Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) melalui Bidang Bina Marga mengebut pembangunan infrastruktur pada tahun 2025.
Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Sedikitnya 10 proyek besar tengah dikerjakan pada semester II ini, mencakup pembangunan jembatan, bronjong, hingga peningkatan jalan di sejumlah kecamatan, dengan target rampung pada Desember 2025.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Bina Marga PUPR Tubaba, Iwan Setiawan Balau, mewakili Kepala Dinas PUPR Tubaba, Iwan Mursalin, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (21/8/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kontrak pekerjaan sudah berjalan sejak Agustus. Targetnya seluruh proyek selesai tepat waktu pada Desember 2025, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Tiga proyek pembangunan dan penggantian box culvert jembatan tersebar di titik Sp. Tunas Jaya-Kagungan Jaya (Kecamatan Gunung Agung), Sp. Bangun Jaya-Sp. Tunas Jaya (Kecamatan Gunung Agung), dan Tiyuh Sido Makmur (Kecamatan Batu Putih).
Selain itu, pembangunan bronjong juga dilakukan di ruas Jalan Pagar Jaya-Mekar Sari Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, untuk menahan erosi sekaligus menjaga stabilitas badan jalan.
Enam proyek lainnya berupa peningkatan jalan di berbagai kecamatan, di antaranya Sp. Karta Raharja-Marga Kencana (Tulangbawang Udik), Toto Katon-Toto Makmur (Batu Putih), Suka Jaya-Mulya Jaya (Gunung Agung), Sp. Asahan-Indraloka II (Way Kenanga), Sukajaya-Tunas Jaya (Gunung Agung), dan Way Sido-Batas Lampung Utara (Tulangbawang Udik).
Sebelumnya, pada awal 2025, PUPR Tubaba juga telah merampungkan tiga proyek peningkatan jalan, yakni ruas Mekar Jaya-Sukajaya, SP V-Gunung Agung, dan Pagar Buana-Indraloka Mukti.
“Ada sejumlah pekerjaan jalan yang dilakukan secara swakelola dengan melibatkan kerja sama pihak swasta, mengingat keterbatasan anggaran APBD,” jelas Iwan.
Di sisi lain, PUPR Tubaba menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dan pelaku usaha dalam menjaga infrastruktur, terutama dengan mematuhi aturan batas tonase maksimal delapan ton untuk jalan kabupaten.
“Kendaraan berat yang melebihi tonase mempercepat kerusakan jalan. Kami minta kerja sama semua pihak agar infrastruktur yang dibangun bisa lebih awet,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau turut merawat infrastruktur melalui gotong royong, khususnya dalam menjaga saluran air dan drainase.
“Dengan total 10 proyek besar yang tengah berjalan, tiga proyek yang telah selesai, serta dukungan masyarakat dan swasta, kami optimistis pembangunan infrastruktur 2025 dapat rampung tepat waktu dan memberi dampak nyata bagi konektivitas wilayah serta pertumbuhan ekonomi,” pungkas Iwan. (*)








