BERBAGI

Bandarlampung (Netizenku.com): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) menginisiasi terselenggaranya diskusi publik yang dikemas dalam Webinar bertema Pilkada Lampung di Era New Normal: Peluang, Tantangan dan Hambatan, dan difasilitasi oleh Rektor, Dr Dalman MPd, berlangsung hingga 3 jam pada Kamis (18/6).

Webinar ini menghadirkan narasumber berkompeten yakni Prof Dr Marzuki Noor M.S yang juga Ketua PWM Provinsi Lampung sebagai Keynote Speaker. Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami SH MH, Dosen Fisip UML, Martharia Putri Tanjung MIP, Dosen Hukum Tatanegara pada Fakultas Hukum Unila, Dr Yusdianto SH MH, mantan Komisioner KPU, Dra Handy Mulyaningsih MSi, serta Dekan Fisip UML, Zulman Barniat MIP dan dimoderatori oleh Dosen Fisip UML, Drs Nur Islam MIP.

Prof Dr Marzuki dalam pemaparannya mengutarakan, Pilkada di masa pandemi saat ini harus tetap mengedepankan kualitas dan bernilai lebih, bagaimana tetap menjalankan Pilkada dengan nilai keislaman, berkontribusi baru dalam suasana yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Pilkada secara scientis menuju pemenuhan hak-hak demokratis, dengan jaminan keamanan dan kesehatan baik penyelenggara maupun masyarakat sebagai konstituen. Karena mau tidak mau pandemi ini berimplikasi pada kebijakan nasional, serta WHO dan seluruh negara mengaktifkan status tanggap darurat secara maksimal,” urainya.

Ia juga menekankan pada Pilkada yang akan terselenggara pada situasi new normal, dapat diwujudkan sesuai harapan. Sesuai Fitrah dan berkemajuan dalam Pilkada yang luber. Jika hal ini sudah berjalan maka kemurnian dalam Pilkada akan tercapai dan seluruhnya bersumber dari Allah SWT.

Menurutnya terdapat 5 hal tantangan yang kemudian menjadi peluang dalam pelaksanaan Pilkada yakni; Memastikan hak politik masyarakat terpenuhi dengan tetap mengikuti protokol kesehatan dan ekonomi dalam Pilkada; Di era new normal tetap sesuai fitrah; Penyelenggara menggunakan APD sebagai penerapan protokol kesehatan; Memastikan mampu menggunakan IT; dan Menerapkan standar Pilkada di era pandemi.

Sementara, Erwan Bustami memastikan pelaksanaan Pilkada yang semula dijadwalkan 23 September 2020, diundur menjadi 9 Desember 2020, akan digelar sesuai dengan ketentuan dan protokol kesehatan selama pandemi ini berlangsung, hingga tingkan TPS, jumlah pemilih maksimal 500, perluasan lokasi TPS, penyelenggara menggunakan masker dan menyiapkan sarung tangan.

“Pemilih nantinya tidak akan menyelupkan tangan ke dalam tinta seperti pemilu lalu, melainkan kami menyiapkan alat untuk meneteskan tinta ke jari pemilih,” katanya.

Selain itu pihaknya juga telah mengatur bagaimana prosedur kampanye baik tatap muka maupun melalui media, serta tetap berkoordinasi dengan tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Lampung untuk memantau perkembangan pandemi bencana non alam tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengakomodir penyampaian Handy Mulyaningsih yang mewanti-wanti penyelenggara untuk tetap menjaga kesehatan dan penyediaan vitamin sebagai penambah daya tahan tubuh, sehingga tidak ada kekhawatiran baru penularan Covid-19 cluster Pilkada nantinya.

Sementara, Yusdianto menekankan perlunya electoral justice atau keadilan Pemilu, bagaimana Pilkada berjalan sesuai prosedur dengan mengakomodir persoalan Covid-19, bagaimana Pilkada sukses sebagaimana mestinya. Tetap menjamin kesehatan penyelenggara, pemilih, dan dapat meyakinkan pemilih untuk ikut berpartisipasi.

Disampaikan pula oleh Martharia, mengenai hambatan dan tantangan yang Pilkada di masa pandemi diantaranya; pemanfaatan teknologi informasi, keterbatasan akses jaringan internet, memastikan pelaksanaan protokol kesehatan, ketersediaan anggaran dan regulasi Pilkada.

Diakhir diskusi, Zulman berharap melalui Pilkada yang akan diselenggarakan Desember mendatang dapat menghasilkan pemimpin yang amanah, bijak, dan memberikan perlindungan ke masyarakat.

Rektor UML juga sangat mengapresiasi terselenggaranya diskusi publik melalui daring tersebut, ia berharap hasil diskusi dapat bermanfaat bagi seluruh peserta dan ke depan dapat kembali menghadirkan diskusi lain dengan tema yang semakin menarik. (Leni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here