Lampung Barat Trending: Kepala Sekolah Juara Dunia Ketipu

iwan

Jumat, 21 November 2025 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hehehe … Lampung Barat ini ya, setiap bulan kayak nerbitin season baru sinetron absurd.

Cuma bedanya, kalau sinetron tayang di TV jam tujuh malam, ini tayangnya di dunia nyata, dan pemerannya 42 kepala sekolah yang entah kenapa merasa hidupnya sedang ikut giveaway kebodohan berhadiah penyesalan.

Lampung Barat (Netizenku.com): Ceritanya? Ya standar. Oknum datang, ngaku-ngaku orang kementerian, bawa proposal tebal kayak tumpukan skripsi mahasiswa yang ngeluh tapi nggak lulus-lulus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bilangnya, “Ini dana revitalisasi. Setor 1 persen dulu ya”.

Dan 42 kepala sekolah ini langsung percaya.

BUSET…

Kepercayaan mereka tuh kayak wifi tanpa password, siapa aja bisa masuk, bahkan yang bawa niat tidak jelas.

Ini kepala sekolah atau simpatisan MLM tersesat?

Kalau ada orang ngomong halus, langsung, “WAAAH INI NIH REZEKI DI PENGHUJUNG TRIWULAN!”

Padahal 1 persen itu kecil sih kecil, tapi efeknya maha dahsyat. Angka 1 persen ini berhasil menghancurkan 42 otak dengan fitur skeptis OFF. Sungguh prestasi.

Baca Juga  Siswi SMAN 1 Liwa Raih Beasiswa Kedokteran Gigi Unsyiah

Kalau dikumpulkan, duit 1 persen dari 42 kepala sekolah itu sudah bisa bikin usaha bakso revitalisasi cabang 3 benua, lengkap dengan hadiah kupon:

“Makan 10 mangkok, dapat brosur modus penipuan terbaru.”

Dan yang paling absurd:

“Mereka pakai uang pribadi.”

Weh … mantap.

Baru tau saya, ternyata kepala sekolah zaman sekarang punya keahlian. Transfer dulu, mikir belakangan.

Padahal orang normal kalau keluar duit pribadi itu minimal ada ritual:

  1. Ciri-ciri mencurigakan,
  2. Bisik-bisik batin,
  3. Tanya grup WA alumni,
  4. Cari tanda-tanda alam,
  5. Cek Google,
  6. Baru bayar.

Lah ini?

Kayak lihat flash sale jam 12 malam—langsung beli, besok baru sadar, “Loh kok isinya cuma angin?”

Sebagai kepala sekolah, mestinya mereka itu koki utama logika di sekolah, yang ngajarin murid cara berpikir kritis.

Tapi begitu ada oknum ngaku kementerian, logika mereka auto hilang kayak sendal jepit pas shalat Id.

Mungkin selama ini mereka stres gara-gara wacana efisiensi anggaran, jadi begitu ada yang janjiin proyek, langsung ngegas.

“Aku ikut! Demi menyelamatkan gaji masa depan!”

Baca Juga  Bambang Kusmanto Pasang Lampu Jalan untuk Warga Sukau dan Balik Bukit

Terus soal Bupati…

Pak Bupati, selamat ya, anda dapat hadiah besar. 42 orang untuk diurus sekaligus.

Jumlah itu kalau dinilai dengan ukuran antrean pemerintahan, sudah seperti hari pertama PPDB: panjang, ribut, dan penuh wajah penyesalan.

Bapak pasti pusing mikir, “Kepala sekolah kok mudah sekali percaya orang asing?”

Karena biasanya musuh pendidikan itu adalah bullying, narkoba, putus sekolah.

Eh ini muncul musuh baru, janji manis 1 persen, dan alasan “ada aktor intelektual”.

Heh, udah jelas itu cuma shield buat nutupin kenyataan pahit.

Yang bener adalah:

Mereka ngiler.

Mereka tergoda.

Mereka FOMO.

Takut ketinggalan proyek, takut teman-temannya dapat, takut sekolah mereka nggak ikut revitalisasi.

Kalau jujur mungkin dialognya kayak gini:

“Kenapa setor?”

“Ya siapa tahu bener … kan lumayan kalau dapat proyek.”

Nah, ini dia bumbu utamanya, ngarepin untung cepat, logika jadi lemot.

Kalau diumpamakan logika mereka, sudah bukan lemot lagi … itu buffering seumur hidup.

Saya bayangin murid-murid melihat berita ini sambil geleng-geleng.

Baca Juga  BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”

“Pak … Bu … bukannya Bapak/Ibu yang ngajarin kami soal kehati-hatian? Kok gampang banget klik transfer?”

Gila nih.

Bisa-bisa nanti ada pelajaran baru: Literasi Digital untuk Kepala Sekolah – Modul Anti Ketipu 101.

Dan tolong ya, lain kali kalau ada program pemerintah model “setor dulu”, itu udah jelas bukan program revitalisasi, tapi program Revitalisasi Dompet Oknum + Revitalisasi Penyesalan Massal.

Lain kali, jangan langsung percaya. Bener-bener dicek dulu. Kalau perlu, ceknya sampai tiga babak: cek surat, cek kementerian, cek akal sehat.

Kalau akal sehat tidak tersedia, ya jangan transaksi dulu.

Karena kasihan murid-murid, nanti mereka bilang, “Pak, Bu… ini kan gampang banget dicek… tinggal browsing aja”.

Aduh, sedih.

Generasi penerus lebih paham daripada pemimpin sekolah.

Akhir kata, semoga kejadian ini jadi titik balik untuk revitalisasi nalar, revitalisasi logika, revitalisasi radar penipuan, karena kalau 42 kepala sekolah bisa kompak ketipu, itu bukan insiden, itu festival ketidakhati-hatian tingkat kabupaten. (*)

Berita Terkait

POP III Lampung Barat Jadi Ajang Persiapan Porprov 2026
Gubernur Mirza Sepatutnya “Bantu” Presiden Prabowo
Menelisik Jejak Kaki-Tangan Dadan Cs di MBG Lampung
Bau Ikan Busuk dari Dapur MBG
Hapkido Lampung Barat Borong 14 Medali pada Try Out Porprov
BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”
Siswi SMAN 1 Liwa Raih Beasiswa Kedokteran Gigi Unsyiah
Dramaturgi Geleng-Angguk MBG

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:30 WIB

Dekatkan Diri dengan Warga, NasDem Tubaba Gelar Program Cukur Gratis

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:28 WIB

Dinsos Tubaba Salurkan Alat Bantu bagi 89 Penyandang Disabilitas dan Lansia

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:46 WIB

830 Mahasiswa UM Metro Jalani KKN dan PLP di Tubaba

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:42 WIB

Pangdam XXI/Radin Inten Tinjau Koperasi Merah Putih di Tubaba

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:32 WIB

DPRD Tubaba Desak Pemkab Tuntaskan Siltap Aparatur Tiyuh dan Gaji ke-13 ASN

Kamis, 2 Juli 2026 - 00:00 WIB

DPRD Tubaba Minta Pemkab Segera Cairkan Siltap Aparatur Tiyuh

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:42 WIB

DPRD Tubaba Soroti Proyek Irigasi Rp48,35 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:38 WIB

Kwarcab Pramuka Tubaba Lantik Pengurus PAW, Fokus Kejar Program Strategis

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Dekatkan Diri dengan Warga, NasDem Tubaba Gelar Program Cukur Gratis

Jumat, 10 Jul 2026 - 20:30 WIB

Tulang Bawang Barat

Dinsos Tubaba Salurkan Alat Bantu bagi 89 Penyandang Disabilitas dan Lansia

Jumat, 10 Jul 2026 - 20:28 WIB

Tulang Bawang Barat

830 Mahasiswa UM Metro Jalani KKN dan PLP di Tubaba

Jumat, 10 Jul 2026 - 13:46 WIB

Tulang Bawang Barat

Pangdam XXI/Radin Inten Tinjau Koperasi Merah Putih di Tubaba

Jumat, 10 Jul 2026 - 13:42 WIB