Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Lesty Putri Utami, mendesak percepatan penyusunan sekaligus realisasi masterplan penanggulangan banjir di Kota Bandar Lampung. Menurutnya, persoalan banjir tidak dapat terus ditangani secara parsial maupun diwarnai saling lempar tanggung jawab antarinstansi.
Lampung (Netizenku.com): Lesty menegaskan, masterplan penanggulangan banjir harus menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan. Untuk itu, ia meminta Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kota Bandar Lampung, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Way Seputih Way Sekampung memperkuat koordinasi guna menyusun langkah penanganan yang terpadu.
“Masterplan banjir ini harus benar-benar menjadi prioritas. Perencanaannya harus segera dituntaskan dan realisasinya juga harus didukung bersama oleh pemerintah provinsi, pemerintah kota, serta BBWS,” ujar Lesty, Rabu (22/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan itu menilai sinergi antarlembaga merupakan kunci untuk mengatasi persoalan banjir yang terus berulang di Bandar Lampung. Menurutnya, setiap instansi memiliki kewenangan dan tanggung jawab masing-masing yang harus dijalankan secara terkoordinasi, bukan saling menunggu.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi anggapan bahwa penanganan banjir sepenuhnya menjadi kewenangan BBWS. Pemerintah daerah, baik provinsi maupun kota, tetap memiliki peran strategis dalam mendukung program pengendalian banjir.
“Jangan hanya bilang ini kewenangan BBWS. Jangan sampai kita justru buang badan. Semua pihak harus bertanggung jawab dan bergerak bersama agar persoalan banjir ini bisa diselesaikan,” tegasnya.
Lesty berharap komitmen tersebut segera diwujudkan melalui penyusunan masterplan yang komprehensif, dukungan anggaran yang memadai, serta pelaksanaan program yang terintegrasi. Dengan demikian, upaya pengendalian banjir di Bandar Lampung dapat berjalan lebih efektif dan masyarakat tidak lagi menjadi korban banjir yang berulang setiap musim hujan. (*)








