BERBAGI

Lampung Timur (Netizenku.com): Pemerintah Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas melakukan pencegahan penyakit tidak menular saat pandemi Covid-19 melalui Kegiatan Program P2PTM kabupaten.

Kadis Kesehatan Lamtim, dr Nanang Salman, mengatakan di tengah merebaknya Covid-19 Dinas Kesehatan dan Puskesmas terus berupaya melakukan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Kegiatan program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat ini dilakukan melalui kegiatan Program P2PTM, dengan sasaran pelayanan bagi orang yang mengidap penyakit tidak menular yang selanjutnya disebut Penyandang PTM yang merupakan populasi sangat rentan terinfeksi, bahkan disertai jumlah kematian yang cukup tinggi.

Hal ini disebabkan karena pada umumnya beberapa organ dalam tubuh penderita telah mengalami gangguan, sehingga dapat menurunkan imunitas tubuh dan meningkatkan risiko kematian.

Untuk dapat meningkatkan imunitas tubuh, maka setiap orang harus melakukan perubahan gaya hidup kearah yang lebih sehat. Hal ini tentu disesuaikan dengan kondisi kesehatannya, terutama untuk PTM sebagai kelompok berisiko infeksi Covid-19.

“Untuk deteksi dini faktor resiko PTM atau skrining PTM ini sasarannya adalah penduduk usia di atas 15 tahun, yang di masa pandemi Covid-19 dapat dilakukan secara mandiri dengan alat pemeriksaan yang dimiliki sendiri, dan hasil dapat dikomunikasikan dengan dokter atau kader di posbindu. Selain itu dapat juga dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan, di desa atau di tempat kerja melalui sarana posbindu dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, untuk cara deteksi dini faktor risiko PTM atau skrining PTM tersebut harus dengan melakukan wawancara untuk menggali informasi faktor risiko keturunan dan perilaku, melakukan penimbangan dan mengukur lingkar perut, serta indeks massa tubuh termasuk analisa lemak tubuh.

Kemudian Melakukan pengukuran tekanan darah, Melakukan pemeriksaan gula darah, Tindak lanjut PTM Faktor Resiko (Konseling Edukasi), lalu skrining faktor resiko kesehatan jiwa. Oleh karena itu, deteksi dini FR PTM sangat penting dilaksanakan agar dapat diketahui kondisi seseorang sejak dini, apakah dia sehat, atau sudah memiliki faktor resiko PTM atau sudah menyandang PTM.

Melalui deteksi dini yang telah dilaksanakan 34 Puskesmas di 24 kecamatan yang ada di wilayah Lamtim sampai dengan bulan September 2020 telah terskrining sebanyak 12.654 jiwa. Dari hasil skrining tersebut setiap orang sudah tindaklanjuti dengan pemberian edukasi untuk meningkatkan imunitas tubuhnya.

“Yang terbaru kegiatan dilaksanakan di Posbindu Kantil Desa Tanjung Qencono Kecamatan Way Bungur Wilayah kerja Puskesmas Tambah Subur pada tanggal 26 September 2020,” ungkapnya. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here