ujar Suhada.

“Semua anggota juga sudah kami instruksikan untuk saling menjaga tetangga dan sesama anggota PKS di kecamatannya masing-masing agar bisa saling meringankan beban jika ada yang terpapar Covid-19,” tambah alumni SMANDA 99 ini.

Suhada juga menyoroti terkait keterbukaan informasi soal pasien Covid-19 dan juga vaksinasi di Bandarlampung.

“Website Covid-19 Kota Bandarlampung terakhir diupdate 5 maret 2021, di zaman keterbukaan informasi ini seharusnya pemkot bisa memberikan update informasi secara berkala kepada masyarakat agar semua bisa saling memantau,” tutup dia. (Josua)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:14 WIB

Guru PPPK Keluhkan Penempatan, DPRD Lampung Minta Pemerintah Bertindak

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:01 WIB

Pemprov Lampung Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia, UMKM Ikut Terdongkrak

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:49 WIB

Soroti Hibah Rp35 Miliar untuk Kejati, DPRD Lampung Desak Pemprov Utamakan Kepentingan Masyarakat

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:28 WIB

DPRD Lampung, Jalan Mulus Dorong Wisata Lampung Makin Kompetitif

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

Komisi II DPRD Lampung Minta Praktik Meracun Ikan dengan Putas Ditindak Tegas

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:13 WIB

Warga Bangun Swadaya Jembatan Waykubu, DPRD Lampung Desak Pembangunan Permanen

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:07 WIB

Wagub Jihan Lepas Dua Paskibraka Nasional Asal Lampung

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:04 WIB

Gubernur Lampung, SDM Kunci Kemajuan Lampung

Berita Terbaru

Pringsewu

Pemkab Pringsewu dan Ainet Gelar Nobar Piala Dunia 2026

Kamis, 16 Jul 2026 - 18:26 WIB

Tulang Bawang Barat

Pemkab Tubaba Targetkan Pendapatan Daerah Rp1,758 Triliun pada 2027

Kamis, 16 Jul 2026 - 18:18 WIB

Tulang Bawang Barat

DPRD Tubaba Terima KUA-PPAS APBD 2027, Pendapatan Diproyeksi Rp1,75 Triliun

Kamis, 16 Jul 2026 - 18:04 WIB