Melahirkan di Tengah Pandemi Covid-19

Redaksi

Minggu, 29 November 2020 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Lentera SL): Hamil dan melahirkan merupakan hal yang dinantikan oleh setiap ibu. Momen membahagiakan tersebut akan membuat setiap orang tua semakin bersemangat menjalani hari. Namun, apakah perasaan tersebut masih sama ketika harus menjalani momen hamil dan melahirkan di masa pandemi?

Beberapa ibu mencemaskan proses hamil dan melahirkan di masa pandemi. Kecemasan tersebut semakin bertambah ketika ibu tidak mengetahui prosedur melahirkan saat Covid-19. Mulai dari pemeriksaan rutin ke dokter, yang mengharuskan ibu pergi ke klinik atau rumah sakit, hingga kekhawatiran tertular Covid-19 yang berpengaruh terhadap janin membuat ibu merasa was-was di tengah kehamilan.

Untuk itu perlu adanya beberapa hal yang harus dilakukan, seperti proteksi diri dengan tetap di rumah, cuci tangan, memakai masker, dan jaga jarak merupakan protokol wajib untuk melindungi ibu dari penularan virus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga saat melahirkan akan tiba.
Memilih tempat melahirkan yang tepat, pilih rumah sakit atau klinik yang menerapkan prosedur melahirkan saat Covid-19 yang tertib agar potensi penularan tidak terjadi. Pastikan kendaraan telah tersedia, baik pribadi maupun ambulans rumah sakit jika sewaktu-waktu ibu hendak melahirkan.

Baca Juga  Sekda Tubaba Tekankan Optimalisasi dan Digitalisasi Retribusi untuk Perkuat PAD 2027

Berdiskusi dengan dokter mengenai metode melahirkan, apakah ibu akan melahirkan secara caesar atau normal. sebaiknya sudah didiskusikan menjelang persalinan. Sebaiknya tetap ikuti saran dokter demi keselamatan ibu dan bayi.

Mempersiapkan mental atas segala kemungkinan, ibu juga harus mempersiapkan mental atas segala kemungkinan yang akan terjadi. Termasuk jika ibu memiliki gejala yang mengarah ke Covid-19. Jika ini terjadi, segera hubungi dokter dan lakukan serangkaian tes yang dianjurkan dokter. Apapun hasilnya, pastikan ibu tetap tenang dan waras menghadapi proses persalinan.

Covid-19 telah mengubah seluruh laku masyarakat di berbagai lini, dan penggunaan masker menjadi yang paling menonjol terlihat di setiap kegiatan, meski pelanggarnya tetap ada.

Kali ini penulis sengaja menyambangi Rumah Sakit bersalin yang ada di salah satu sudut Kota Bandarlampung. Namun, bukan untuk melihat langsung penggunaan masker, hanya saja melihat bagaimana proses persalinan berjalan di tengah pandemi saat ini.

Pagi yang belum begitu terik, pada moment tanggal cantik 11-11-2020 selasar sudah nampak ramai, tak seperti yang dijumpai pada hari biasa. Tergambar berbagai raut wajah, ada yang cemas, bahagia, bahkan sampai menitikkan air mata.

Baca Juga  BPBD Padamkan Kebakaran TPA Bakung Teluk Betung Barat

Hal tersebut bukan tak beralasan, mereka yang nampak cemas tentu tengah menunggu proses persalinan istri dan hadirnya si buah hati. Yang lain nampak lega juga lantaran telah dipanggil petugas dan disodori bayi mungil dalam sebuah troli khusus. Untuk kemudian mengikuti prosedur pengecekan bayi di ruang khusus pula.

Kamar operasi demikian tertulis di atas pintu yang ramai ditunggui keluarga pasien. Di depan pintu tersebut pula batas pengunjung sedikit longgar untuk sekadar melihat bayi yang baru disodorkan petugas, sebelum masuk ke ruang perawatan bersama bayi lainnya.

Tangis bayi terdengar silih berganti, berbaur hiruk pikuk suara kendaraan yang lalu lalang, di tanggal cantik tersebut pula berdasarkan informasi dari petugas pendaftaran sedikitnya 20 bayi lahir di tengah pandemi.

Sulastri, wanita paruh baya berkacamata terlihat masih cemas lantaran menantunya baru saja memasuki ruang operasi untuk melahirkan anak pertamanya, nampak bibirnya melantunkan doa-doa.

Baca Juga  Abu Vulkanik Krakatau Ancam Siswa, Syukron Desak Sekolah Libur Sementara

\”Anak menantu saya harus melahirkan dengan cara caesar, karena bayi yang letak lintang. Sebelumnya saya temani dia melakukan prosedur rapid test, yang tidak ada sebelum masa pandemi ini,\” ujarnya saat dikonfirmasi perihal persalinan anaknya.

Ia juga mengatakan jika tidak diperkenankan ada penjenguk pasien selama di ruang perawatan. Bahkan penunggu pasien hanya diperkenankan satu orang saja. Ketatnya aturan Rumah Sakit tentu menimbulkan kesulitan sekaligus tantangan tersendiri, terutama bagi pasangan muda yang belum memiliki pengalaman apapun soal persalinan.

\”Kendalanya dialami juga oleh anak lelaki saya yang harus menunggui istrinya, sementara ia juga baru pertama kali. Biasanya penunggu pasienkan bisa bergantian, tapi kali ini tidak. Yah mau diapakan lagi, dan semoga semua petugas medisnya dapat membantu,\” imbuhnya.

Tak berselang lama, nama anaknya dipanggil dan petugas medis menyerahkan bayi mungil berjenis kelamin laki-laki, sembari mengucapkan selamat. Tergambar wajah lega dan sumringah mereka saat menerima bayi tersebut untuk kemudian mengikuti prosedur selanjutnya, membawanya ke ruang khusus bayi. (Leni)

Berita Terkait

Abu Vulkanik Krakatau Ancam Siswa, Syukron Desak Sekolah Libur Sementara
Seminar Al-Aqsha di Lampung Dorong Generasi Muda Temukan Peran Nyata untuk Palestina
Perubahan KUA-PPAS 2026 Pringsewu Disepakati, Belanja Daerah Naik Jadi Rp1,195 Triliun
Gubernur Lampung Perkuat Operasi Terpadu Tangani Karhutla
Tubaba Nihil PHK Semester I 2026, Disnakertrans Siapkan Tim Monitoring ke Perusahaan
BPBD Padamkan Kebakaran TPA Bakung Teluk Betung Barat
32 Pramuka Tubaba Siap Bawa Nama Daerah ke Jambore Nasional XII 2026
Tubaba Gandeng ATR/BPN Integrasikan Data Pertanahan, Bidik Optimalisasi PAD

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 21:31 WIB

Lima Presidium KAI Lampung Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

Sabtu, 19 September 2026 - 15:52 WIB

Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas Unggulan Lampung

Sabtu, 19 September 2026 - 15:50 WIB

Lampung Perkuat Pengembangan Bawang Putih Dukung Swasembada Nasional 2029

Sabtu, 19 September 2026 - 15:48 WIB

Pemprov Lampung Dorong Persaingan Usaha Sehat untuk Perkuat Investasi dan Hilirisasi

Sabtu, 19 September 2026 - 15:45 WIB

Gubernur Mirza Dorong BAZNAS Perkuat Peran Zakat untuk Entaskan Kemiskinan

Jumat, 18 September 2026 - 20:36 WIB

Elly Wahyuni Nilai Kebijakan Pendidikan Ringankan Beban Masyarakat Lampung

Jumat, 18 September 2026 - 20:26 WIB

Mahasiswa Lampung Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur hingga Usut Tambang Ilegal

Jumat, 18 September 2026 - 20:18 WIB

51 Sekolah di Lampung Terkonfirmasi Tolak Program MBG

Berita Terbaru

Lampung

Lima Presidium KAI Lampung Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:31 WIB