Pemprov Lampung Dukung Program Sekolah Unggul Garuda dan Kendalikan Inflasi Daerah

Suryani

Selasa, 15 April 2025 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemprov Lampung saat mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual di Ruang Command Center Lt. II, Senin (14/04/2025), Foto: Diskominfotik Provinsi Lampung.

Pemprov Lampung saat mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual di Ruang Command Center Lt. II, Senin (14/04/2025), Foto: Diskominfotik Provinsi Lampung.

Di balik layar virtual Command Center, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung ikut menyimak dua agenda penting yang menyangkut masa depan bangsa.

Bandar Lampung (Netizenku.com): Pemprov Lampung diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekubang) Zainal Abidin, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dirangkaikan dengan Sosialisasi Penyelenggaraan Sekolah Unggulan Garuda secara virtual bertempat di Ruang Command Center Lt. II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (14/04/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Stella Christie Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek) menjelaskan bahwa Kemdiktisaintek ditugaskan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menyelenggarakan program Sekolah Unggul Garuda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekolah Unggul Garuda merupakan gagasan langsung dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. Dari Asta Cita terutama Asta Cita nomor 4, memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, inilah yang menjadi latar belakang fondasi atas gagasan membangun Sekolah Unggul Garuda,” jelasnya.

Stella juga menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto melihat bahwa akses pada bidang sains dan teknologi masih sangat sulit sehingga melalui Program Sekolah Unggul Garuda diharapkan dapat memberikan akses pendidikan yang berkualitas yang bisa melahirkan masyarakat Indonesia yang mampu memajukan sains dan teknologi Indonesia.

“Akses kepada sains dan teknologi itu harus dibangun sejak awal. Berdasarkan data-data, riset-riset yang telah kami lakukan, Bapak Presiden Prabowo Subianto mencanangkan bahwa akses ini harus diberikan sejak sekolah menengah atas atau SMA sehingga ditugaskanlah kami, Kemdiktisaintek untuk menyelenggarakan Sekolah Unggul Garuda terutama di jenjang SMA,” tegasnya.

Stella juga menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraannya, Program Sekolah Unggul Garuda akan berada dibawah naungan Kemdiktisaintek.

“Ini adalah program strategis nasional yang sehingga untuk kita bisa membuat suatu kebijakan secara menyeluruh secara nasional termasuk bagaimana kita akan bisa menyalurkan siswa-siswa secara nasional, ini diletakkan di pemerintah pusat,” jelasnya.

Program Sekolah Unggul Garuda akan menjadi satu kesatuan dari konsep pra-universitas.

“Bapak presiden menginginkan agar program ini menjadi suatu kesatuan dari konsep pra-universitas sehingga inilah mengapa progam ini ditempatkan di Kemdiktisaintek. Tujuan dan perencanaan sekolah unggul garuda ini seperti suatu fast track atau track yang sangat terpadu terhadap penerimaan siswa di perguruan tinggi terbaik di dunia, baik di luar negeri maupun di dalam negeri. Sehingga ini menjadi suatu kesatuan dan dalam segala perencanaan di Kemdiktisaintek pun penyelenggaraan program Sekolah Unggul Garuda selalu melibatkan perguruan tinggi dan para pelaku di perguruan tinggi,” tegasnya.

Sementara itu, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa berdasarkan data BPS, Inflasi bulanan Maret 2025 lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya dan Maret 2024. Inflasi tahunan Maret 2025 lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya namun lebih rendah dibandingkan Maret 2024.

“Pada Maret 2025 terjadi Inflasi Bulan ke Bulan (Maret 2025 terhadap Februari 2025) sebesar 1,65%, Inflasi Tahun ke Tahun (Maret 2025 terhadap Maret 2024) 1,03% dan Inflasi Tahun Kalender (Maret 2025 terhadap Desember 2024) 0,39%,” jelasnya.

Amalia juga menjelaskan bahwa komoditas pendorong inflasi di bulan Ramadan dan Idul Fitri didominasi oleh komoditas volatile food dan beberapa komoditas administered prices.

