Jurnalisme di Persimpangan

Agis Dwi Prakoso

Minggu, 30 Juni 2024 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. (Foto: Mandarnesia)

Ilustrasi. (Foto: Mandarnesia)

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”

Saya mengawali tulisan ini melalui kutipan legendaris sastrawan Indonesia, Pramoedya Ananta Toer. Lewat “Tetralogi Pulau Buru” yang ditulisnya, hal macam membaca, berdiskusi dan menulis jadi rutinitas saya selama 15 semester di bangku perkuliahan.

Kurang lebih 7 tahun lalu, saya memutuskan dan berkesempatan menjadi reporter di salah satu surat kabar, Lentera Swara Lampung namanya. Kuliah jurusan Bimbingan Konseling Islam kemudian berkeinginan menjadi jurnalis, jelas pemikiran saya sangat dipengaruhi oleh Pram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski kru redaksi kerap mencandai surat kabar ini sebagai koran gurem, idealisme pemberitaan menjadi acuan saat ‘lakon’ dimainkan. Pada 2015 misalnya, El Shinta, seorang jurnalis perempuan menyabet Penghargaan Saidatul Fitriah saat masih berseragam Lentera Swara Lampung.

Kala itu tulisan berseri yang dibuat El Shinta tentang dugaan adanya aliran sesat di Pondok Pesantren Nurul Ulum, Kemiling, Bandarlampung ditetapkan sebagai pemenang Penghargaan Saidatul Fitriah.

Terlepas dari narasi di atas, saya boleh bilang Lentera Swara Lampung cukup ketat dalam persaingan isu dengan media lainnya. Sebab, persaingan isu pemberitaan hanya seperti formalitas belaka saat ini, lebih ke siapa yang pertama memberitakan apa.

Arus informasi yang begitu deras jadi faktor utama perilaku “siapa cepat” dalam konteks pemberitaan, di mana tiap orang yang memiliki gadget menjadi sasaran pemberitaan.

Di sisi lain, Dewan Pers selaku lembaga yang dibentuk untuk mengembangkan kemerdekaan, meningkatkan kualitas serta kuantitas pers nasional, bisa dibilang abai terhadap pertumbuhan media online di Indonesia.

Berdasarkan googling, Di Lampung saja ada ribuan website media online yang jumlahnya tidak diketahui pasti. Tidak masalah sebenarnya dengan jumlah tersebut, menjadi masalah jika seseorang tanpa ilmu jurnalistik mengatasnamakan pemilik atau reporter dari suatu media. Terciptalah media yang sarat kepentingan pribadi/kelompok tanpa mempertimbangkan urgensi pemberitaan.

Hal tersebut tentu menurunkan kualitas pemberitaan. Puluhan reporter di sebuah job desk yang sama semisal, cukup sering mewartakan hal serupa. Reporter cenderung ambil angle tercepat dan mengenyampingkan penggalian informasi. Kecenderungan takut mempertanyakan persoalan sensitif pun sudah menjadi pemandangan biasa.

Saya yang masih aktif di lapangan, terkadang menemukan reporter yang hanya bermodal agenda pejabat. Padahal aspek sosial selalu menyajikan isu menarik apabila dikaji secara mendalam.

Tinggal mau jadi seperti apa? Sebab seorang jurnalis adalah apa yang ia tulis. Terpelajar seperti jurnalis harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi perbuatan. (Agis) 

Berita Terkait

Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan
Di Bawah Larangan Kembang Api, Dini Menjajakan Harapan di Ujung Tahun
Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: “Cemomot” dari APBD ke BUMD, Jejak Korupsi Terbuka
Ekonomi Tumbuh, Upah Tertahan: Lampung Kalah Berani dari Sumatera Lain
Tahun Baru di Bawah Bayang Siklon: Lampung Diminta Waras di Tengah Euforia
Ekonomi Lampung dan Ilusi Stabilitas (Bagian 3in3)
Kadalistik Kebijakan dan Produksi Citra di Lampung (Bagian 2 in 3)
Penghargaan dan Anomali Fiskal Lampung (Bagian 1 in 3)

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 21:03 WIB

Pemkab Pesawaran Anggarkan Dana untuk Rehabilitasi Gedung DPRD

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:18 WIB

Takbir Keliling Dilarang di Jalan Protokol, Pemkab Pesawaran Imbau Warga

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:04 WIB

Pemkab Pesawaran Gelar Musrenbang RKPD 2027

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:00 WIB

Bupati Nanda Ikuti Rakor Pengamanan Idul Fitri di Polda Lampung

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:56 WIB

TMMD ke-127 di Pesawaran Ditutup, Pangdam II/Sriwijaya Apresiasi Sinergi TNI dan Pemda

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:52 WIB

Bupati Nanda Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026 di Pesawaran

Minggu, 1 Maret 2026 - 07:57 WIB

Berkah Ramadan, NasDem Pesawaran Bagikan 1.000 Takjil

Senin, 2 Februari 2026 - 20:00 WIB

Viral Pelanggaran Etik, NasDem Pesawaran Beri Kesempatan Terakhir untuk TM

Berita Terbaru

Lampung

Ketua DPRD Lampung Tinjau Pengamanan Malam Takbiran

Sabtu, 21 Mar 2026 - 10:03 WIB

PLT Kadis PU-PR Kabupaten Pesawaran, Davit. Foto: Soheh/NK.

Pesawaran

Pemkab Pesawaran Anggarkan Dana untuk Rehabilitasi Gedung DPRD

Kamis, 19 Mar 2026 - 21:03 WIB

Pringsewu

PWI Pringsewu Bagikan Daging dan THR Jelang Lebaran

Kamis, 19 Mar 2026 - 12:14 WIB