Bedebah Itu Lebih Berbahaya Ketimbang Corona

Redaksi

Sabtu, 4 April 2020 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ada pameo yang bilang, Indonesia bakal mudah dipersatukan (kembali) kalau punya satu musuh bersama. Apakah Corona merupakan jawaban dari pameo tersebut?

Mestinya, iya. Kalau mengingat virus corona sudah menyebar ke seantero Nusantara. Tapi bagaimana realitanya? Ya, ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena masih ada saja yang gengsi menerima masukan. Sedangkan yang lainnya masih sempat-sempatnya nyinyir tidak pada tempatnya (memang ada ya, nyinyir yang pada tempatnya?).

Tapi syukurnya, para pembesar di negeri ini, setidaknya sudah punya satu kesepakatan. Bahwa corona memang telah hadir di tengah-tengah kita. Bukan hoaks! Meski, banyak kalangan menyayangkan, kesadaran itu datangnya agak terlambat! Tapi ya sudahlah. Toh, sudah terlanjur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Syukurnya lagi, walau sempat celingak-celinguk kebingungan harus berbuat apa, pemerintah pusat dan daerah kembali menyusun kesepakatan. Masing-masing mereka bersedia merogoh kocek untuk ‘bantingan’ urunan membiayai tanggap darurat penanganan corona. Cakep. Rakyat agak lega dibuatnya. Kehadiran pemerintah mulai dirasakan.

Baca Juga  Sekda Tubaba Tekankan Optimalisasi dan Digitalisasi Retribusi untuk Perkuat PAD 2027

Data pemberitaan menunjukkan, Pemerintah RI disebut-sebut bakal menggelontorkan Rp 405,1 triliun. Duit itu diperuntukkan buat mengongkosi bidang kesehatan, jaring pengaman sosial, insentif perpajakan dan stimulus KUR, hingga program pemulihan ekonomi. Mantap!

Itu kalau pemerintah pusat. Gambaran lain bisa ditengok dari kesediaan Pemprov Jawa Barat. Usai Gubernur Ridwan Kamil bersepakat dengan Wakil Rakyat di gedung dewan, diperoleh keterangan ada fulus Rp18 triliun yang akan segera diloloskan dari pundi-pundi keuangan daerah.

Rencananya, Rp 4T sampai Rp 5T dari dana itu, akan dipakai selama masa tanggap darurat. Implementasinya sebagai jaring pengaman untuk rakyat yang tidak berpenghasilan. Sedangkan Rp 13T berikutnya dipakai buat mendanai
program padat karya.

Selanjutnya, bisa pula menengok respon Pemprov Lampung. Menurut Gubernur Arinal Djunaidi, ada anggaran Rp246M yang bisa dipakai Lampung buat penanganan wabah corona. Duit yang berasal dari APBD (Rp135M) dan APBN (Rp111M) itu, akan digunakan untuk penyelesaian sarana/prasarana yang diperlukan dalam mendukung proses penyembuhan korban Covid-19.

Baca Juga  Tubaba Gandeng Tel-U, Sulap Sampah dan ZISWAF Jadi Kekuatan Ekonomi Berbasis AI

Berikutnya uang yang ada bisa pula dipakai untuk kegiatan yang diistilahkan Arinal sebagai “keprotokolan kesehatan”. Semua rentetan kegiatan itu, disebutnya pula sebagai bagian dari penanganan jangka pendek.

Tak ubahnya baju yang ada lengan pendek dan panjang, ternyata Arinal juga telah mempersiapkan program jangka panjang. Cakupan dari tahapan ini meliputi penanganan dampak corona yang mengimbas pada ekonomi, keamanan dan politik di Lampung. Wuih, pokoknya segala hal sudah tertera di atas kertas. Rapih tercatat.

