TNI dan Polri Harus Netral di Pemilu, Bahaya jika Terlibat

Avatar

Senin, 24 September 2018 - 00:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa/Ilustrasi)

(Foto: Istimewa/Ilustrasi)

Lampung (Netizenku.com): Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman resmi membuka masa kampanye untuk pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019.

Masa kampanye akan berlangsung hingga 13 April 2019.

\”KPU RI menyatakan dimulainya kampanye damai pemilu serentak tahun 2019,\” ujar Arief dalam acara Deklarasi Kampanye Damai di Lapangan Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga  Abu Vulkanik Krakatau Ancam Siswa, Syukron Desak Sekolah Libur Sementara

Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais meminta TNI-Polri untuk tetap netral di Pileg dan Pilpres atau Pemilu 2019.

Dia mengatakan keterlibatan TNI-Polri dalam politik dapat mencederai kepercayaan rakyat.

\”Jadi kami ingatkan dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai sedetik pun TNI-Polri terlibat dalam urusan pileg dan pillpres. Ini amat berbahaya,\” kata Amien di Gedung Smesco, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (23/9/2018).

Baca Juga  Perubahan KUA-PPAS 2026 Pringsewu Disepakati, Belanja Daerah Naik Jadi Rp1,195 Triliun

Dia juga meminta KPK tidak dijadikan alat politik saat pemilu. KPK harus menegakkan hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

\”Teman-teman di KPK jangan pernah jadi alat politik. KPK alat penegak hukum, tidak boleh jadi lembaga yang melakukan obstruction of justice,\” jelas Amien.

Dia mengibaratkan posisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno seperti saat Pilgub DKI 2017. Amien mengatakan kubunya dalam kondisi lemah yang jauh dari kemewahan logistik.

Baca Juga  Seminar Al-Aqsha di Lampung Dorong Generasi Muda Temukan Peran Nyata untuk Palestina

\”Kalau jor-joran intel kita tidak ada sama sekali. Kalau jor-joran penguasaan media massa kita juga kalah. Apapun kita dalam posisi dhoif, lemah. Tapi kita jadi kuat kalau bergantung kepada Maha Kuasa. Persis seperti pilkada serasa pilpres di Jakarta,\” paparnya.

Kekuatan Asing

Berita Terkait

Marindo Buka Evaluasi Pembinaan Bahasa Indonesia, Enam Lembaga Raih Apresiasi
Abu Vulkanik Krakatau Ancam Siswa, Syukron Desak Sekolah Libur Sementara
Seminar Al-Aqsha di Lampung Dorong Generasi Muda Temukan Peran Nyata untuk Palestina
Perubahan KUA-PPAS 2026 Pringsewu Disepakati, Belanja Daerah Naik Jadi Rp1,195 Triliun
Gubernur Lampung Perkuat Operasi Terpadu Tangani Karhutla
Tubaba Nihil PHK Semester I 2026, Disnakertrans Siapkan Tim Monitoring ke Perusahaan
BPBD Padamkan Kebakaran TPA Bakung Teluk Betung Barat
32 Pramuka Tubaba Siap Bawa Nama Daerah ke Jambore Nasional XII 2026
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:52 WIB

RSUDAM Lampung Pertama Kali Lakukan Tindakan Neurointervensi DSA

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Yusnadi Minta KNKT Investigasi Menyeluruh Insiden KMP Batumandi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Hadiri Wisuda ke-76 UBL, Gubernur Mirza Titip Pesan Kepada 539 Lulusan untuk Bangun Lampung

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Jihan Nurlela Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Salurkan Kredit Produktif Rp53,15 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Pemprov Lampung Arahkan APBD 2027 untuk Hilirisasi dan Pemerataan Pembangunan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Gubernur Lampung Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026, Salurkan Bantuan untuk Pesantren

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Gubernur Lampung Apresiasi Pakan Ikan Mandiri, Biaya Produksi Turun 50 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Gubernur Mirza Ajak LPM Perkuat Sinergi Bangun Ekonomi Desa

Berita Terbaru