RPJMD Provinsi Lampung 2019-2024 yang direvisi pada 2021 lalu diharapkan mampu menurunkan emisi gas rumah kaca yang ditargetkan sebesar 2,9 juta CO2eq pada 2030.
“Mudah-mudahan sudah lebih terarah lah pembangunannya,” kata dia.
FGD yang diikuti kelompok masyarakat sipil ini memberikan gambaran situasi emisi karbon di Lampung termasuk upaya pencapaian target.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Eksekutif Walhi Lampung, Irfan Tri Musri, mengatakan pihaknya akan melihat sejauh mana implementasi dari komitmen yang sudah disusun oleh pemprov, baik yang tertuang dalam RPJMD maupun rencana kerja Tim Inventarisir gas rumah kaca.
“Kita lihat gambaran hari ini, belum ada angka pasti penurunan emisi hari ini. Targetnya kan cukup fantastis sampai 2030 ditargetkan menurunkan emisi sampai 9%,” ujar dia.
Irfan justru mempertanyakan komitmen pemprov yang dalam RPJMD Lampung justru mengalokasikan rencana pembangunan PLTU di Lampung Selatan.
“Itu kan bertentangan dengan semangat pembangunan rendah karbon,” tegas dia.
Menurut Irfan dari 4 sektor penyumbang gas emisi rumah kaca di Lampung, sektor lahan gambut dan kehutanan dinilai akan menjadi kunci dalam menurunkan emisi karbon.
Kondisi Hutan di Provinsi Lampung 2021
Catatan Akhir Tahun 2021 Walhi Lampung “Catatan Kritis Keadilan Ekologis di Provinsi Lampung” menjelaskan secara rinci kondisi hutan di Lampung pada 2021 lalu.
Provinsi Lampung dengan 15 kabupaten/kota meliputi areal daratan seluas 35.288.35Km² atau seluas 3.528.835 hektare termasuk pulau-pulau yang terletak pada bagian sebelah paling ujung tenggara Pulau Sumatera.
Dari total luas daratan tersebut, seluas 1.004.735 hektare merupakan kawasan hutan dimana luas kerusakan tutupan lahan mencapai 37,42% atau 375.928 hektare dan hanya menyisakan sedikit tutupan lahan primer.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya








