Bandarlampung (Netizenku.com): Deddy Wijaya Candra bertekad membawa Generasi Muda Budhis Indonesia (Gemabudhi) ’Bergema’ di Lampung. Tekad itu disampaikan usai dirinya terpilih sebagai Ketua DPD Gemabudhi Provinsi Lampung melalui musyawarah daerah (Musda) ke-II tahun 2022 di Ballroom Hotel Golden Tulip Springhill, Bandarlampung, Minggu (27/11).
Menurut lelaki yang akrab disapa Bung Deddy ini, Gemabudhi Lampung sesungguhnya sudah the right track. Hanya saja dia mengakui ada kelemahan dalam hal konsistensi, baik itu pada jajaran pengurus maupun anggota.
Oleh karenanya ia memandang kendala itu sebagai tantangan yang mesti diatasi pada masa kepemimpinannya ke depan. “Ini PR (pekerjaan rumah, red) buat saya, sekaligus kepengurusan di periode kepemimpinan saya,” ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ditambahkannya, Gemabudhi juga mesti dapat mengakomodir aspirasi anggota. Jangan sampai organisasi ada tapi tidak aspiratif. “Itu akan menjadi parameter kinerja, khususnya bagi saya, selama menakhodai Gemabudhi di Lampung,” ungkap Bung Deddy.
Lebih lanjut dia menyebutkan, ke depan dirinya akan membawa Gemabudhi menjadi lokomotif umat Budha, terutama di ranah eksternal yakni pada lintas organisasi dan keagamaan. “Kami juga akan aktif dalam hal yang berkenaan dengan bidang sosial kemasyarakatan yang semua itu dijalankan dengan spirit Budhis,” jelasnya.
Namun demikian, Bung Deddy dapat memaklumi bila dua tahun terakhir aktivitas Gemabudhi terasa ‘mati suri’. Itu dikarena dampak pandemi covid 19 yang berimbas pada berbagai aspek kehidupan bangsa bahkan global.
“Untungnya di bawah kepemimpinan Pak Jokowi, Indonesia bisa dibawa untuk “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”. Sehingga interaksi sosial bisa tergalang kembali. Ini momentum bagi Gemabudhi untuk bangkit kembali menunjukkan eksistensinya di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkas Bung Deddy yang sebelumnya dimandatkan selaku caretaker DPD Gemabudhi.
Pembukaan Musda ke-2 Gemabudhi Provinsi Lampung ini turut dihadiri ketua Bidang OKK DPP Gemabudhi Anes Dwi Prasetya serta tiga pengurus DPP lainnya. Hadir juga Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMT) Provinsi Lampung Christian Chandra serta Pembimas Buddha Lampung Suriyono.
Sementara pada talkshow yang mengawali kegiatan Musda mengemuka pandangan Christian Chandra yang menyebutkan sebagai umat Budha generasi muda mesti tampil percaya diri bergaul di tengah masyarakat.
“Keyakinan kita terhadap ajaran Sang Budha Gautama mesti menjadi bekal kita untuk menebar kebaikan kepada semua makhluk hidup. Jadi jangan menutup diri. Kita mesti tampil membawa kebaikan bagi masyarakat,” tuturnya.
Hal nyaris serupa juga disampaikan Anes Dwi Prasetya. Menurutnya, umat Budha terutama generasi muda Budhis memang sudah selayaknya ikut tampil dalam berbagai kancah, termasuk gelanggang politik.
“Generasi muda Budhis jangan lagi meneruskan trauma politik yang pernah dialami oleh generasi kita sebelumnya. Kita mesti membuka lembaran baru. Bahkan sudah saatnya mengambil porsi di ranah politik. Kita mampu membawa nuansa politik kebaikan, seperti yang kita yakini, sebagai bentuk kontribusi kita selaku anak bangsa bagi negara ini,” ajaknya.
Pada bagian lain Ketua Pelaksana Musda ke-2 Gemabudhi Feberlianita menyebutkan, kegiatan ini turut dihadiri perwakilan dari Bandarlampung, Metro, Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Lampung Tengah mengambil tajuk tema: Berani bersama Gemabudhi. Pemuda Buddhis bersatu berperan dalam berbangsa dan bernegara.
“Musda ini juga melibatkan Unit Kerohanian Mahasiswa UBL, Darmajaya dan Unila,” terangnya. (Dea)








