Seorang Petani Ditemukan Tewas di Pondok Kebun

Redaksi

Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanggamus (Netizenku.com): Seorang petani bernama Nurwahid (56) ditemukan warga telah meninggal dunia di salah satu gubuk di Dusun Limbangan Baru, Pekon Datarlebuay, Kecamatan Airnaningan, Kabupaten Tanggamus, Selasa (24/8) sore.

Atas peristiwa tersebut, Polsek Pulaupanggung Polres Tanggamus bersama pihak medis Puskesmas Airnaningan mendatangi TKP guna melakukan identifikasi dan mengevakuasi korban yang ber-KTP di Pekon Kutadalom, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus tersebut.

Hasil identifikasi dan pemeriksaan medis tidak ditemukan luka, baik di bagian kepala, telinga, leher, dada, perut, kaki maupun bagian tubuh lainnya dan korban yang tinggal sendirian itu telah meninggal lebih dari 24 jam di gubuk sederhana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kapolsek Pulaupanggung Iptu Musakir, SH., mayat korban ditemukan pertama kali oleh saksi Zaenab (60) yang bertempat tinggal tidak jauh dari gubuk yang ditempati korban.

“Korban pertama kali dilihat oleh saksi Zaenab, Selasa (24/8) sekitar pukul 14.30 Wib,” kata Iptu Musakir mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhy Widharyadi, SIK., Rabu (25/8).

Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi Zaenab penemuan itu bermula pukul 14.30 Wib saat ia hendak memberi makan ternak kambing dan ayam miliknya yang kebetulan berada di dekat gubuk tempat tinggal almarhum.

Setelah selesai memberi makan ternaknya tersebut, saksi sengaja melihat ke gubuk tempat tinggal almarhum dengan cara memanggil.

Namun setelah beberapa kali tidak ada jawaban sehingga saksi merasa curiga dan langsung melaporkan hal tersebut kepada Sukam selaku Kepala Dusun Kuningansari.

Atas laporan tersebut, keduanya langsung kembali ke pondok kebun tersebut untuk memastikan apa yang terjadi pada almarhum.

Sesampainya di gubuk, keduanya bersama-sama mencoba memanggil kembali namun tetap tidak ada jawaban.

“Atas hal itu, saksi Sukam melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Pekon Datarlebuay dan mereka membuka pintu gubuk dan mendapati almarhum dalam keadaan sudah meninggal dunia dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pulaupanggung,” jelasnya.

Sambungnya, setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak medis dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, selanjutnya korban dievakuasi ke Puskesmas Airnaningan guna menunggu keluarganya datang.

Kapolsek mengungkapkan, berdasarkan keterangan menantu almarhum bernama Edi Saputra (30), sekitar sepuluh hari sebelumnya almarhum memaksa minta diantar kekebun milik Iwan di Pekon Datarlebuay, Kecamatan Airnaningan.

Namun karena almarhum masih dalam keadaan sakit sehingga dilarang untuk pergi ke kebun tersebut. Tetapi karena almarhum terus memaksa sehingga terpaksa diantar oleh Saputra selaku kerabatnya.

Pada saat diantar ke kebun tersebut oleh Saputra, almarhum masih dalam keadaan sakit dan memiliki riwayat sakit paru-paru dan sakit lambung.

Berdasarkan keterangan medis, korban diperkirakan meninggal sudah lebih dari 24 jam dan di tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, sehingga penyebab meninggalnya almarhum diduga karena sakit yang dideritanya.

“Keluarga sudah mengikhlaskan atas meninggalnya almarhum serta membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi yang ditandatangani oleh anak kandung almarhum yang bernama Dimas Aditya,” ungkapnya.

Saat ini jenazah telah diserahkan dan dimakamkan oleh keluarganya di Pekon Sidokaton.

“Pemakaman di Pekon Sidokaton karena korban berdomisili di pekon tersebut,” tandasnya. (Rapik)

Berita Terkait

Ketum ABR-I: Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Tak Perlu Dikriminalisasi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
“Pidsus Cerdas Pasti Bisa” Tangkap 3 Elit PT LEB dalam Skandal PI Rp271 Miliar
CSR BI: Triga LSM Lampung Desak KPK Periksa Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah
Warga Way Kanan Menggulung Tambang Emas Ilegal di PTPN 1, Temuannya Mencengangkan!
Rakyat Lampung Gedor Jakarta: Ultimatum untuk Negara, Ancaman untuk Nusron
Dua Tokoh Lampung Berbeda Pendapat Soal Ukur Ulang HGU SGC: Investasi dan Kepentingan Masyarakat Dipertaruhkan
Catat! Ini Produsen dan Penyalur Minyakita Terdaftar di Lampung

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 21:54 WIB

Ketua DPRD Lampung Tekankan Kualitas Proyek Jalan Jabung–Labuhan Maringgai

Jumat, 10 April 2026 - 21:49 WIB

Direktur BPJS Kesehatan Tinjau Layanan RSUD Abdul Moeloek

Jumat, 10 April 2026 - 14:01 WIB

Pemprov Lampung dan KLH Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu

Kamis, 9 April 2026 - 18:05 WIB

Kunjungan Wisata di Lampung Meningkat Pasca Lebaran 2026

Kamis, 9 April 2026 - 14:31 WIB

Rotasi Kadis ESDM dan PSDA, Pemprov Lampung Tekankan Integritas Pengelolaan SDA

Rabu, 8 April 2026 - 13:51 WIB

IJP Lampung Jajaki Pembentukan Koperasi Bersama Dinas Koperasi

Rabu, 8 April 2026 - 13:32 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Daerah untuk Optimalkan PAD

Selasa, 7 April 2026 - 18:38 WIB

Lampung Siapkan PLTSa 1.000 Ton Per Hari, Target Beroperasi 2027

Berita Terbaru

Lampung

Direktur BPJS Kesehatan Tinjau Layanan RSUD Abdul Moeloek

Jumat, 10 Apr 2026 - 21:49 WIB

Lampung

Pemprov Lampung dan KLH Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu

Jumat, 10 Apr 2026 - 14:01 WIB

Lampung

Kunjungan Wisata di Lampung Meningkat Pasca Lebaran 2026

Kamis, 9 Apr 2026 - 18:05 WIB