oleh

Kalau Tidak Jadi Polisi, Ya Jadi Dokpol

Bandarlampung (Netizenku.com): Dunia anak menjadi masa penuh keceriaan dan suka cita. Belajar, bermain dan berkreasi adalah warna-warni yang membikin corak masa kanak-kanak sarat cerita.

Itu juga yang dialami Nabila Ayu Ramadhianty. Anak bungsu dari dua bersaudara buah hati pasangan Tedi Septiadi dan Merry Susanti, ini juga tak pernah lepas dari keceriaan.

Ditambah lagi siswi kelas satu Sekolah Dasar Baitul Janah itu, semenjak bocah memang sudah dikenal berpembawaan lincah. Bahkan cenderung aktif dan selalu ingin mencoba hal-hal baru.

Baca Juga  Bawaslu Beri Pelatihan Tata Cara Pengaduan Pemilu, Pileg dan Pilpres

\”Berbeda dengan pembawaan kakaknya yang lebih kalem. Kalau Nabila memang lebih hiperaktif,\” terang Merry Susanti tentang anak bungsunya itu kepada Netizenku.com, Jumat (27/4).

Sikap luwes tersebut memang tampak dari sikap Nabila yang cepat akrab dan komunikatif. Itu terlihat saat bocah yang tinggal di Perum Bukit Kemiling Permai, Bandarlampung, ini menceritakan ketertarikannya tehadap polisi. \”Polisi keren. Aku nanti kepingin jadi Polwan,\” ucapnya kenes.

Baca Juga  Alumni SMPN 1 Kasuy Peduli Sesama

\"\"

Nabila menambahkan, saking kagumnya ia pernah beberapakali mengajak polisi lalu lintas untuk foto selfie. \”Iya, di pinggir jalan ketemu sama Pak Polisi dan Bu Polisi, aku ajak foto bareng,\” timpalnya.

Saking demennya dengan polisi, Nabila mengaku kalau pun tidak jadi polisi dia menginginkan menjadi dokter. \”Tapi dokter polisi. Biar bisa ngobatin Bapak-Ibu polisi kalau pada sakit,\” sergahnya serius. \”Pokoknya kalau nggak jadi polisi, ya jadi dokpol,\” sambungnya.

Baca Juga  Ketua RAPI Way Kanan Dilantik

Saat ditanya arti \’dokpol\’ yang dimaksudnya, Nabila segera menjawab, \”Dokpol itu ya dokter polisi,\” pungkasnya seraya tertawa lebar. (Reni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *