Indonesia Financial Group (IFG) melalui IFG Progress secara aktif berkomitmen untuk meningkatkan literasi industri keuangan non-bank (IKNB) khususnya perasuransian di Indonesia, melalui berbagai program edukasi seperti Campus Visit untuk memperkuat ekosistem industri keuangan non bank di kalangan Gen Z.
Bandarlampung (Netizenku.com): Pada bulan Mei 2025 lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, dalam survei itu, indeks literasi industri keuangan non bank (IKNB) khususnya perasuransian, masih membutuhkan perhatian yang amat besar, baik dalam hal literasi maupun inklusinya.
Dalam survei itu, persentase indeks literasi perasuransian berada di angka 45,45 persen, sedangkan indeks inklusinya hanya 28,50 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Banyak faktor yang membentuk terjadinya kesenjangan angka literasi dan inklusi perasuransian ini, diantaranya; masih rendahnya kepercayaan publik terhadap industri asuransi hingga minimnya produk yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi masyarakat, ini semua menjadi tantangan yang harus sudah mulai dibenahi oleh industri perasuransian di Indonesia.
Ikhtiar IFG Perkuat Literasi Asuransi
Merujuk data literasi dan inklusi asuransi yang masih rendah dibanding industri keuangan perbankan ini, Indonesia Financial Group sebagai holding BUMN asuransi, penjaminan dan investasi yang menjadi bagian dari Danantara, berikhtiar meningkatkan penetrasi asuransi melalui berbagai cara.
Komitmen untuk meningkatkan literasi dan inklusi asuransi ini, menjadi langkah strategis untuk memperkuat industri asuransi di Indonesia.
Apalagi, jika dibandingkan dengan negara-negara lain, di kawasan Asia Tenggara, yang tingkat penetrasi asuransinya sudah berada di angka 60 hingga 70 persen, Indonesia jelas masih tertinggal.
Dalam laporan IFG Progress sebagai lembaga riset sekaligus think tank yang dibentuk IFG, menyebut secara spesifik sejumlah aspek yang menjadi kendala penetrasi asuransi, seperti masih minimnya pemahaman tentang manfaat asuransi hingga masih rendahnya kesadaran terhadap perlindungan diri dan keluarga sejak dini.
Dari hasil riset ini, IFG kemudian berupaya merumuskan pendekatan yang lebih spesifik untuk mendorong peningkatan penetrasi asuransi.
Apalagi, IFG melihat daya dukung bonus demografi di Indonesia yang mendominasi hingga lebih dari 70 persen dari total jumlah penduduk Indonesia, memiliki potensi yang amat besar untuk perkembangan asuransi, sehingga edukasi literasi menjadi sebuah hal yang amat penting untuk semakin meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya asuransi.
Upaya penguatan literasi pun mulai dilakukan, salah satunya dengan memberikan edukasi melalui program Campus Visit yang bekerjasama dengan banyak universitas ternama di Indonesia.
Apalagi, sejauh ini, mahasiswa sebagai bagian dari Gen Z memiliki persepsi sekaligus sikap yang positif terhadap industri asuransi.
Persepsi positif ini, tentu menjadi harapan baru untuk peningkatan pertumbuhan industri asuransi, terlebih saat ini Indonesia sedang berada pada masa bonus demografi, sehingga proteksi diri menjadi sebuah kebutuhan yang mutlak.
Persepsi positif yang menjadi harapan baru peningkatan industri asuransi ini, dinilai oleh IFG, perlu didukung dengan pengetahuan asuransi yang mapan, yang idealnya berlangsung secara berkesinambungan, mengingat persepsi Gen Z terhadap asuransi masih berada di level moderate to low.
Sepanjang tiga tahun terakhir ini, IFG melalui IFG Progress sudah menginisiasi program Campus Visit di 13 universitas ternama di Indonesia, mulai dari Pulau Sumatera hingga Papua.
IFG Progress memahami bahwa peningkatan pemahaman di sektor industri keuangan non bank memerlukan banyak dukungan dan upaya dari berbagai stakeholders salah satunya melalui jalur perguruan tinggi.
Campus Visit menjadi upaya untuk menanamkan pemahaman kepada Gen Z, tentang pentingnya pengelolaan risiko keuangan pada generasi muda, agar mereka lebih siap ketika memasuki dunia kerja yang penuh dengan risiko.
Program Campus Visit yang digarap secara khusus oleh IFG Progress ini, bahkan tiap kali digelar selalu menyedot perhatian mahasiswa, yang sejauh ini sudah diikuti oleh lebih dari 1.500 mahasiswa.
Banyak diskusi-diskusi hingga pertanyaan yang disampaikan mahasiswa tiap kali Campus Visit digelar, hal ini makin menunjukkan jika antusias generasi muda terhadap asuransi sejatinya memang masih ada, sehingga perlu terus diberikan pemahaman yang mendalam, termasuk meluruskan anggapan-anggapan negatif terhadap produk asuransi itu sendiri. Tugas meluruskan pemahaman soal asuransi ini tentu bukanlah hal yang mudah, namun IFG melalui IFG Progress berkomitmen untuk mengubah persepsi yang salah itu.
