Lampung Didaulat Jadi Tuan Rumah Gathering Nusantara Relawan Rescue

Redaksi

Rabu, 22 Maret 2023 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Ratusan relawan kemanusiaan dan potensi SAR akan mengikuti Gathering Nusantara Relawan Rescue (GNNR) di Taman Hutan Raya Wan Abdurrahman Provinsi Lampung. Mereka terdiri dari 500 orang relawan, 60 personil Brimob Lampung, serta 15 marinir.

Adapun peserta GNNR dari Provinsi Lampung, Bengkulu, Palembang, Sumatera Barat (Sumbar), Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), dan Jawa Timur (Jatim). Mereka akan mengikuti kegiatan selama dua hari, sedari Jumat – Minggu.

Koordinator Acara, Amriel Haq menyampaikan, kegiatan GNNR mengusung tema “Bersama Kita Kuat, Bersama Kita Hadapi Ancaman Dan Bencana Indonesia”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rescue is not a competition, Let’s CollaborAction”

Dikatakan, ada beberapa tujuan yang diharapkan dari kegiatan GNNR, diantaranya menjalin silaturahmi antar sesama relawan dari berbagai daerah dan menjalin kerjasama dalam upaya pengurangan resiko bencana.

Baca Juga  Wagub Lampung Dampingi Wamenkes Tinjau Puskesmas, Perkuat Penanganan TBC

“Kemudian, berbagi pengetahuan dan berlatih bersama dan menyatukan visi dengan diskusi umum berkaitan dengan koordinasi, komunikasi dan kolaborasi,” terangnya.

Sementara, lanjut dia, sasaran kegiatan GNNR ini adalah seluruh Relawan Kemanusiaan dan potensi SAR dari berbagai provinsi, sebagai penguatan jika terjadi bencana dengan skala yang membutuhkan dukungan dari Relawan Kemanusiaan dan Potensi SAR Propinsi terdekat.

“Dalam pelaksanaan Gathering Nusantara Relawan Rescue #1 ini akan dihadiri Potensi SAR Bengkulu, Potensi SAR Sumatera Selatan, Potensi SAR Lampung, Potensi SAR Banten, Potensi SAR DKI Jakarta, Potensi SAR Jawa Barat, dan Relawan Kemanusiaan lainnya,” kata dia.

Kegiatan GNNR ini juga dalam rangka meningkatkan kolaborasi dan sinergitas guna menyiapkan segala upaya untuk meminimalisir bencana. Seperti diketahui, Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dan memiliki frekuensi kecelakaan dan bencana alam yang cukup tinggi.

Baca Juga  Pemprov Lampung Mulai Susun RKPD 2027

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Tahun 2022, Mencatat 3.383 kejadian melanda tanah air yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem.

“Saat ini suatu kewajiban bagi kita semua untuk bersama-sama Cepat Tanggap

Selamatkan Jiwa, Membangun serta Mengenal ekosistem dan Potensi Bencana sebagai dasar dalam menjaga keseimbangan alam bersama Sukarelawan dan Potensi SAR,” pungkasnya.

Senada, Ketua Forum Rescue dan Relawan Lampung, Deni Ribowo mengatakan, kali pertama Provinsi Lampung menjadi tuan rumah GNNR yang akan diikuti oleh 8 Provinsi.

“Kegiatan ini dilakukan untuk mempererat silaturahmi, solidaritas, serta memperkokoh relawan bencana yang ada di Lampung,” ujarnya.

Kegiatan ini digelar oleh Forum Rescue dan Relawan Lampung, bersama Basarnas, BPBD, Forum Relawan Bencana Lampung, Polda Lampung, Korem 043/Gatam, Pemprov, Brigif Marinir dan beberapa pihak yang terlibat aktif untuk mengikuti kegiatan ini.

Baca Juga  Mirzani Tinjau Lokasi Banjir di Bandar Lampung dan Jati Agung

Dalam kegiatan tersebut, Brimob Polda Lampung menerjunkan 60 personil atau dua peleton untuk mensupport kegiatan ini. Harapannya dari kegiatan ini agar Lampung benar-benar siap dalam hal pencegahan dan penanganan bencana di Lampung.

“Karena, bencana bisa terjadi kapanpun, dimanapun. Dan potensi SAR dan relawan bencana harus siap kapan pun dan dimana pun,” tandasnya.

Untuk itu, ia mohon dukungan kepada seluruh elemen masyarakat Lampung agar kegiatan yang diikuti kurang lebih 700 peserta itu dapat berjalan lancar. Terlebih lagi, pada saat kehadiran peserta di lokasi GNNR yang berada di Youth Camp, Hanura Pesawaran itu, lokasi di lapangan sudah disimulasikan dengan situasi bencana.

“Hebatnya lagi para relawan tidak diberi konsumsi. Mereka datang sendiri ongkos sendiri. Karena, relawan tidak dibayar, bukan karena tidak berharga, tapi relawan tak ternilai tutupnya. (Luki)

Berita Terkait

HUT ke-13 Pesibar, DPRD Lampung Minta Fokus Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pariwisata
DPRD Lampung Soroti Kenaikan BBM Non Subsidi, Minta Pengawasan Distribusi Diperketat
Kunjungan Tembus 27 Juta, Lampung Perkuat Sektor Pariwisata
Bupati Nanda Ajak Warga Taat Bayar Pajak PBB
Wagub Jihan Kunker ke Kemenkes, Dorong Layanan Kesehatan Lebih Merata
Gubernur Lampung Sambut Kolaborasi Desaku Maju dan Desa BRILiaN BRI, Dorong Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal
Limbah Dapur MBG Dikeluhkan Warga, Pemprov Lampung Perketat Pengawasan dan Siapkan Sanksi Tegas
Ghofur Usul Raperda untuk Kepastian Hukum Pengrajin Tanah Liat

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 20:30 WIB

HUT ke-13 Pesibar, DPRD Lampung Minta Fokus Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pariwisata

Rabu, 22 April 2026 - 16:56 WIB

DPRD Lampung Soroti Kenaikan BBM Non Subsidi, Minta Pengawasan Distribusi Diperketat

Rabu, 22 April 2026 - 09:41 WIB

Bupati Nanda Ajak Warga Taat Bayar Pajak PBB

Selasa, 21 April 2026 - 12:46 WIB

Wagub Jihan Kunker ke Kemenkes, Dorong Layanan Kesehatan Lebih Merata

Selasa, 21 April 2026 - 12:38 WIB

Gubernur Lampung Sambut Kolaborasi Desaku Maju dan Desa BRILiaN BRI, Dorong Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

Selasa, 21 April 2026 - 11:14 WIB

Limbah Dapur MBG Dikeluhkan Warga, Pemprov Lampung Perketat Pengawasan dan Siapkan Sanksi Tegas

Selasa, 21 April 2026 - 10:53 WIB

Ghofur Usul Raperda untuk Kepastian Hukum Pengrajin Tanah Liat

Senin, 20 April 2026 - 21:57 WIB

MBG Belum Maksimal Gerakkan Ekonomi Desa, DPRD Lampung Dorong Kemitraan SPPG dengan BUMDes

Berita Terbaru