Bandarlampung (Netizenku.com): Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung menggelar Temu Karya Taman Budaya (TKTB) se-Indonesia XX di Taman Budaya Lampung, Selasa (16/11).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Sulpakar, mengatakan bahwa program ini merupakan kegiatan tahunan sejak 2002 lalu.
Ia menjelaskan bahwa tak mudah menggelar kegiatan lingkup nasional di tengah wabah COVID-19. “Lampung menjadi tuan rumah di tengah pandemi, banyak tantangan dan tak mudah menggelar kegiatan ini,” kata Sulpakar di lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, kegiatan tersebut harusnya dihelat pada tahun 2020, namun terpaksa tertunda akibat angka covid-19 yang tinggi terjadi di Indonesia.
“Tujuan kegiatan ini ialah meningkatkan kerja sama taman budaya se Indonesia dalam pembinaan budaya kita yang beragam. Dan yang tak boleh ketinggalan, gelaran semacam ini menjadi ruang kreasi bagi para seniman,” kata dia.
Dirinya berharap, kerjasama dan silaturahmi bisa terjaga. “Ini modal bagi Indonesia dalam melestarikan keberagaman budaya Indonesia,” tandas Sulpakar.
Di tempat yang sama, Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, menegaskan bahwa taman budaya memiliki tugas untuk menjaga keaslian tradisi dan budaya, kemudian menciptakan kreasi baru di bidang seni tanpa merusak keorisinilan adat dan budaya luhur.
“Jadikan budaya sebagai alat pemersatu, bukan pemecah belah. Jangan lagi ribut urusan pesisir dan pepadun. Ribut gara-gara beda dialek,” ujar Arinal.
Ia berharap, masyarakat Indonesia khususnya Lampung dapat menjaga kerukunan di dalam keragaman. “Yang sulit itu merawat dan menjaga. Meski berbeda, kita harus tetap satu,” tandasnya.
Berdasarkan keterangan yang diterima, kegiatan ini dihadiri oleh 18 provinsi di Indonesia. Beberapa provinsi lain berkendala dikarenakan pandemi covid-19. Kegiatan ini berisi pameran seni rupa, pagelaran seni, panggung budaya dan kreasi.(Agis)








