Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, Iwan Mursalin menegaskan percepatan kemandirian Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas di Tubaba menjadi penting di tengah tantangan fiskal daerah.
Tulang Bawang Barat (Netizenku.com): uskesmas dituntut mampu mengelola keuangan secara fleksibel sekaligus mengoptimalkan sumber pendapatan dari layanan kesehatan.
“Kita harus bekerja lebih maksimal agar Puskesmas mampu mandiri dan pelayanan kesehatan di Kabupaten Tubaba semakin berkualitas serta mampu bersaing dengan daerah lain,” tegas Iwan, Kamis (6/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia meminta seluruh Puskesmas tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi juga memastikan setiap anggaran yang tersedia benar-benar mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala BKAD Tubaba, M. Mukmin, S.T., M.M., menyatakan pemerintah daerah siap mendukung proses menuju kemandirian BLUD melalui pembenahan tata kelola keuangan dan penyesuaian Standar Harga Satuan (SSH).
Penyesuaian tersebut, kata dia, diperlukan agar biaya operasional Puskesmas, termasuk perjalanan dinas petugas kesehatan, lebih realistis dengan kondisi geografis Tubaba.
“Target kita tahun ini menuju kemandirian BLUD Puskesmas. BKAD siap mendukung melalui penyesuaian Standar Harga Satuan, termasuk biaya perjalanan dinas operasional Puskesmas agar lebih realistis sesuai kondisi geografis,” ujar Mukmin.
Ia juga memastikan proses revisi anggaran akan dipercepat sehingga petugas kesehatan dapat menjalankan pelayanan di lapangan tanpa harus menggunakan biaya pribadi.
Dalam rapat yang digelar di ruang BPK, Kantor Bupati Tubaba tersebut, jajaran Pemkab Tubaba dan pengelola Puskesmas juga menyepakati percepatan revisi Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA). Langkah ini diperlukan agar pembiayaan program prioritas dapat segera dioptimalkan.
Beberapa program yang menjadi perhatian antara lain Cek Kesehatan Gratis (CKG), penanggulangan Tuberkulosis (TB), serta kebutuhan transportasi operasional petugas kesehatan untuk menjangkau wilayah pelayanan yang jauh.
Pemkab Tubaba menargetkan pembenahan tata kelola BLUD tidak berhenti pada perubahan administrasi, tetapi menghasilkan Puskesmas yang benar-benar mampu mengelola keuangan secara mandiri, meningkatkan pemanfaatan anggaran, dan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Dengan target tersebut, persoalan rendahnya serapan BOK menjadi pekerjaan penting yang harus segera diselesaikan. Terlebih, di saat pemerintah daerah mendorong Puskesmas untuk tidak lagi bergantung pada APBD, kemampuan mengoptimalkan setiap sumber anggaran menjadi kunci utama menuju kemandirian BLUD.(*)
Editor : Arie








