Bandarlampung (Netizenku.com): Kantor Bahasa Provinsi Lampung menggelar Rapat Koordinasi Mitra Kerja Revitalisasi Bahasa Daerah dan Diskusi Kelompok Terpumpun Kongres Bahasa Indonesia XII. Acara dengan maksud melestarikan bahasa daerah tersebut dilaksanakan di Hotel Novotel Bandarlampung, Kamis, (11/5).
Revitalisasi bahasa daerah adalah upaya pelestarian dan pengembangan bahasa daerah melalui pewarisan kepada generasi muda sehingga daya hidup bahasa daerah berada pada taraf aman dan dapat ditransmisikan dengan baik.
Kepala KBPL, Desi Ari Pressanti, mengatakan acara ini merupakan salah satu langkah menyamakan persepsi mengenai revitalisasi bahasa daerah. Jika semuanya memiliki persepsi yang sama, maka diharapkan dapat melestarikan bahasa daerah secara ebih masif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kondisi bahasa di Lampung berada dalam tahap rentan. Untuk itu diperlukan revitalisasi agar bahasa Lampung kokoh di tengah masyarakat,” ujarnya pada awak media.
Di tempat yang sama, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Muh. Abdul Khak, membeberkan revitalisasi bahasa daerah merupakan episode ke-17 dari rangkaian Merdeka Belajar.
Secara nasional, ada 718 bahasa daerah di Indonesia. Ia menargetkan sebanyak 73 bahasa daerah yang direvitalisasi.
“Upaya merevitalisasi bahasa daerah untuk menguatkan kembali bahasa daerah yang sudah mulai melemah,” tuturnya.
Acara ini dibuka oleh Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi dengan memukul gong berwarna emas dilanjutkan dengan menandatangani kesepakatan revitalisasi bahasa daerah.
Gubernur Lampung mendukung penuh program revitalisasi bahasa daerah yang dilakukan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek melalui Kantor Bahasa Provinsi Lampung.
“Saya mengajak masyarakat Lampung untuk mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing,” tandasnya. (Luki)








