Pasang Surut Kopi Luwak Lambar Tetap Digandrungi

Redaksi

Rabu, 25 Desember 2019 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liwa (Netizenku.com): Merintis usaha kopi luwak, tidak \”semanis\” harganya. Kenyataan tersebut dirasakan H Safri yang sampai saat ini masih mempertahankan, usaha kopi Luwak yang diberi label \”Ratu Luwak\”.

\”Usaha kopi luwak yang saya rintis sejak Tahun 2007 mengalami pasang surut, bahkan sempat kolapse di tahun 2009, akibat merebaknya isu kopi luwak asal Lampung Barat palsu,\” kata Safri saat menerima kunjungan rombongan PWI Perwakilan Lampung Barat di kediamannya Gang Pekonan Kelurahan Way Mengaku Balikbukit, Selasa (24/12).

Awal merintis usaha tersebut dijelaskan Safri, dirinya hanya menggunakan bahan baku kopi Luwak liar, yang dikumpulkan dari masyarakat, sehingga dalam satu hari hanya dapat mengumpulkan sekitar 25 kg. Seiring berkembangnya permintaan pasar, usahanya berkembang, kemudian dia memulai penangkaran luwak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Waktu itu kami dapat informasi bahwa kopi Luwak laku dan mahal, mulailah kami mengumpulkan kopi luwak liar yang dihasilkan masyarakat. Seiring perkembangan, ternyata permintaan pasar cukup tinggi, dan sejak 2008 mulai melakukan penangkaran,\” jelasnya.

Ternyata kata Safri, kendala pengembangan kopi Luwak bukan hanya kurangnya kopi luwak liar, tetapi pada tahun 2009 ada pihak yang menghembuskan kalau kopi luwak Lampung Barat palsu, sehingga sampai 2011 pemasaran lesu.

Selain itu kata dia, pengembangan usaha yang dirintis dari nol bersama istrinya, Sri Wiyatmi, ST, MP,  tersebut susah untuk menembus pasar nasional maupun pasar luar negeri, akibat banyaknya permainan mafia terutama untuk ekspor.

\”Saya dari beberapa tahun lalu sudah berusaha untuk menembus pasar luar negeri, tetapi sampai saat ini tidak tembus, yang di duga akibat permainan para mafia-mafia, dan para eksportir besar,\” katanya.

Kendala lain kata Safri, beberapa Tahun yang lalu petani kopi belum melakukan petik merah, sehingga dirinya kekurangan bahan baku, tetapi sejak tahun 2012 berkat kampanye yang dilakukan Pemkab Lampung Barat, kesadaran masyarakat untuk petik merah semakin tinggi.

\”Alhamdulillah usaha kopi luwak sejak 2012 bangkit lagi, selain kesadaran petani untuk melakukan petik merah, sehingga mutu kopi luwak yang dihasilkan lebih baik, dan promosi yang dilakukan Pemkab Lampung Barat sangat membantu dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat luar terhadap kualitas kopi luwak Lampung Barat,\” bebernya.

Sehingga saat ini kata Safri, dari 100 ekor luwak yang dia punya bisa menghasilkan sekitar 5-7 ton bubuk kopi luwak dalam satu tahun, dengan omset Rp50-60 juta/bulan, dapat menyerap tenaga kerja. (Iwan)

Berita Terkait

Skandal Setoran TPP Guru TK Tanggamus Terbongkar
Pemkab Lampung Selatan Tekankan Sinergi Pusat-Daerah di Hari Otda
Kementan Buka Program Pelatihan Petani Muda ke Jepang, Pemuda Lampung Berkesempatan Daftar
HPN 2026, Fatikhatul Khoiriyah: Pers Harus Berani Kawal Demokrasi
Pemkab Lamsel Raih UHC Award 2026 Kategori Pratama
Pemprov dan DPRD Lampung Soroti Kepesertaan 89 Ribu BPJS PBI 2026
Pemprov Lampung Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan 2026
Larangan Simbolik Petasan vs Perut Pedagang Kecil yang Berisik

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:30 WIB

DPRD Lampung Dorong Investasi Bioetanol Berujung pada Kesejahteraan Petani

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:39 WIB

DPRD Lampung Minta Pemprov Perkuat Sektor Energi, Potensi Migas Dinilai Sangat Menjanjikan

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:26 WIB

Biosolar B50 Mulai Didistribusikan ke Seluruh SPBU di Lampung, Pasokan Naik Jadi 2.797 KL per Hari

Senin, 20 Juli 2026 - 02:39 WIB

Chusnunia Ramaikan Nobar Final Piala Dunia Bersama Santri di Bandar Lampung

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:56 WIB

Golkar Lampung Tengah Panaskan Mesin Politik, Pasang Target 15 Kursi DPRD

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:58 WIB

Soroti Kinerja APBD 2025, Fraksi Golkar DPRD Lampung Desak Evaluasi Menyeluruh

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:14 WIB

Guru PPPK Keluhkan Penempatan, DPRD Lampung Minta Pemerintah Bertindak

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:01 WIB

Pemprov Lampung Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia, UMKM Ikut Terdongkrak

Berita Terbaru

Tanggamus

RSUD Batin Mangunang Akui Minim Sosialisasi SOP Pelayanan

Senin, 20 Jul 2026 - 20:35 WIB