Gubernur Mirza, Kebersamaan Jadi Kekuatan Pembangunan Lampung Barat

Tauriq Attala Gibran

Selasa, 29 September 2026 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai semangat kebersamaan menjadi salah satu kekuatan masyarakat Lampung Barat dalam menjaga persatuan sekaligus mendorong pembangunan daerah.

Lampung (Netizenku.com): Hal itu disampaikan Gubernur Mirza saat menghadiri Pengajian Akbar bersama Ustaz Das’ad Latif di Masjid Islamic Center Baitul Mukhlisin, Kabupaten Lampung Barat, Selasa (29/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengajian yang diikuti ribuan jemaah tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 Kabupaten Lampung Barat Tahun 2026 dengan tema “Setawitan, Seuyunan, Sehangguman, Maju Jejama”.

Menurut Gubernur Mirza, perjalanan 35 tahun Kabupaten Lampung Barat merupakan hasil kerja keras dan kebersamaan masyarakat. Tema HUT tersebut, kata dia, menggambarkan semangat pembangunan yang mengedepankan persatuan dan gotong royong.

“Saya melihat ini tema yang sangat menggambarkan bagaimana pembangunan di Lampung Barat dan harus dicontoh kabupaten-kabupaten yang lain di Provinsi Lampung,” ujar Gubernur Mirza.

Ia mengatakan semangat kebersamaan terlihat dari kuatnya rasa memiliki masyarakat terhadap daerah. Ulama, tokoh adat, dunia usaha, pemuda, dan berbagai elemen masyarakat dinilai memiliki peran dalam menjaga kondisi daerah sekaligus mendorong kemajuan Lampung Barat.

Baca Juga  Ismet Roni Desak Pertamina Pastikan Pasokan Solar di Lampung, Antrean SPBU Masih Mengular

“Di Lampung Barat ini masyarakatnya, ulamanya, tokoh adat, dunia usaha, anak-anak muda, semua merasa ini adalah daerah mereka. Mereka cinta dengan Lampung Barat, mereka semangat untuk menjaga Lampung Barat, dan mereka akan memajukan Lampung Barat,” katanya.

Gubernur Mirza juga menilai keberagaman masyarakat Lampung Barat menjadi bagian dari kekuatan persatuan. Berbagai suku dan agama dapat hidup berdampingan serta membangun kepedulian terhadap sesama.

“Semua suku, semua agama merasa mereka satu. Ini yang harus dicontoh dari Kabupaten Lampung Barat untuk semua kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Lampung,” lanjutnya.

Semangat kebersamaan tersebut, menurut Mirza, perlu diterjemahkan dalam arah pembangunan. Pemerintah Provinsi Lampung mendorong pemerataan pembangunan dengan memperkuat desa sebagai bagian dari pusat pertumbuhan sesuai potensi masing-masing wilayah.

“Pembangunan itu harus dimulai dari desa. Potensi pertanian, perkebunan, usaha masyarakat, pariwisata, dan ekonomi kreatif di desa-desa akan kami dorong menjadi kekuatan baru yang menjadi pondasi kemajuan Lampung Barat ke depan,” ujarnya.

Baca Juga  Gubernur Mirza: Pemimpin Harus Pahami Pasal 33 UUD 1945 untuk Sejahterakan Rakyat

Ia menegaskan pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masyarakat desa perlu memiliki akses terhadap pendidikan dan pengembangan kapasitas agar dapat menjadi bagian dari kemajuan daerah.

“Bukan sekadar membuat desa lebih maju secara fisik, tapi bagaimana desa itu lebih maju secara sumber daya manusia. Untuk itu, kami buat program setiap tahun mencetak satu desa satu sarjana dan satu desa satu hafiz Quran,” jelasnya.

Selain peningkatan sumber daya manusia, Mirza menekankan pentingnya menjaga budaya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan. Menurutnya, budaya bukan sekadar seni atau kegiatan seremonial, tetapi nilai yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

“Budaya ini bukan sekadar seni atau seremonial, tapi cara kita menghormati orang tua, cara kita bertetangga, cara kita bergotong-royong, dan cara kita menjaga alam, termasuk mendidik anak,” ungkapnya.

Baca Juga  Peduli TB Lampung Diluncurkan, Percepat Penemuan Kasus Menuju Eliminasi TB 2030

Karena itu, kemajuan daerah perlu berjalan seiring dengan pelestarian nilai dan budaya masyarakat. Pembangunan diharapkan tidak membuat masyarakat kehilangan akar budayanya, tetapi justru menjadikan budaya sebagai kekuatan dalam menghadapi perubahan.

“Inilah menurut saya makna maju jejama. Kita maju bersama tanpa meninggalkan siapa pun. Kita bangun bersama tanpa meninggalkan akar budaya,” ujar Gubernur Mirza.

Gubernur Mirza berharap semangat “Setawitan, Seuyunan, Sehangguman, Maju Jejama” tidak berhenti sebagai tema peringatan hari jadi, tetapi diterapkan dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.

Menurutnya, pembangunan membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat. Pemerintah menjalankan pembangunan, masyarakat ikut bergerak, ulama memberikan tuntunan, tokoh adat menjaga tradisi, dan generasi muda meneruskan pembangunan.

“Semua harus bersama-sama membangun Lampung Barat. Pemerintah bekerja, masyarakat bergerak, para ulama memberikan tuntunan, tokoh adat menjaga tradisi, dan generasi muda melanjutkan pembangunan,” katanya. (*)

Berita Terkait

Status GAK Naik ke Siaga, BPBD Lampung Larang Aktivitas dalam Radius 5 Kilometer
Marindo Kurniawan Tekankan Penguatan Forum Penataan Ruang untuk Dukung Investasi Lampung
Gubernur Mirza Tinjau Antrean BBM, Soroti Pelayanan SPBU dan Usulan Tambahan Kuota
Marindo Kurniawan Lantik Imam Ghozali sebagai Staf Ahli Gubernur Lampung
BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026
IJP Lampung Desak Evaluasi Tim Media Gubernur
Inflasi Lampung Terendah di Sumatera, Mikdar Apresiasi Kinerja Gubernur
Gubernur Mirza Paparkan Strategi Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Berbasis Desa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Gerakan Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Harga dan Inflasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bupati Pringsewu: Ormas Punya Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Catur PWI Lampung Bidik Tiga Emas pada Porwanas 2027

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:37 WIB

Kejari Pringsewu Tempuh Restorative Justice dalam Kasus Pencurian HP

Rabu, 30 September 2026 - 12:29 WIB

Kejari Pringsewu Musnahkan Barang Bukti dari 72 Perkara, Ada Sabu hingga Senjata Api

Selasa, 29 September 2026 - 19:39 WIB

105 Pelaku UMKM Pringsewu Ikuti Pelatihan Kemitraan Bersama Indomaret

Senin, 28 September 2026 - 19:56 WIB

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Berita Terbaru

Lampung

BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 15:46 WIB