Lampung di Panggung Investasi, Tapi Pariwisata Masih Berjuang Naik Kelas

Ilwadi Perkasa

Selasa, 4 November 2025 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari pantai yang indah hingga budaya yang kaya, Lampung menawarkan potensi yang kuat dalam ekowisata dan layanan perjalanan.

Dari pantai yang indah hingga budaya yang kaya, Lampung menawarkan potensi yang kuat dalam ekowisata dan layanan perjalanan.

Analisis Ekonomi oleh Ilwadi Perkasa

Lampung tampak semakin percaya diri di hadapan investor nasional dan global. Melalui Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2025 yang digelar di Jakarta pada 4 November, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal memaparkan ambisi besar menjadikan provinsi di ujung selatan Sumatera itu sebagai pusat hilirisasi lima komoditas unggulan: kelapa, kopi, lada, ubi kayu, dan udang.

Dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp483,8 triliun pada 2024 tertinggi keempat di Sumatera, Lampung dinilai punya modal kuat untuk melangkah ke arah industrialisasi daerah. “Kami ingin memperkuat nilai tambah dari dalam. Lampung tidak boleh berhenti di bahan mentah,” ujar Gubernur Rahmat di hadapan puluhan investor dari berbagai negara.

Forum ini juga menampilkan sebelas proyek investasi unggulan, mulai dari Bakauheni Harbour City, Way Kanan Industrial Park, hingga Floating Solar Power Plant dan Gunung Tiga Geothermal Power Plant. Dukungan datang dari Bank Indonesia, BKPM, serta sektor swasta yang menandatangani Letter of Intent pengembangan energi baru terbarukan.

Baca Juga  Warga Bangun Swadaya Jembatan Waykubu, DPRD Lampung Desak Pembangunan Permanen

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun di tengah optimisme investasi itu, data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan sisi lain dinamika ekonomi Lampung. Sektor pariwisata dan akomodasi masih berjalan tertatih.

Naik, Tapi Belum Pulih

Laporan BPS Lampung menunjukkan, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada September 2025 tercatat 43,37 persen, naik tipis 2,56 poin dibanding Agustus (40,81 persen). Kenaikan ini menandai perbaikan bulanan, tetapi masih lebih rendah 5,90 poin dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah tamu hotel berbintang mencapai 89.236 orang pada September, dengan durasi rata-rata menginap hanya 1,33 hari. Dari angka itu, 99 persen lebih merupakan wisatawan domestik. Hotel berbintang empat dan lima masih mencatat tingkat hunian tertinggi (sekitar 49 persen), sementara hotel nonbintang tertinggal jauh di kisaran 22 persen.

Angka-angka ini memberi sinyal bahwa pergerakan wisatawan memang mulai membaik, tetapi belum kembali ke tingkat “sehat” bagi industri perhotelan.

Ekonomi Bergerak, Wisata Belum Menyala

Kenaikan TPK yang terbatas menunjukkan bahwa geliat ekonomi belum sepenuhnya menetes ke sektor jasa wisata dan akomodasi. Padahal, dalam strategi hilirisasi yang dicanangkan Gubernur Rahmat, pariwisata seharusnya menjadi penopang ekonomi kreatif dan penarik arus modal baru.

Baca Juga  Kostiana, Ingatkan Bapenda Optimalkan Seluruh Potensi PAD

Masalahnya bukan semata jumlah pengunjung, melainkan durasi singgah dan belanja wisatawan yang masih rendah. Rata-rata lama menginap 1,3 hari menunjukkan mayoritas wisatawan hanya transit, bukan berlibur panjang. Sementara itu, porsi wisatawan mancanegara yang minim membuat devisa pariwisata belum berperan signifikan dalam struktur PDRB Lampung.

Kondisi ini kontras dengan geliat investasi industri. Lampung tengah menata kawasan industri energi bersih, mengembangkan pelabuhan logistik, dan memperluas jaringan jalan tol. Semua itu memberi sinyal bahwa infrastruktur ekonomi tumbuh lebih cepat dibanding infrastruktur pariwisata.

Tantangan dan Peluang Baru

Ada peluang besar jika kedua arus ini, investasi dan pariwisat, bisa disatukan dalam strategi pembangunan terpadu. Hilirisasi komoditas bisa melahirkan wisata industri, energi baru terbarukan bisa diolah menjadi wisata edukasi hijau, dan pelabuhan modern bisa mendukung wisata bahari yang lebih luas.

Baca Juga  Budiman As Minta 8.000 Aset Pemprov Lampung Diaudit Total

Selain itu, peningkatan kualitas hotel menengah ke bawah perlu menjadi perhatian. Tingkat hunian rendah di segmen ini menunjukkan perlunya peningkatan layanan, promosi digital, dan kerja sama dengan biro perjalanan domestik.

Menatap Sinergi Ekonomi Baru

Di akhir forum LEIF 2025, Gubernur Rahmat menegaskan pentingnya menciptakan pertumbuhan inklusif. “Dari total PDRB Rp483,8 triliun, hanya enam persen yang bersumber dari anggaran pemerintah. Sisanya digerakkan oleh usaha dan investasi,” ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan arah baru ekonomi Lampung tumbuh dari sektor riil, investasi, dan produktivitas masyarakat. Jika sektor pariwisata mampu bertransformasi mengikuti laju hilirisasi, Lampung tak hanya akan menjadi pusat industri baru Sumatera, tetapi juga destinasi ekonomi hijau yang hidup dan berdaya.

Kenaikan kecil tingkat hunian hotel mungkin tampak sepele di atas kertas, tetapi di balik angka itu tersimpan tanda-tanda kehidupa, bahwa mesin ekonomi Lampung mulai berdetak dari berbagai arah, menunggu untuk disatukan dalam satu irama pembangunan yang lebih berkelanjutan.***

Berita Terkait

DPRD Lampung Sesuaikan APBD Perubahan 2026, Prioritaskan Program Unggulan dan Efisiensi Belanja
Mesuji Ukir Sejarah, Jadi Tuan Rumah Piala Soeratin Lampung Tiga Kategori Sekaligus
Budiman As Minta 8.000 Aset Pemprov Lampung Diaudit Total
Imelda Dorong Kepastian Usaha Peternak Telur
DPRD Lampung Dorong PAD Sektor Pertanian
El Nino Ancam Lampung, BPBD Lampung Siaga Penuh
Mahasiswa Malahayati Sosialisasikan Insinerator Minim Asap di Metro Timur
Fraksi PKB Soroti Struktur APBD, Dorong Anggaran Lebih Berpihak ke Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Pemkot Bandar Lampung Tertibkan Kabel Provider Semrawut

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:28 WIB

Bandar Lampung Gandeng Solok Jaga Pasokan Cabai dan Bawang

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:23 WIB

BPBD Bandar Lampung Siagakan Empat Tangki Air Bersih

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:45 WIB

80 KK di Way Laga Terima Bantuan Air Bersih

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:08 WIB

Eva Dorong Pelestarian Kuliner Tradisional Lampung

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:42 WIB

Pemkot Bandar Lampung Rotasi Pejabat, Dua Camat Dilantik

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:35 WIB

Pemkot Bandar Lampung Siapkan Rp2,5 Miliar untuk Olok Gading

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:25 WIB

Eva Dwiana Siapkan Strategi Hadapi Banjir

Berita Terbaru

Pringsewu

Pringsewu Perkuat Pendidikan Politik bagi Generasi Muda

Kamis, 6 Agu 2026 - 15:16 WIB