BERBAGI
Yusak membawa buah tangan untuk para 'tuan rumah'. (Foto: Agis)

Bandarlampung (Netizenku): Pernah terbayang ada ‘kampung kera” di tengah Kota Bandarlampung? atau pernah terlintas di benak pembaca ada kawanan kera liar yang demen petantang-petenteng kayak centeng dan kalau lagi naik pitam suka acak-acak atap rumah warga, tapi herannya si pemilik rumah tak balik berang. Hubungan keduanya, warga-kera, itu mirip judul lagu melankolis, benci tapi rindu!

Kalau masih kurang yakin ada tempat semacam itu di kota metropolis Tapis Berseri ini, tengok saja ke Jalan Ir H. Juanda, Sarijo, Tirtosari, yang letaknya hanya sepelemparan batu dari komplek perkantoran Pemerintahan Kota Bandarlampung.

Dari kantor walikota itu, dengan berkendara cukup hitungan menit saja untuk bisa sampai di sarang makhluk yang menurut teori Darwin dulunya merupakan nenek moyang manusia tersebut.

Setelah menyusuri jalan tadi, nanti ada sebuah gapura sederhana bakal menyambut para pengunjung, sekaligus penanda segera memasuki ‘perkampungan’ yang menjadi habitat bagi sekawanan kera ekor panjang. Orang menyebut tempat ini sebagai hutan kera. Siap-siap saja menemui berbagai sensasi yang boleh jadi akan memberi kesan tersendiri.

Bahkan bagi pengunjung yang kurang waspada, bisa dibuat terkejut bukan kepalang sesaat menjejakkan kaki di sana, lantaran langsung dikerjai oleh hewan-hewan yang memang dikenal suka iseng itu.

Di tempat ini terhampar lokasi eksotis di tengah Kota Bandarlampung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here