Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, kembali menghidupkan tradisi budaya Jawa melalui perayaan Grebeg Suro dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah atau 1 Muharam, Selasa (16/6/2026).
Lampung Selatan (Netizenku.com): Tradisi yang telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan itu berlangsung meriah dengan rangkaian kirab budaya, pertunjukan Reog Ponorogo, serta doa bersama yang diikuti masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan dan keberkahan di tahun yang baru.
Kemeriahan Grebeg Suro tahun ini turut mendapat perhatian Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama yang hadir langsung di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Egi bahkan menyampaikan apresiasi kepada panitia menggunakan Bahasa Jawa sebagai bentuk kedekatannya dengan masyarakat setempat.
“Matur nuwun geh mas, apik acarane,” ucap Egi yang disambut antusias warga.
Egi menilai Grebeg Suro bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga warisan luhur yang mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, rasa syukur, serta penghormatan terhadap akar budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
“Ini acara yang luar biasa. Saya bangga bisa hadir di sini. Saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada masyarakat Desa Sidoharjo. Acara ini menjunjung tinggi karakter budaya sehingga adat istiadat tetap terjaga dan terpelihara,” kata Egi.
Menurutnya, keberlangsungan tradisi tersebut menjadi bukti nyata komitmen masyarakat dalam menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.
“Budaya ini telah diwariskan secara turun-temurun dan berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas masyarakat. Kita harus terus menjaga akar budaya agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Egi mengatakan pelestarian budaya lokal sejalan dengan arah pembangunan daerah yang didorong Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Program Desa Helau.
Menurutnya, salah satu nilai utama dalam konsep Helau adalah unsur “lestari” yang menekankan pentingnya menjaga budaya, tradisi, dan kearifan lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat.
“Di dalam unsur Helau terdapat unsur lestari yang memiliki pesan sangat mendalam. Ini adalah langkah nyata masyarakat dalam menjaga budaya. Harapannya, masyarakat semakin memahami makna yang terkandung di dalam tradisi ini,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan, Egi menyatakan Grebeg Suro Sidoharjo akan diupayakan menjadi agenda tahunan tingkat kabupaten mulai tahun depan.
“Tahun depan kita angkat menjadi event tahunan kabupaten. Kita buat lebih besar lagi agar wisatawan bisa datang ke sini. Saya ingin Way Panji menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan di Kabupaten Lampung Selatan,” tegas Egi.
Ia berharap pengembangan event budaya tersebut dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Pada kesempatan itu, Egi juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi diri dan memperkuat rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan.
“Hari ini jadikan momentum untuk meresapi rasa syukur dan mengevaluasi diri agar tahun depan kehidupan kita menjadi lebih baik lagi. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tentu akan terus mendukung kegiatan-kegiatan budaya seperti ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Grebeg Suro, Khoirulloh Lukmansyah, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia berharap Grebeg Suro tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan identitas budaya Desa Sidoharjo kepada masyarakat luas.
“Saya cuma ingin Desa Sidoharjo lebih dikenal dan kami punya budaya. Kalau kata orang Jawa, ‘wong Jowo sing apik ora lali lan usule’, orang Jawa yang baik tidak pernah lupa asal-usulnya,” ujar Khoirulloh.
Dengan semangat kebersamaan masyarakat dan dukungan pemerintah daerah, Grebeg Suro Sidoharjo berpotensi berkembang menjadi agenda budaya unggulan yang tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga menarik kunjungan wisatawan dan menggerakkan ekonomi masyarakat Lampung Selatan. (*)








