Pemerintah Provinsi Lampung Ikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Bersama Sekjen Kemendagri

Suryani

Senin, 30 Desember 2024 - 23:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di Ruang Command Center Lt. II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (30/12), Foto: Diskominfotik Provinsi Lampung.

Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di Ruang Command Center Lt. II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (30/12), Foto: Diskominfotik Provinsi Lampung.

Bandar Lampung (Netizenku.com): Pemerintah Provinsi Lampung diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekubang) Zainal Abidin, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual yang dipimpin oleh Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir di Ruang Command Center Lt. II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (30/12/2024).

Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir dalam kesempatan tersebut menegaskan akan pentingnya realisasi pendapatan sehingga bagi daerah yang masih kurang untuk dicari letak permasalahannya.

“Saya ingin sedikit mengingatkan berkaitan dengan realisasi pendapatan. Dapat kita lihat daerah-daerah yang hijau ini yang baik yang dapat merealisasikan pendapatan daerahnya bahkan ada yang berlebih melebihi target. Namun juga ada provinsi-provinsi yang jauh dari target. Tolong konsolidasi, dicek kembali dimana letak permasalahannya sehingga realisasinya tidak tercapai,” ucapnya.

Baca Juga  DPR RI Kawal Bantuan BNPB untuk Atasi Banjir Bandar Lampung

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain pentingnya realisasi pendapatan, Tomsi Tohir juga menegaskan akan pentingnya realisasi belanja sehingga seluruh presentase atau belanjanya itu dapat baik kemudian efektif dan juga efisien.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Pudji Ismartini dalam paparannya menyampaikan bahwa sepanjang 2024 hingga November, komponen inti mengalami inflasi (November, y-to-d) sebesar 2,09% dengan andil sebesar 1.33% terhadap inflasi umum.

Baca Juga  Biawak di Jendela, Sanca Bersembunyi di Bawah Meja

Komoditas penyumbang andil tertinggi adalah Emas Perhiasan, yakni sebesar 0,34%. Komoditas ini mengalami inflasi bulanan secara terus menerus sejak September 2023 s.d. November 2024 (15 bulan terakhir). Diikuti oleh kopi bubuk, minyak goreng, nasi dengan lauk, sewa rumah, dan akademi/perguruan tinggi.

Pudji Ismartini juga memaparkan bahwa sepanjang 2024 hingga November, komponen bergejolak mengalami deflasi (November, y-to-d) sebesar 1,89% dengan andil sebesar -0,31% terhadap inflasi umum.

Baca Juga  AI Buatan Diskominfo Siap Pantau Banjir di Bandar Lampung

Pada 2024, komponen harga bergejolak mengalami deflasi bulanan lebih sering, yaitu sebanyak 7x berturut-turut dari April sampai Oktober 2024. Kemudian November 2024 mengalami inflasi bulanan. Melihat historis, bulan Desember biasanya terjadi inflasi harga bergejolak.

“Cabai merah, cabai rawit, dan telur ayam ras menjadi tiga komoditas penyumbang andil deflasi terdalam di komponen harga bergejolak (November, y-to-d). Pada bulan November 2024, ketiga komoditas ini mengalami defiasi secara bulanan. Namun melihat historis, cabai merah, cabai rawit, dan telur ayam ras selalu mengalami inflasi pada bulan Desember,” jelasnya.(*)

(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung)

Berita Terkait

APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan
Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau
PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP
Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik
LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda
Bandar Lampung Peroleh Bantuan 300 Bedah Rumah BSPS
Pemkot Ajak Warga Jaga Kerukunan, Rawat Perbedaan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:30 WIB

Fraksi PKB Soroti Penurunan PAD dan Minta Pemprov Lampung Optimalkan Pajak Air Permukaan

Rabu, 9 September 2026 - 15:08 WIB

Andika Wibawa Minta Dinkes Tingkatkan Kesiagaan Hadapi Abu Vulkanik Anak Krakatau

Rabu, 9 September 2026 - 14:47 WIB

Mikdar Ilyas Dorong Pemprov Lampung Siapkan Anggaran Khusus Penanganan Bencana

Rabu, 9 September 2026 - 12:43 WIB

Reses Ungkap Keluhan Judi Online, Andriano: Berantas dari Hulu

Selasa, 8 September 2026 - 18:06 WIB

Dugaan Pengeroyokan dan Pembakaran Motor di Lampung Tengah Dilaporkan ke Polda Lampung

Selasa, 8 September 2026 - 17:36 WIB

Pendapatan Turun, Belanja Daerah Lampung Naik dalam Perubahan APBD 2026

Selasa, 8 September 2026 - 13:16 WIB

Ismet Roni Desak Pertamina Pastikan Pasokan Solar di Lampung, Antrean SPBU Masih Mengular

Senin, 7 September 2026 - 16:04 WIB

BPK Periksa Pemprov Lampung, Lima Aspek Jadi Fokus Semester II 2026

Berita Terbaru

E-Paper

Lentera Swara Lampung | 167 | Rabu, 9 September 2026

Rabu, 9 Sep 2026 - 02:29 WIB