Gubernur Kaltim: Pembangunan Infrastruktur Tidak Adil, di Jawa Lebih Masif

Avatar

Rabu, 24 Oktober 2018 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kaltim Isran Noor-APPSI (Foto: Dok APPSI)

Gubernur Kaltim Isran Noor-APPSI (Foto: Dok APPSI)

Lampung (Netizenku.com): Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor menyayangkan masih ada ketimpangan pembangunan antar daerah.

Pihaknya berharap Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) dapat berperan memperjuangkan aspirasi dan kepentingan daerah.

\”Dengan ekspedisi Jalur Darat APPSI keliling Indonesia ini, semoga APPSI dapat melihat dan memotret masih ada ketimpangan antar daerah terutama di luar Jawa, saya berharap APPSI bisa berjuang untuk kepentingan daerah,\” ungkap Isran Noor kepada Tim Ekspedisi APPSI, Rabu (24/10/2018).

Baca Juga  Emado’s Perluas Jaringan, Lampung Jadi Cabang ke-99

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Isran Noor yang merupakan Mantan Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini menyampaikan, dahulu memperjuangkan ke DPR RI agar daerah mendapatkan alokasi dana perimbangan yang adil antara satu daerah dengan daerah lain.

\”Mestinya bukan 30 persen dana untuk daerah, tapi 70 persen,\” ujarnya.

Isran membandingkan antara Indonesia dengan Republik Rakyat Tiongkok, dimana daerah diberikan keleluasaan untuk mengelola pendapatan daerah.

Baca Juga  Pemprov Lampung Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan 2026

\”Kalau saya baca di China, 30 persen untuk pusat dan 70 persen dikelola daerah, mungkin kita tidak usah 70 persen lah cukup 50:50,\” kata dia.

Isran menyebut, dengan diterbitkannya PP No.33 Tahun 2018 dengan Pemerintah Provinsi sebagai wakil Pemerintah Pusat di Daerah, wewenang daerah untuk mengelola anggaran seharusnya diperluas.

\”Beberapa sektor saja yang dikelola secara terpusat seperti urusan pertahanan, keamanan, luar negeri, agama serta hukum dan HAM, sisanya yang lebih banyak dikelola daerah sehingga alokasi anggaran seharusnya lebih besar untuk daerah,\” jelas Isran.

Baca Juga  Larangan Simbolik Petasan vs Perut Pedagang Kecil yang Berisik

Pihaknya juga menyoroti lebih masifnya pembangunan infrastruktur di Jawa ketimbang di luar Jawa.

\”Dibangun Bandara Internasional Sukabumi, Bandara Bojonegoro, Kereta Surabaya – Jakarta, Pelabuhan di Subang, total menghabiskan dana 100 Triliun. Seharusnya pembangunan yang masif di Jawa itu juga dibagi ke luar Jawa, agar lebih adil,\” pungkas Isran. (dtc/lan)

Berita Terkait

Pemkab Lamsel Raih UHC Award 2026 Kategori Pratama
Pemprov Lampung Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan 2026
Larangan Simbolik Petasan vs Perut Pedagang Kecil yang Berisik
Emado’s Perluas Jaringan, Lampung Jadi Cabang ke-99
Kwarcab Pesawaran Serahkan Dana Bumbung Kemanusiaan ke Kwarda Lampung
Pemprov Lampung Lantik Lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
Triga Lampung Tagih Tanggung Jawab Menteri ATR/BPN soal HGU SGC
3.000 Bibit Kopi-Kakao Dibagikan, Menko Zulkifli Hasan Minta Petani Jaga Gunung Rajabasa

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:51 WIB

Pemprov Lampung Tebar 50 Ribu Benih Ikan dan Bersih Bersih di PKOR Way Halim

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:38 WIB

Wakil Gubernur Lampung Resmikan Penerbangan Internasional Lampung–Kuala Lumpur

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:00 WIB

DPRD Lampung Dorong Keberlanjutan Rute Internasional Lampung–Malaysia

Selasa, 10 Februari 2026 - 23:27 WIB

Gubernur Mirza Pimpin HLM TPID Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan

Selasa, 10 Februari 2026 - 23:07 WIB

Pemprov Lampung Siapkan Percepatan Pembangunan Jalan Provinsi di 2026

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:20 WIB

Yusnadi, Jembatan Kali Pasir Segera Dibangun, Ada Solusi Sementara

Senin, 9 Februari 2026 - 23:55 WIB

Pemprov Lampung Raih Opini Kualitas Tertinggi Ombudsman RI

Senin, 9 Februari 2026 - 23:47 WIB

Pemprov Lampung Dukung Penuh Lampung Jadi Tuan Rumah PIN Papdi 2027

Berita Terbaru