Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menerima audiensi Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Provinsi Lampung. Pertemuan di Ruang Rapat Wali Kota ini membahas langkah strategis mengatasi persoalan banjir tahunan. Sinergi ini melibatkan akademisi, pemerintah, hingga organisasi lingkungan seperti WALHI dan Mitra Bentala.
(Netizenku.com): Bunda Eva menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memperbaiki sistem drainase dan membangun talud. Selain itu, penertiban bangunan di sempadan sungai menjadi fokus utama untuk melancarkan aliran air.
Namun, tantangan geografis Bandar Lampung cukup berat karena posisinya berada di kawasan cekungan. Kondisi ini diperparah dengan alih fungsi lahan yang masif di perbukitan sekitar kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibatnya, tanah kehilangan kemampuan menyerap air saat hujan deras melanda. BMKG juga mencatat adanya peningkatan intensitas hujan ekstrem yang memperbesar risiko luapan air di pemukiman.
Kolaborasi Ekologis Tekan Risiko Banjir
Ketua Forum DAS Lampung, Prof. Dr. Slamet Budi Yuwono, menawarkan solusi berbasis pengelolaan lanskap yang terpadu. Ia menekankan bahwa penanganan banjir tidak hanya soal infrastruktur fisik. Penguatan fungsi ekologis melalui sumur resapan dan lubang biopori sangat krusial bagi wilayah perkotaan.
“Forum DAS sudah mengidentifikasi 1.500 titik lokasi prioritas untuk program ini,” ujar Prof. Slamet. Pihaknya optimis bahwa penerapan langkah tersebut secara konsisten dapat mengurangi potensi banjir hingga separuh lebih. Hal ini menjadi angin segar bagi warga yang kerap terdampak luapan air.
Kepala BPDAS Way Seputih Way Sekampung, Dr. Irwan Valentinus Sihotang, menyatakan siap memberikan dukungan teknis penuh. BPDAS akan menyediakan kajian komprehensif serta bantuan bibit pohon berkualitas untuk rehabilitasi lahan. Tujuannya adalah mengurangi volume air yang masuk ke sistem drainase sejak dari hulu.
Bunda Eva menyambut baik usulan tersebut dan langsung menginstruksikan jajaran OPD untuk berkoordinasi. Dinas Lingkungan Hidup serta BPBD diminta segera menindaklanjuti program sumur resapan dan penanaman pohon.
Kerja sama lintas sektor ini diharapkan menciptakan sistem pengelolaan air yang berkelanjutan di Bandar Lampung.(*)








