Pesawaran (Netizenku.com): Dewan Perwakilan Daerah II Partai Golkar Pesawaran angkat tangan terhadap perbuatan penyebaran berita bohong oleh salah satu anggota Dewan Riset Daerah (DRD) setempat.
Ketua DPD II Partai Golkar Yusak menyatakan bahwa apa yang diperbuat oleh Rudi Iskandarsyah merupakan perbuatan pribadi.
Sebelumnya, Rudi Iskandarsyah yang diketahui selaku Anggota Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Pesawaran, menyebarkan berita bohong terkait dengan Ketua DPR RI Puan Maharani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua DPD Golkar ini justru mengungkapkan akan memberikan sanksi tegas lantaran telah membuat malu nama baik partainya.
\”Kalau pun nanti persoalan ini masuk keranah hukum, dan kalau memang sudah tidak ada jalan keluar lagi persoalan ini kita serahkan ke pihak berwajib silahkan diproses,\” kata Yusak dalam konfrensi pers di kantor DPD II Partai Golkar Kabupaten Pesawaran, Kamis, (21/5).
Pihaknya juga mengungkapkan tidak akan memberikan bantuan hukum kepada Rudi Iskandarsyah, apabila nantinya berurusan dengan pihak berwajib.
\”Untuk bantuan hukum pun sepertinya tidak akan kita lakukan karena ini persoalan pribadi silahkan saja kami berdoa saja semoga persolan ini segera ada jalan keluarnya,\” ungkapnya.
Menurutnya, meskipun yang bersangkutan tidak mencatut bendera partai, namun perbuatan itu dinilai mencoreng PDP Golkar Pesawaran.
\”Insyaallah dalam waktu dekat ini melihat situasi akan kita panggil langsung karena kami juga sudah dua kali memberikan saran tapi tidak juga dindahkan,\”ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pesawaran, M Nasir, sangat menyayangkan sikap ceroboh dari salah seorang pengurus partai yang juga anggota Dewan Riset Daerah kabupaten setempat.
Tentunya, dengan adanya opini yang menggiring kebencian terhadap simbol negara dan partai berlambang banteng itu membuat seluruh kader PDI Perjuangan Kabupaten Pesawaran menjadi tersinggung.
\”Yang bersangkutan sudah minta maaf, dan saya secara pribadi sudah memaafkan. Namun, Ibu Puan Maharani itu simbol Negara sebagai Ketua DPRRI dan simbol Partai sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan, jadi persoalannya tentu milik orang banyak,\” kata M Nasir.
Menurut Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran itu, saat ini simpatisan, kader juga pengurus PDI Perjuangan tersinggung dengan Berita bohong yang disebarluaskan oleh anggota DRD Kabupaten Pesawaran tersebut.
Menurut Nasir, permasalahan tersebut jelas sangat merugikan dirinya secara pribadi dan juga partai PDIP secara umum. Dirinya beranggapan bahwa hoaks yang disebarkan tersebut sengaja dilakukan untuk menjatuhkan kredibilitas dirinya dan juga partai.
Terkait hal ini DPC PDI Perjuangan sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan sudah direspon baik oleh Polres Pesawaran dan juga Polda Lampung.
\”Guna meredam amarah dan amukan kader terhadap berita hoak tersebut khususnya pak Rudi, selanjutnya kita serahkan sepenuhnya terhadap penegak hukum untuk menentukan apakah pak Rudi dinyatakan bersalah atau tidak pelanggaran ITE,\”kata dia. (Soheh)








