Deflasi Februari 2025 Cuma Numpang Lewat, Berikutnya Waspadai Gejolak Inflasi Barang Pangan dan Pendidikan

Ilwadi Perkasa

Kamis, 6 Maret 2025 - 04:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela melakukan peninjauan terkait  Ketersediaan bahan pangan dan  Harga Bahan Pokok menjelang Bulan Suci Ramadan bertempat di Pasar tradisional Kangkung, Rabu (26/02/2025). Dari hasil peninjauan tersebut, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela menyampaikan bahwa beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, namun kenaikan tersebut masih relatif aman.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela melakukan peninjauan terkait Ketersediaan bahan pangan dan Harga Bahan Pokok menjelang Bulan Suci Ramadan bertempat di Pasar tradisional Kangkung, Rabu (26/02/2025). Dari hasil peninjauan tersebut, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela menyampaikan bahwa beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, namun kenaikan tersebut masih relatif aman.

TINGKAT inflasi Lampung  yang terkontraksi hingga mengalami deflasi year on year (yoy) 0,02 persen pada Februari 2025 tidak akan berlangsung lama. Diperkirakan inflasi kembali terjadi pada Maret ini seiring berakhirnya program diskon tarif listrik 28 Februari lalu.  Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lampung  diingatkan untuk mewaspadai laju inflasi pada kelompok barang pangan dan pendidikan yang berpotensi bergejolak pada Maret ini.

Perkiraan tersebut didasari perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung yang menunjukkan tidak adanya penurunan harga pada kelompok pengeluaran utama, seperti barang pangan dan pendidikan sejak awal tahun hingga akhir Februari. Dua kelompok ini tercatat menjadi penyumbang inflasi terbesar selama dua bulan terakhir.

Deflasi pada Februari 2025 lebih banyak disebabkan oleh adanya penurunan harga yang sangat tajam pada kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.

Baca Juga  Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan

Kondisi itu sudah dimulai sejak Januari lalu, di mana tingkat inflasi berada pada persentase terendah 1,04 persen akibat tekanan indeks harga kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang merosot tajam pada periode Januari-Februari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kelompok ini pada Januari 2025 mengalami deflasi yoy sebesar 11,45 persen atau terjadi penurunan indeks dari 102,40 pada Januari 2024 menjadi 90,68 pada Januari 2025.

Penurunan pada kelompok ini juga menyebabkan inflasi month to month (mtm) Lampung Januari 2025 mengalami deflasi sebesar 0,71 persen.

Tekanan akibat penurunan indeks pada kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga berlanjut pada Februari 2025 hingga mengalami deflasi sebesar 35,52 persen.

Kelompok ini memberi andil deflasi yoy sebesar 1,45 persen pada Januari dan Februari 2025 sebesar sebesar 1,99 persen.

Baca Juga  Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: "Cemomot" dari APBD ke BUMD, Jejak Korupsi Terbuka

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi yaitu tarif listrik sebesar 1,56 pada Januari 2025 dan 2,13 persen pada Februari.

Waspadai Gejolak Inflasi Maret 2025

Kendati tingkat inflasi mengalami tekanan selama dua bulan berturut-turut, laju inflasi pada Maret berpotensi mengalami gejolak yang disebabkan oleh naiknya harga barang pangan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok pendidikan.

Dua kelompok ini masih mengancam terjadinya gejolak inflasi yang dipicu oleh naiknya harga barang pangan selama ramadan hingga menjelang Lebaran dan naiknya harga barang untuk pendidikan.

Seperti dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, sebanyak 9 Kelompok Pengeluaran mengalami inflasi pada Februari lalu. Rinciannya:  1. Kelompok makanan, minuman dan tembakau 2,31%
2. Kelompok pakaian dan alas kaki 2,35%
3. Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,64%
4. Kelompok kesehatan 2,56%
5. Kelompok transportasi 0,79%
6. Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 4,62%
7. Kelompok pendidikan 5,64%
8. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,58%
9. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 5,45%.

Baca Juga  Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur

Sementara pada Januari 2025, tercatat mengalami inflasi pada sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu:
1. Kelompok makanan, minuman dan tembakau 4,08%
2. Kelompok pakaian dan alas kaki 2,64%
3. Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,27%
4. Kelompok kesehatan 2,69%
5. Kelompok transportasi 0,50%
6. Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 5,32%
7. Kelompok pendidikan 5,64%
8. Kelompok penyediaan makanan
dan minuman/restoran 1,59%
9. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 4,72 persen.(*)

 

Berita Terkait

Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025
Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan
Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur
Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan
PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan
Di Bawah Larangan Kembang Api, Dini Menjajakan Harapan di Ujung Tahun
Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: “Cemomot” dari APBD ke BUMD, Jejak Korupsi Terbuka
Ekonomi Tumbuh, Upah Tertahan: Lampung Kalah Berani dari Sumatera Lain

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 00:02 WIB

Pemprov Lampung Luruskan Isu Supply–Demand Daging Sapi

Senin, 2 Februari 2026 - 21:18 WIB

Triga Lampung Temui Kemenhan, Bahas Keberlanjutan Lahan Tebu Eks SGC

Senin, 2 Februari 2026 - 17:28 WIB

Kempeskan Ban Mobil Mahasiswa, Anggota DPRD Lampung Terancam Sidang Etik

Senin, 2 Februari 2026 - 13:53 WIB

KONI Lampung Intensif Pantau Atlet Berprestasi Jelang PON 2028 dan Persiapan Tuan Rumah PON 2032

Senin, 2 Februari 2026 - 13:38 WIB

KONI Riau Dukung Lampung Jadi Tuan Rumah PON 2032

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:51 WIB

Yusnadi, Sesalkan Kebijakan RSUD Sukadana yang Wajibkan Pasien Gunakan Ambulans Rumah Sakit Saat Rujukan

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:18 WIB

TRIGA Lampung Kepung Kejaksaan Agung–KPK, Bongkar Dugaan Oligarki Gula, Pajak, dan Politik Uang

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:13 WIB

Bapenda Lampung dan GGPC Perkuat Sinergi Optimalisasi PAD

Berita Terbaru

Lampung

Pemprov Lampung Luruskan Isu Supply–Demand Daging Sapi

Selasa, 3 Feb 2026 - 00:02 WIB

Lampung

KONI Riau Dukung Lampung Jadi Tuan Rumah PON 2032

Senin, 2 Feb 2026 - 13:38 WIB