Lampung Timur (Netizenku.com): Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, Ketut Erawan, menggelar kegiatan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila di Desa Bale Rejo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur pada Minggu, 13 Agustus 2023. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga Pancasila sebagai Ideologi Negara.
Ketut Erawan bekerja sama dengan dua narasumber berpengalaman, yaitu Tulus Purnomo dan Edi Rusdianto, yang juga mantan anggota DPRD Provinsi Lampung. Mereka menyampaikan materi yang berfokus pada nilai-nilai Pancasila dan peran pentingnya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Ketut Erawan mengingatkan masyarakat untuk senantiasa merawat dan menjaga Pancasila, terutama di tengah tahun politik. Beliau menyadari bahwa perbedaan pandangan dalam pemilihan dapat memicu perpecahan di masyarakat, bahkan di dalam lingkungan keluarga. Oleh karena itu, Ketut Erawan menekankan pentingnya berbeda pilihan tanpa saling menjatuhkan satu sama lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tahun politik seperti saat ini sangat riskan dan rawan akan timbulnya perpecahan di tengah masyarakat karena berbeda pilihan. Perbedaan dalam memilih merupakan hal yang wajar, asalkan jangan saling menjatuhkan satu dengan yang lain,” ujarnya.
Ketut Erawan juga menekankan bahwa masyarakat harus benar-benar memahami lima sila yang terkandung dalam Pancasila agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak luar yang berupaya menciptakan perpecahan akibat perbedaan. “Jika masyarakat mengamalkan lima sila yang terkandung dalam Pancasila, mereka akan lebih kuat dan tidak mudah terprovokasi,” tambahnya.
Pancasila telah terbukti menjadi dasar bagi bangsa Indonesia yang majemuk, mengedepankan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan perbedaan, dan memungkinkan bangsa ini tetap bersatu meskipun memiliki beragam perbedaan budaya, agama, dan suku. Dalam suasana tahun politik, upaya seperti yang dilakukan oleh Ketut Erawan menjadi sangat relevan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. (Luki)








