BERBAGI
Foto: Ilustrasi Istimewa.

Peneliti Amerika mengklaim menemukan vaksin virus corona. Kini, mereka sedang menguji coba kemanjuran vaksin tersebut terhadap 45 relawan.

BBC mengabarkan, vaksin corona yang dimaksud itu, mengandung kode genetik yang tidak berbahaya yang disalin dari virus yang menyebabkan penyakit. Menurut Moderna Therapeutics, perusahaan bioteknologi asal Massachussets di balik penemuan vaksin ini, mengklaim bahwa vaksin telah dibuat dengan proses yang telah diuji.

Ditambahkan oleh Dr John Tregoning, seorang ahli penyakit menular di Imperial College London, Inggris, bahwa vaksin ini menggunakan teknologi yang sudah ada sebelumnya. “Vaksinnya dibuat dengan standar yang sangat tinggi, menggunakan hal-hal yang kita tahu aman untuk digunakan pada orang-orang, dan mereka yang mengambil bagian dalam uji coba akan sangat dipantau,” terangnya.

Tregoning juga menambahkan, pembuatan vaksin berlangsung cepat, karena ada semacam perlombaan melawan virus. “Para ahli berlomba-lomba bersegera menemukan vaksin, bukan melawan sesama ilmuwan. Melainkan dilakukan untuk kepentingan kemanusiaan,” ungkapnya.

Seperti diketahui biasanya vaksin untuk virus, seperti campak, dibuat dari virus yang dilemahkan atau dibunuh.
Namun, vaksin corona berkode mRNA-1273 ini tidak dibuat dari virus yang menyebabkan Covid-19, melainkan dari segmen pendek kode genetik yang disalin dari virus yang dibuat para ilmuwan di laboratorium. Diharapkan vaksin ini bisa meningkatkan sistem imun tubuh untuk melawan infeksi virus corona.

Diperoleh informasi bahwa Cara kerja vaksin RNA tersebut bermula pada urutan mRNA (molekul yang memberi tahu sel untuk membangun) yang dikodekan untuk antigen penyakit spesifik. Ketika diproduksi dalam tubuh, antigen tersebut mampu dikenali oleh sistem imun dan mempersiapkannya untuk melawan virus.

Sedangkan uji coba vaksin kepada 45 relawan dimaksudkan untuk memastikan vaksin tidak menunjukkan kekhawatiran. Para sukarelawan akan diberikan dosis berbeda pada uji coba vaksin ini. Masing-masing diberikan dua suntikan di lengan secara terpisah dalam 28 hari.

Namun sangat disayangkan, kendati sekalipun tes vaksin berjalan baik, namun tetap saja dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk bisa tersedia secara massal.(Ist)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here