Cukup senang hati ini mendapati perkembangan tersebut. Meski titik terang vaksin corona belum juga menampakkan batang hidungnya, tapi paling tidak pemerintah kita punya ‘amunisi’ buat dipakai berperang memberangus musuh bersama itu. Miris campur ciut juga nyali kita, kalau sampai melihat anak bangsa berlaga memerangi virus corona hanya berbekal ‘bambu runcing’. Amit-amit, deh!

Baca Juga  Bukan Sekadar Bersih, Tubaba Ingin Ubah Kebiasaan Pelajar Peduli Lingkungan

Setidaknya, jangan sampai lagi terbetik kabar masih ada tenaga medis yang terpaksa pakai jas hujan bermotif polkadot saat menangani pasien positif corona. Atau pasien positif disuruh balik ke rumah, lantaran keterbatasan ruang isolasi.

Tapi yang tidak kalah mengkhawatirkan sesungguhnya, jangan sampai pula dana yang sesungguhnya masih terbilang minim -dibanding skala wabah dan dampak luas yang ditimbulkan- ini justru dijadikan peluang bancakan.

Nanti dulu, jangan lekas berang alias sumbu pendek. Jangan salahkan kalau ada apriori akan hal tersebut. Mengingat banyak pelajaran di negeri ini yang menunjukkan selalu saja ada “Raja Tega” yang muncul di tengah musibah.

Jangan bermain peran watak. Berlagak seperti pahlawan penyelamat, tapi di kepalanya sudah menyembul tanduk jahat, seraya tangannya menyelipkan anggaran di lipatan lengan baju. Anggaran sosial belum dibagi, tapi diri sudah menyisihkan fee. Sungguh bedebah, kalau itu sampai terjadi! (*)

Berita Terkait

Gubernur Lampung Perkuat Operasi Terpadu Tangani Karhutla
Tubaba Nihil PHK Semester I 2026, Disnakertrans Siapkan Tim Monitoring ke Perusahaan
32 Pramuka Tubaba Siap Bawa Nama Daerah ke Jambore Nasional XII 2026
Tubaba Gandeng ATR/BPN Integrasikan Data Pertanahan, Bidik Optimalisasi PAD
Sekolah Rakyat Tubaba Siap Dibangun, 2.520 Anak Keluarga Kurang Mampu Bakal Dapat Pendidikan Gratis
Tubaba Masih Nol Kasus PMK, Tapi Vaksinasi Ternak Baru Capai 30 Persen
Tubaba Gandeng Tel-U, Sulap Sampah dan ZISWAF Jadi Kekuatan Ekonomi Berbasis AI
Bukan Sekadar Bersih, Tubaba Ingin Ubah Kebiasaan Pelajar Peduli Lingkungan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:24 WIB

PAD Tubaba Digenjot, Aset Daerah dan Pajak Mulai Dioptimalkan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:24 WIB

HUT ke-25, Demokrat Tubaba Hadir Lewat Aksi Nyata di Tengah Masyarakat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Bupati Tubaba: Hilangkan Sekat, Satukan Komando untuk Percepat Pembangunan

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Bupati Tubaba: Disiplin Kunci Raih Cita-cita

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:23 WIB

Naik Vespa Bersama Komunitas Motor, Bupati dan Wakil Warnai Upacara HUT ke-81 RI di Tubaba

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:06 WIB

Bupati-Wabup Tubaba Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Kapolres Tubaba Sambangi Kejari, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Targetkan Rp50 Miliar Berputar di Tiyuh, Tubaba Genjot Permodalan Lewat TubabaQ Berdaya

Berita Terbaru

Lampung

PTPN I Kirim 17 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di NTT

Jumat, 28 Agu 2026 - 22:07 WIB

Bandarlampung

PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP

Jumat, 28 Agu 2026 - 17:20 WIB

E-Paper

Lentera Swara Lampung | 166 | Jumat, 28 Agustus 2026

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:53 WIB

Lampung

Lampung Dorong Produk Desa Tembus Pasar Ekspor

Kamis, 27 Agu 2026 - 19:26 WIB