Senior Research Associate IFG Progress, Ibrahim Kholilul Rahman ketika menjadi pembicara utama di Campus Visit Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung mengatakan pengenalan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) khususnya asuransi kepada para mahasiswa didasarkan atas banyaknya aktivitas ataupun kegiatan yang dapat menimbulkan berbagai risiko. Risiko ini dapat berdampak pada diri sendiri ataupun barang yang dimilikinya. Dalam kondisi tertentu, risiko tersebut menimbulkan biaya yang cukup mahal apabila ditanggung dan dibebankan pada diri sendiri.
Ibrahim juga memandang perlunya masyarakat khususnya sivitas akademika untuk mengenal perlindungan dari pihak ketiga sebagai bentuk proteksi dari risiko.
Pentingnya asuransi sebagai bentuk proteksi setiap individu, menjadi hal yang krusial untuk dipahami, dengan tujuan mengubah pola pikir dan meningkatkan kesadaran di seluruh lapisan masyarakat, utamanya kepada Gen Z yang menjadi agen perubahan di masa yang akan datang.
“Kita memang khusus jemput bola ke generasi sekarang, karena mereka sebentar lagi akan berkeluarga dan bekerja, sehingga harus memahami mitigasi risiko sejak awal, untuk melindungi masa depan mereka,” kata Ibrahim.
Sejauh ini, program Campus Visit, dirasa amat efektif dalam hal membangun pengetahuan dan pemahaman asuransi di kalangan Gen Z.
Hal ini, sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2024 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan tingkat literasi keuangan pada masyarakat Indonesia khususnya di kelompok usia 18-25 tahun yang terbilang tinggi, hingga sebesar 70,19 persen. Sedangkan, tingkat literasi keuangan kelompok usia di bawah kelompok usia 26-35 tahun sebesar 74,82 persen.
Program Campus Visit ini juga mendapat dukungan dan respon yang positif dari akademisi.
Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti, Dr. Dra. Husna Leila Yusran, MM, bahkan secara khusus memberi apresiasi pada program literasi industri keuangan non bank yang dilakukan oleh IFG Progress ini.
Husna juga memandang pentingnya pembekalan literasi keuangan untuk membantu mengarahkan generasi muda, untuk mulai memahami mitigasi risiko dan proteksi diri sejak dini.
“Mahasiswa kami akhirnya bisa memperoleh bekal berharga untuk masa depannya dalam hal literasi keuangan non bank. Kami, berterima kasih dan bersyukur kepada IFG dan IFG Progress atas terselenggaranya kegiatan yang positif seperti ini,” kata Husna.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Nairobi, S.E., M.Si mengatakan, kolaborasi antara kampus dan IFG Progress ini menjadi sebuah terobosan penting dalam upaya peningkatan penetrasi pasar asuransi di kalangan Gen Z.
“Program ini sangat berguna bagi mahasiswa dan Gen Z, apalagi tingkat inklusi asuransi saat ini masih amat rendah, sehingga program ini menjadi penting dan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Dan sejauh ini, program Campus Visit seperti ini, baru IFG yang menginisiasinya,” kata Nairobi.
IFG Life Melindungi Tiap Tahap Kehidupan
Sebagai upaya melindungi Gen Z di masa yang akan datang, IFG melalui entitas bisnis IFG Life, telah berkomitmen memberikan perlindungan menyeluruh dengan pelayanan yang prima, cepat dan mudah.
Tekad ini pulalah yang telah menjadikan IFG Life sebagai pemimpin industri asuransi di Indonesia, dengan jumlah kepesertaan hingga lebih dari 1,2 juta nasabah di Indonesia.
Direktur Bisnis Individu IFG Life, Fabiola Noralita menyatakan komitmen IFG Life untuk terus meningkatkan penetrasi asuransi sehingga seluruh masyarakat di Indonesia bisa lebih terlindungi masa depannya.
“Asuransi adalah investasi jangka panjang untuk perlindungan diri dan keluarga,” kata Fabiola Noralita.
Komitmen ini, dilakukan IFG Life dengan menghadirkan banyak solusi proteksi masa depan yang mudah diakses dan sangat relevan di tiap tahap kehidupan, sekaligus layanan yang lebih cepat, efisien dan akuntabel.
Demikian halnya dalam pelayanan dan kecepatan proses pengajuan klaim asuransi yang selama ini menjadi tuntutan kebutuhan masyarakat, IFG Life merancangnya dengan begitu mudah, cepat dan transparan.
Salah satunya dengan menghadirkan aplikasi One by IFG sebagai bentuk kemudahan akses proteksi diri di era digital yang mencakup solusi pengajuan klaim yang bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, secara real time, dengan proses yang cepat dan bisa dipantau secara langsung.
Selain pengajuan klaim secara online yang lebih cepat, mudah dan transparan, aplikasi One by IFG ini juga menjadi solusi lengkap untuk berbagai produk asuransi jiwa dan kesehatan, termasuk produk penjaminan dan investasi yang sudah terintegrasi dalam satu platfom dan tercatat secara resmi di Otoritas Jasa Keuangan.
One by IFG juga memberikan banyak kemudahan dan layanan lain, seperti; registrasi instan, layanan telemedicine, kemudahan e-claim, akses ke beragam produk asuransi dan investasi, serta dukungan dari tenaga ahli yang kredibel dan diawasi langsung oleh OJK.








