Pedagang Menjerit Harga Telur Naik karena PKH

Redaksi

Selasa, 28 Desember 2021 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pedagang telur di Pasar Tugu, Linda (44), warga Tanjunggading, Selasa (28/12). Foto: Netizenku.com

Pedagang telur di Pasar Tugu, Linda (44), warga Tanjunggading, Selasa (28/12). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Pedagang telur di Pasar Tugu, Kelurahan Sawah Brebes, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandarlampung, mengungkap penyebab kenaikan harga telur di akhir tahun ini.

“Lagi musim PKH-PKH itu, banyak ke situ larinya, jadi kita di nomor duakan, yang diutamakan buat bansos,” kata pedagang telur di Pasar Tugu, Linda (44), warga Tanjunggading, Selasa (28/12).

Baca Juga  HUT ke-344 Kota Bandar Lampung, Pemuda Panca Marga Raih Penghargaan di Momen Menuju Indonesia Emas

Linda mengatakan sudah sepekan terakhir harga telur naik lagi secara bertahap disebabkan Program Keluarga Harapan (PKH) pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kemarin sempat Rp22.000 terus naik Rp26.000 habis itu langsung naik setiap harinya. Harga hari ini sudah Rp30.500 per kilogram,” ujar dia.

Selain program PKH, lanjut Linda, pasokan juga berkurang disebabkan peternak yang menjual ayam petelur menjadi ayam daging.

Baca Juga  HUT ke-344 Bandar Lampung, Eva Dwiana Fokus Atasi Banjir dan Benahi Infrastruktur

“Pasokan berkurang dari peternak karena gak banyak ternaknya,” kata dia.

Linda mengatakan pedagang telur di Pasar Tugu mengambil telur dari Tanjung Bintang, Lampung Selatan, dengan modal Rp28.500 per kilogram.

Menurut Linda, konsumsi masyarakat selama Natal dan Tahun Baru tidak banyak mempengaruhi kenaikan harga telur saat ini.

“Untuk kue-kue gak kayak dulu, buat Natal juga gak banyak orang bikin kue. Kalau langganan rumah makan gak ngaruh ya,” ujar dia.

Baca Juga  Bunda Eva Tinjau MBG, Pastikan Makanan Layak dan Berkualitas

Kenaikan harga telur justru paling terdampak untuk masyarakat yang konsumsi sendiri.

“Sekarang yang beli berkurang, biasa beli sekilo jadi setengah kilo,” tutup dia. (Josua)

Berita Terkait

Pemkot Bandar Lampung Tertibkan Kabel Provider Semrawut
Bandar Lampung Gandeng Solok Jaga Pasokan Cabai dan Bawang
BPBD Bandar Lampung Siagakan Empat Tangki Air Bersih
80 KK di Way Laga Terima Bantuan Air Bersih
Eva Dorong Pelestarian Kuliner Tradisional Lampung
Pemkot Bandar Lampung Rotasi Pejabat, Dua Camat Dilantik
Pemkot Bandar Lampung Siapkan Rp2,5 Miliar untuk Olok Gading
Eva Dwiana Siapkan Strategi Hadapi Banjir

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Mahasiswa Malahayati Sosialisasikan Insinerator Minim Asap di Metro Timur

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Fraksi PKB Soroti Struktur APBD, Dorong Anggaran Lebih Berpihak ke Masyarakat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:20 WIB

DPRD Lampung Tegaskan Optimalisasi PAD Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:17 WIB

DPRD Lampung Apresiasi Rencana Peluncuran Satelit Lampung-1, Dinilai Jadi Terobosan Visioner

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Mukhlis Basri Dukung Trans Sumatra Railways, Nilai Perkuat Konektivitas dan Dongkrak Ekonomi Lampung

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Sahdana Desak Audit Menyeluruh Bank Syariah Way Kanan, Minta Dirut hingga Jajaran Diperiksa

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:27 WIB

Wagub Lampung Buka KPDK Pramuka Lampung 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:23 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Vokasi untuk Kerja Global

Berita Terbaru

Bupati dan Wakil Bupati Tubaba, Novriwan Jaya - Nadirsyah

Tulang Bawang Barat

Tubaba Jadi Contoh Daerah Lain Berkat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 4 Agu 2026 - 15:11 WIB

Tulang Bawang Barat

Sekda Tubaba Dorong Penguatan Pencegahan Korupsi Lewat Implementasi MCSP 2026

Selasa, 4 Agu 2026 - 14:43 WIB

Tulang Bawang Barat

Bupati Tubaba: Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Tantangan Fiskal Daerah

Selasa, 4 Agu 2026 - 13:54 WIB