Yusdianto: tidak ada pembangunan rendah karbon di Lampung

Redaksi

Kamis, 20 Januari 2022 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen Fakultas Hukum Unila, Dr Yusdianto (kiri) dan Kabid Perencanaan Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Lampung, A Lianurzen (kanan), dalam acara FGD Walhi Lampung di Hotel Aston, Bandarlampung, Kamis (20/1). Foto: Netizenku.com

Dosen Fakultas Hukum Unila, Dr Yusdianto (kiri) dan Kabid Perencanaan Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Lampung, A Lianurzen (kanan), dalam acara FGD Walhi Lampung di Hotel Aston, Bandarlampung, Kamis (20/1). Foto: Netizenku.com

Kawasan Hutan Konservasi seluas 462.030 hektare mencakup Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Taman Nasional Way Kambas, Cagar Alam dan Cagar Alam Laut Krakatau, dan Tahura Wan Abdul Rachman. Kerusakan tutupan lahan di kawasan tersebut seluas 75.072 hektare atau 16,24%.

Kemudian kawasan Hutan Lindung seluas 317.615 hektare dengan kerusakan tutupan lahan seluas 127.259 hektare atau 40,07%.

Kawasan Hutan Produksi Terbatas dan Hutan Tetap seluas 225.090 dengan kerusakan tutupan lahan seluas 173.597 hektare atau 77,12%.

Baca Juga  Pemprov Lampung Dorong Persaingan Usaha Sehat untuk Perkuat Investasi dan Hilirisasi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Faktor-faktor penyebab kerusakan hutan di Lampung antara lain penebangan liar dan pengkavelingan kawasan hutan yang tidak terkendali.

Laju kerusakan hutan di Lampung sudah berlangsung 20 tahun lebih mulai dari ekspansi Hak Penguasaan Hutan (HPH), Izin Usaha Pemanfaan Hasil Hutan pada Hutan Tanaman Industri (IUPHH-HTI), lahan perkebunan masyarakat di dalam kawasan dan aktifitas open akses di dalam kawasan hutan yang menjadi desa definitif.

Baca Juga  19 Tahun Dikeluhkan, Jalan Penghubung Tanjung Baru–Baru Ranji Lampung Selatan Dipastikan Diperbaiki 2026

Kehadiran masyarakat di dalam kawasan hutan bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti hilangnya akses masyarakat atas kelola Sumber Daya Alam di luar kawasan hutan yang timbul dari perampasan lahan mereka oleh korporasi.

Rusak atau hilangnya hutan mangrove juga sangat berpengaruh terhadap iklim dan cadangan karbon.

Hasil analisis menunjukkan bahwa hutan mangrove di Indonesia rata-rata mampu menyerap 52,85 ton CO2/ha/tahun yang lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan estimasi global (26,42 ton CO2/ha/tahun).

Baca Juga  Komisi I DPRD Lampung Dorong Polisi Tingkatkan Pengusutan Kasus Narkoba

Secara keseluruhan, hutan mangrove Indonesia memiliki potensi penyerapan karbon sebesar 170,18 Mt CO2/tahun.

Pulau Kalimantan memiliki potensi serapan mangrove terbesar, yaitu 94,32 ton CO2/ha/tahun diikuti oleh Papua (57,99 ton CO2/ha/tahun) dan Sulawesi (53,95 ton CO2/ha/tahun).

Sementara itu, mangrove di Pulau Sumatera dan Jawa yang telah banyak terdegradasi menunjukan potensi serapan karbon yang paling rendah, yaitu berturut-turut 37,07 dan 39,27 ton CO2/ha/tahun. (Josua)

Berita Terkait

DPRD Lampung dan Disnaker Lampung Siap Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI
Wagub Jihan Siap Dukung Pengembangan Program Sastra di Lamban Sastra Isbedy
Wagub Jihan Dorong Modernisasi Pertanian untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Marindo Lantik Djohan Lius sebagai Kepala Dinas Kesehatan Lampung
Sekdaprov Lampung Dorong Penguatan PPID dan Pemanfaatan Media Sosial untuk Keterbukaan Informasi
Gubernur Mirza Hadiri Apel Akbar Satlinmas di Jawa Tengah
Disdik Lampung Perkuat Pengawasan Siswa Cegah Keterlibatan Narkoba
Pemprov Lampung Permudah Peminjaman Aset melalui Aplikasi SIMASTER

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:36 WIB

DPRD Lampung dan Disnaker Lampung Siap Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI

Rabu, 30 September 2026 - 22:10 WIB

Wagub Jihan Siap Dukung Pengembangan Program Sastra di Lamban Sastra Isbedy

Rabu, 30 September 2026 - 16:46 WIB

Wagub Jihan Dorong Modernisasi Pertanian untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Rabu, 30 September 2026 - 15:36 WIB

Sekdaprov Lampung Dorong Penguatan PPID dan Pemanfaatan Media Sosial untuk Keterbukaan Informasi

Rabu, 30 September 2026 - 15:27 WIB

Gubernur Mirza Hadiri Apel Akbar Satlinmas di Jawa Tengah

Rabu, 30 September 2026 - 14:45 WIB

Disdik Lampung Perkuat Pengawasan Siswa Cegah Keterlibatan Narkoba

Rabu, 30 September 2026 - 13:30 WIB

Pemprov Lampung Permudah Peminjaman Aset melalui Aplikasi SIMASTER

Rabu, 30 September 2026 - 11:21 WIB

Koperasi IJP Lampung Luncurkan RPK, Perkuat Layanan Kebutuhan Pokok Anggota

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Got Talent 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Lampung Selatan

Rabu, 30 Sep 2026 - 20:05 WIB