Hanya Rumah Tuhan Ini yang Tersisa, Sekarang Warga Cari \’Harta Karun\’

Redaksi

Selasa, 24 Juli 2018 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Penggusuran Pasar Griya Sukarame akhirnya berakhir. Penggusuran pada Selasa (24/7) ini, merupakan kali kedua setelah penggusuran yang dilakukan pada Jumat (20/7) lalu.

Perlawanan yang dilakukan oleh warga dan para aktivis mahasiswa pun tak dapat membendung massa dari aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang mengawal 2 mesin ekskavator.

Bentrok pun tak dapat dihindarkan, berdasarkan pantauan Netizenku.com, ada sekitar 5 orang warga yang pingsan akibat peristiwa ini.

Baca Juga  Marindo Buka Evaluasi Pembinaan Bahasa Indonesia, Enam Lembaga Raih Apresiasi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah puluhan rumah diratakan dengan tanah, pemerintah kota masih menyisakan bangunan mushalla. Entah karena memang diniatkan, atau pemerintah tak ingin mendapatkan kecaman akibat merubuhkan tempat ibadah.

Pasca penggusuran yang menguras tenaga, warga masih telaten mencari barang-barang yang sekiranya masih bisa dimanfaatkan. Puing yang telah rata dengan tanah pun dibongkar secara perlahan, berharap menemukan \’harta karun\’.

Baca Juga  Perubahan KUA-PPAS 2026 Pringsewu Disepakati, Belanja Daerah Naik Jadi Rp1,195 Triliun

Menanggapi penggusuran ini, Asisten II Pemkot Bandarlampung, Pola Pardede mengaku telah menyiapkan rumah susun bagi warga yang bersedia tinggal

\”Kami sudah siapkan rumah susun di daerah Ketapang. Warga yang mau, boleh tinggal di sana,\” kata dia di lokasi.

Sementara itu, salah seorang warga, Mu\’ad mengaku bingung harus tinggal dimana. Menurut dia pernyataan pemerintah hanyalah jualan semata, karena pernyataan tersebut tidak pernah disampaikan kepada warga Pasar Griya.

Baca Juga  Gubernur Lampung Perkuat Operasi Terpadu Tangani Karhutla

\”Kami bingung mau tinggal dimana. Kalau pemerintah bisa saja ngomong begitu, tapi saya pastikan hal tersebut tidak pernah disampaikan kepada kami di sini,\” tegasnya.(Agis)

Berita Terkait

Marindo Buka Evaluasi Pembinaan Bahasa Indonesia, Enam Lembaga Raih Apresiasi
Abu Vulkanik Krakatau Ancam Siswa, Syukron Desak Sekolah Libur Sementara
Seminar Al-Aqsha di Lampung Dorong Generasi Muda Temukan Peran Nyata untuk Palestina
Perubahan KUA-PPAS 2026 Pringsewu Disepakati, Belanja Daerah Naik Jadi Rp1,195 Triliun
Gubernur Lampung Perkuat Operasi Terpadu Tangani Karhutla
Tubaba Nihil PHK Semester I 2026, Disnakertrans Siapkan Tim Monitoring ke Perusahaan
BPBD Padamkan Kebakaran TPA Bakung Teluk Betung Barat
32 Pramuka Tubaba Siap Bawa Nama Daerah ke Jambore Nasional XII 2026

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Demokrat Lampung Siapkan Muscab, Edy Irawan Bidik Kursi Pimpinan DPRD

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Tim Mini Soccer PWI Lampung Menang 7-1 dalam Tiga Laga Trofeo

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:52 WIB

RSUDAM Lampung Pertama Kali Lakukan Tindakan Neurointervensi DSA

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Yusnadi Minta KNKT Investigasi Menyeluruh Insiden KMP Batumandi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Hadiri Wisuda ke-76 UBL, Gubernur Mirza Titip Pesan Kepada 539 Lulusan untuk Bangun Lampung

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Pemprov Lampung Arahkan APBD 2027 untuk Hilirisasi dan Pemerataan Pembangunan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Pertanian Berbasis Desa, Bed Dryer Hasilkan Nilai Tambah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Gubernur Lampung Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026, Salurkan Bantuan untuk Pesantren

Berita Terbaru