Iwan Fals, Kamu Baik-baik Saja?

Redaksi

Minggu, 11 Oktober 2020 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

*Hendri Std

Dulu sewaktu masih SMA saya sangat tergila-gila pada Iwan Fals. Saya makin kesengsem saat dia berkolaborasi bareng Jabo dkk di Swami atau bareng Rendra dan Setiawan Djodi di Kantata Takwa.

Sungguh pilihan kawan yang tepat menurut saya. Yang membikin jati diri Iwan makin kentara. Pokoknya….ukh, saya tambah kagum akan keberpihakannya pada kaum lemah, golongan tertindas. Sangat kagum, malah. Tapi itu dulu. Dulu banget.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lantas bagaimana kabar Iwan Fals sekarang? Jujur saja sudah beberapa tahun terakhir saya kurang tertarik mengikuti sepak terjangnya. Disamping memang tak ada hal baru darinya, selain kedekatannya terhadap istana. Yah, bebas saja. Iwan mau berakrab-ria dengan siapa pun itu haknya. Saya hargai itu. Lagi pula saya hanya satu dari jutaan penggemarnya. Sebatas sebulir  buih ombak di lautan.

Tapi tanpa dinyana, perhatian saya mendadak tersedot kembali ke Iwan Fals belakangan ini. Itu bukan lantaran ada lagu barunya yang mengkritisi penguasa seperti lagu-lagu khas ‘pemberontakannya’ dahulu kala.

Baca Juga  Sekolah Ruang Strategis Literasi Keuangan, Dari Uang Saku untuk Masa Depan

Lagi pula saya menyimpan keraguan kalau Iwan Fals masih punya kemampuan sekaligus kepekaan jernih untuk bisa membuat lagu-lagu semacam itu lagi. Dan memang terbukti sudah sekian waktu tak ada lagi “nada sumbang” yang ditujukan ke penguasa olehnya.

Kali ini perhatian saya justru tertuju pada cuitan di akun twitternya terkait kisruh Omnibus Law. Begini deretan celotehnya;

\”Demo omnibus law lawannya keputusan sah, tentara dan polisi, yg paling serem ya pandemi. Ati2 ah.”

Pada cuitan dihari Selasa (6/10/2020) itu, saya masih bisa menerima kekhawatiran Iwan pada keselamatan para pendemo. Masih ada nuansa simpatinya terhadap ‘parlemen jalanan’.

Sebaliknya, saya agak tercekat saat membaca cuitan Iwan dihari berikutnya. “Gini lo, klo mati sendiri ya silahkan sajalah, tapi klo \”ngajak2\” orang lain nah ini yg berabe, orang lain kan berhak hidup, iye kan kan kan kan. Selamat hari rabu semoga semakin seru hidupmu dan tambah bahagianya tentu saja. Sayangi diri, orang lain dan keluargamu.”

Ulala…saya terkaget-kaget menyimak ucapan seorang maestro yang pernah menyuarakan lagu “Bongkar” dan “Paman Doblang” ini.

Baca Juga  Rp42,3 Miliar Disiapkan, 15 Ruas Jalan di Tubaba Mulai Digarap Akhir Agustus

Saya tertarik akan spirit cuitannya. Nih, Iwan Fals sedang ngomelin siapa. Meradang pada langkah para pendemokah, yang turun ke jalan dikala pandemi?

Atau tudingannya justru di arahkan kepada pemerintah yang telah menggelindingkan RUU Cipta Kerja sambil berpesan ke DPR RI untuk “SEGERA” diproses. Dan ternyata gayung bersambut. Bahkan seakan tidak ingin mengecewakan pengorder, DPR RI benar-benar bekerja sigap.

Saking cepatnya, malah terkesan kelewat kebelet, mensahkan UU Cipta Kerja di tengah pandemi, disaat angka terinfeksi menyentuh 4 ribu kasus per hari. Pada situasi kebelet itukah Iwan Fals mengarahkan omelannya?

Setelah saya runut, agaknya cuitan Iwan Fals pada 7 Oktober 2020 itu, lebih diarahkan kepada para pendemo. Owalah, Iwan sedang meradang ke mahasiswa, buruh dan pelajar yang turun ke jalan kiranya.

