Kemenparekraf akan Saksikan Perhelatan Tubaba Art Festival ke-8

Leni Marlina

Selasa, 30 Juli 2024 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Tubaba Art Festival Semi Ikra Anggara bersama seniman manca negara menggelar kegiatan jumpa pers, terkait kegiatan Tubaba Art Festival ke-8 yang akan di gelar pada 1-3 Agustus 2024 di Cafe Nughik Space, Selasa (30/7). (Arie/NK)

Direktur Tubaba Art Festival Semi Ikra Anggara bersama seniman manca negara menggelar kegiatan jumpa pers, terkait kegiatan Tubaba Art Festival ke-8 yang akan di gelar pada 1-3 Agustus 2024 di Cafe Nughik Space, Selasa (30/7). (Arie/NK)

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Direktorat Event Daerah Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Reza Pahlevi, dijadwalkan akan mengunjungi Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) guna menyaksikan langsung perhelatan Tubaba Art Festival ke-8, yang akan dilaksanakan di Kota Budaya Uluan Nughik, dan Las Sengok, pada 1-3 Agustus 2024 mendatang.

Selain untuk menyaksikan kegiatan kesenian ala Tubaba itu, Reza Pahlevi juga akan memberikan sambutan, sekaligus memberikan penghargaan Karisma Event Nusantara (KEN) kepada Kabupaten Tubaba.

Direktur Tubaba Art Festival Semi Ikra Anggara mengungkapkan, Tubaba Art Festival merupakan gelaran tahunan warga Tubaba, hingga pelaksanaannya yang ke-8, festival ini setiap tahun rata-rata dikunjungi oleh 3 ribuan penonton yang hadir dari berbagai wilayah di Provinsi Lampung dan Pulau Jawa. Pluralitas kesenian yang ditampilkan dan sejumlah program turunannya menjadikan festival ini menjadi pilihan tepat bagi wisata pendidikan dan keluarga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

TAF 8 tahun ini, lanjut dia, mengangkat tema “Festivity from the kitchen” terdiri dari karya pameran seni rupa, pertunjukan tari, teater, pertunjukan musik dan berbagai workshop seperti workshop sastra, workshop menganyam tiqew, workshop kuliner, workshop keramik, bazar UMKM dan lainnya.

Baca Juga  TP PKK Lampung Canangkan Desa TAPIS di Tubaba, Perkuat Pemberdayaan Keluarga

“Selain akan dihadiri langsung pejabat kementerian, event tahunan ini juga dijadwalkan akan dihadiri Penjabat Gubernur Lampung, Pj Bupati Tubaba, dan Dirjen Kebudayaan Dr Hilmar Farid,” ungkapnya.

Dia melanjutkan perhelatan Tubaba Art Festival ke-8 merupakan bagian dari platform Karisma Event Nusantara (KEN), Kemenparekraf RI. Pembukaan kegiatan ini akan digelar di Ampi Teater Uluan Nughik dengan menampilkan Tari Nenemo, tari kreasi anak dan remaja “Celebrating the Recipes”, Gitar Klasik Lampung Tiyuh Gunung Katun dan pidato kebudayaan oleh Dirjen Kebudayaan, Dr Hilmar Farid.

“Pada venue yang berbeda (halaman Studio Keramik) Teater Anak akan mementaskan “Pulang ke Dapur Ibu”, rangkaian acara ditutup makan malam bersama “Nyeruit Jejamo”,” ulasnya.

Sejak hari pertama, kata dia, pengunjung bisa menyaksikan pameran seni rupa “Palestine Art Care”, sebuah pameran sebagai solidaritas bagi masyarakat Palestina. Kemudian, pameran seni rupa “Kitchen”, pameran keramik Tanoh Nughik.

“Seniman residensi dari Cengdu (China), Sirun Chen berkolaborasi bersama kelompok ibu pengrajin Tikew dari Tiyuh Gedung Ratu menciptakan instalasi Gigantik di muka venue festival,” ulas Semi.

Baca Juga  Tubaba Gandeng Tel-U, Sulap Sampah dan ZISWAF Jadi Kekuatan Ekonomi Berbasis AI

Selanjutnya, pada hari kedua akan dipentaskan Site Spesific Dance/Performance bertajuk “Krakatoa: Boom; Homecoming; Cycle Chaos” di Las Sengok, Tiyuh Karta. Pertunjukan ini merupakan showcase seniman residen berkolaborasi dengan seniman Indonesia di antaranya: Kelompok Sanggar Pakem (Indonesia), Jhon Heryanto (Indonesia), Kitamari (Jepang), Wendi Wu (China), Tassakorn Seepuan (Thailand), Kurt D. Petterson (Amerika Serikat) Isvhara Devati (Indonesia), Edhitya Rio ( Indonesia), Lawe Samagaha (Indonesia) dan Widiasari ( Indonesia).