“Inflasi di momen Ramadan umumnya disumbang oleh komoditas pangan bergejolak dan komoditas diatur pemerintah, seperti tarif angkutan udara dan tarif angkutan antarkota. Secara umum, komoditas yang menyumbang inflasi Maret 2025 adalah komoditas pangan, yang merupakan komoditas kelompok makanan, minuman dan tembakau,” ucapnya.

“Beberapa komoditas dengan andil yang cukup besar adalah bawang merah, cabai rawit, dan daging ayam ras; dengan tingkat inflasi Maret 2025 masing-masing sebesar 24,07%; 13,67%; dan 1,64%,” tambahnya.

Amalia juga menjelaskan bahwa secara historis empat tahun terakhir, komoditas bawang merah dan daging ayam ras selalu mengalami inflasi pada momen Ramadan dan Idul Fitri, kecuali pada Maret 2023 untuk bawang merah dan Mei 2022 untuk daging ayam ras.

Amalia juga memaparkan bahwa pada Maret 2025 sebagian besar provinsi mengalami inflasi, 36 provinsi mengatami inflasi 2 provinsi mengalami deflasi serta 142 Kabupaten/Kota mengalami Inflasi, 8 Kabupaten/Kota mengalami Deflasi.

Pada M2 April 2025, Amalia juga menjelaskan bahwa terdapat 25 provinsi yang mengalami kenaikan IPH, 12 provinsi yang mengalami penurunan IPH, dan 1 provinsi yang menunjukkan IPH stabil dibandingkan bulan. sebelumnya serta Komoditas penyumbang andil kenaikan IPH di 25 Provinsi yang mengalami kenaikan IPH adalah bawang merah dan cabai merah.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir menegaskan bahwa Pemerintah Daerah harus berupaya mengatasi inflasi yang kerap kali terjadi pada 3 komoditas pangan.

“Sejak kita melaksanakan dari awal rapat koordinasi pengendalian inflasi ini, kita selalu tidak lepas dari 3 hal tersebut. Berkaitan dengan harga cabai merah, cabai rawit, bawang merah, kemudian tidak bosan-bosannya kami juga selalu mengajak bapak ibu sekalian kepala daerah cobalah untuk menanam, tidak terlalu luas tapi bisa paling tidak untuk kabupatennya sendiri untuk kebutuhannya sendiri,” ujarnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung)

Berita Terkait

Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum
Fadli Zon Jadikan Lampung Panggung Pernyataan Pentingnya Pelestarian Budaya
Kampanye Anak Indonesia Hebat, Purnama Wulan Sari Mirza Ajak Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini
KPK dan DPRD Lampung Perkuat Sinergi Pencegahan Korupsi
DPP ABRI Gelar Pelatihan Paralegal Nasional 2025

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 07:43 WIB

Polisi Ungkap Dua Pelaku Perampokan di Tiyuh Daya Asri Masih Diburu

Senin, 2 Februari 2026 - 20:02 WIB

Forkopimda Tubaba Ikuti Rakornas 2026 di Bogor

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:11 WIB

Kecamatan Tumijajar Gelar Musrenbang, Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:56 WIB

Pemkab Tubaba Gelar Rakor KMP, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:48 WIB

DPC PDIP Tubaba Gelar Musancab, Target 10 Kursi Pemilu 2029

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:11 WIB

Joko Kuncoro Resmi Pimpin NasDem Tubaba Periode 2025-2029

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:05 WIB

Kejari Tubaba Imbau Warga Waspadai Penipuan Catut Nama Pejabat

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:16 WIB

Pastikan Layanan Merata, Wabup Tubaba Tinjau Pengobatan Gratis Tubaba Q Sehat

Berita Terbaru

Lampung

DPW PKB Lampung Gelar Bukber Perdana, Luncurkan Lamban Zakat

Minggu, 22 Feb 2026 - 22:34 WIB

Petugas menunjukkan barang bukti senjata api dalam rilis kasus perampokan Rp800 juta di Mapolres Tubaba, Jumat (20/2/2026). Foto: Arie/NK.

Tulang Bawang Barat

Polisi Ungkap Dua Pelaku Perampokan di Tiyuh Daya Asri Masih Diburu

Sabtu, 21 Feb 2026 - 07:43 WIB