Duh, kalian para pendemo, mestinya dengar ucapan Sang Idola ini, deh. Jangan suka ajak-ajak orang untuk mati barengan. Klo sudah bosan hidup dan kepingin migrasi ke alam baka, ya berangkat aja sendiri!

Baca Juga  Bukan Sekadar Bantuan, Tubaba Bangun Ekosistem Usaha Warga dari Modal hingga Perlindungan

Tadinya saya masih berharap akan ada cuitan Iwan Fals yang fair. Setidaknya berimbanglah. Klo para pendemo ‘disemprit’, saya berharap Iwan juga mempersoalkan timing pengesahan Omnibus Law.

Kok, bisa-bisanya pemerintah meminta pembahasan dan pengesahan UU Cipta Kerja disaat suasana kritis Covid-19 seperti sekarang.

Kok, DPR RI juga seakan kehilangan kepekaannya untuk mensinyalir keputusan mereka bakal menangguk kontra dan berpotensi memicu orang-orang (terutama buruh) turun ke jalan.

Atau semua itu memang sengaja dipinggirkan alias tak digubris, lantaran merasa kekuatan politik penguasa sudah tak tertandingi?

Saya menunggu-nunggu cuitan Iwan Fals yang menyoroti perkara itu. Tapi apa mungkin akan ada cuitan semacam itu dari Sang Legend di saat sekarang? Saya kok pesimis.

Andai Rendra masih ada. Saya juga kepingin tahu bagaimana penilaian almarhum si “Burung Merak” terhadap sikap kawan kolaborasinya itu.

Sebatas ini saya makin paham bedanya Cinta Tanah Air dan Cinta Penguasa.(*Pimum Suratkabar Harian Lentera Swara Lampung)

Berita Terkait

Gubernur Lampung Perkuat Operasi Terpadu Tangani Karhutla
Tubaba Nihil PHK Semester I 2026, Disnakertrans Siapkan Tim Monitoring ke Perusahaan
32 Pramuka Tubaba Siap Bawa Nama Daerah ke Jambore Nasional XII 2026
Tubaba Gandeng ATR/BPN Integrasikan Data Pertanahan, Bidik Optimalisasi PAD
Sekolah Rakyat Tubaba Siap Dibangun, 2.520 Anak Keluarga Kurang Mampu Bakal Dapat Pendidikan Gratis
Tubaba Masih Nol Kasus PMK, Tapi Vaksinasi Ternak Baru Capai 30 Persen
Tubaba Gandeng Tel-U, Sulap Sampah dan ZISWAF Jadi Kekuatan Ekonomi Berbasis AI
Bukan Sekadar Bersih, Tubaba Ingin Ubah Kebiasaan Pelajar Peduli Lingkungan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:24 WIB

PAD Tubaba Digenjot, Aset Daerah dan Pajak Mulai Dioptimalkan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:24 WIB

HUT ke-25, Demokrat Tubaba Hadir Lewat Aksi Nyata di Tengah Masyarakat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Bupati Tubaba: Hilangkan Sekat, Satukan Komando untuk Percepat Pembangunan

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Bupati Tubaba: Disiplin Kunci Raih Cita-cita

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:23 WIB

Naik Vespa Bersama Komunitas Motor, Bupati dan Wakil Warnai Upacara HUT ke-81 RI di Tubaba

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:06 WIB

Bupati-Wabup Tubaba Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Kapolres Tubaba Sambangi Kejari, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Targetkan Rp50 Miliar Berputar di Tiyuh, Tubaba Genjot Permodalan Lewat TubabaQ Berdaya

Berita Terbaru

Lampung

PTPN I Kirim 17 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di NTT

Jumat, 28 Agu 2026 - 22:07 WIB

Bandarlampung

PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP

Jumat, 28 Agu 2026 - 17:20 WIB

E-Paper

Lentera Swara Lampung | 166 | Jumat, 28 Agustus 2026

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:53 WIB

Lampung

Lampung Dorong Produk Desa Tembus Pasar Ekspor

Kamis, 27 Agu 2026 - 19:26 WIB