“Dikuratori Taufik Darwis, pertunjukan ini merespon fenomena generatif Krakatau sebagai satu simbol yang merepresentasikan hubungan Lampung dengan Dunia. Tidak sekedar dipahami sebatas lokasi, melampaui itu, Krakatau adalah spirit yang terus tumbuh. Fenomena generatif krakatau adalah metafora yang tepat pada diri setiap subjek pelaku penciptaan pun sebagai metafora kerja kebudayaan: kediaman, gejolak, ledakan, kehancuran, lalu tumbuh menjadi bentuk yang baru secara terus menerus,” kata dia.

Seperti biasa, pada hari terakhir akan digelar workshop publik, di antaranya workshop penulisan puisi bersama Nisa Rengganis (Cirebon), workshop menganyam Tikew bersama ibu-ibu pengrajin Tikew dari Tiyuh Gedung Ratu dan workshop keramik bersama Baskoro Wicaksono (Metro), sementara Lampung Literature menggelar Brew Puisi dan mengajak setiap orang membacakan puisi hasil tulisannya sendiri. Seniman Sirun Chen juga direncanakan menampilkan satu nomor performance art bersama sejumlah seniman kolaborator.

Baca Juga  Bapenda Tubaba Genjot PAD 2026 Lewat Digitalisasi dan Jemput Bola

“Festival ini akan ditutup pada tanggal 3 Agustus, malam hari, dengan sejumlah rangkaian acara: pemutaran film dokumenter “Festivity From The Kitchen”, pertunjukan musik amal untuk Palestina dengan menghadirkan sejumlah musisi, mereka adalah: kelas musik Sekolah Seni Tubaba, Panji Sakti (Bandung), Sir Dandy (Bandung), Anggun Priambodo (Jakarta) dan Zeke Khaseli (Jakarta),” ungkapnya.

Para penonton dipersilahkan menentukan harga tiket/donasi pertunjukan, seratus persen hasil tiket/donasi diserahkan bagi masyarakat Palestina melalui kedutaan besar Palestina di Jakarta. Meskipun panitia menyiapkan kotak donasi di meja resepsionis, panitia menyarankan para penonton atau calon donatur memberikan sumbangan secara langsung yang ditujukan ke rekening kedutaan besar Palestina: 123 00 00101222 a/n Embassy of The State of Palestine (Bank Mandiri).

“Kita menjalankan kesenian untuk merawat kemanusiaan, semoga hasil racikan dari dapur Tubaba bisa sampai ke dapur-dapur di Palestina,” pungkasnya. (Arie)

Berita Terkait

Kwarcab Tubaba Buka KMD Angkatan X 2026, 75 Peserta Disiapkan Jadi Pembina Pramuka Berkualitas
Ribuan Warga Tubaba Salat Istisqa, Doakan Hujan Segera Turun
Pemkab Tubaba Cari Formula Pembiayaan Siltap Aparatur Tiyuh di Tengah Keterbatasan Fiskal
Pemkab Tubaba Diminta Perketat Penganggaran Belanja Hibah dalam APBD 2027
TP PKK Lampung Canangkan Desa TAPIS di Tubaba, Perkuat Pemberdayaan Keluarga
Pengurus Baru Pramuka Tulang Bawang Udik Resmi Dilantik, Ini Pesan Tegas Ketua Kwarcab Tubaba
Sekda Tubaba Tekankan Ketelitian Belanja Hibah dalam Penyusunan APBD 2027
DPRD Tubaba Sahkan Raperda APBD-P 2026, Busroni Tegaskan Pengawasan Tak Berhenti di Paripurna

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Batin Wulan Dorong Percepatan Sertifikasi Halal bagi UMKM Lampung

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:33 WIB

PERABOI Gelar Bakti Sosial Deteksi Dini Kanker Payudara di RSUDAM

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:36 WIB

DPRD Lampung dan Disnaker Lampung Siap Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI

Rabu, 30 September 2026 - 22:10 WIB

Wagub Jihan Siap Dukung Pengembangan Program Sastra di Lamban Sastra Isbedy

Rabu, 30 September 2026 - 16:46 WIB

Wagub Jihan Dorong Modernisasi Pertanian untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Rabu, 30 September 2026 - 16:03 WIB

Marindo Lantik Djohan Lius sebagai Kepala Dinas Kesehatan Lampung

Rabu, 30 September 2026 - 15:36 WIB

Sekdaprov Lampung Dorong Penguatan PPID dan Pemanfaatan Media Sosial untuk Keterbukaan Informasi

Berita Terbaru