World Bank: Sembilan Juta Anak Indonesia \’Stunting\’

Avatar

Rabu, 19 September 2018 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Ilustrasi/Istimewa)

(Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Lampung (Netizenku.com): Di tengah usaha pemerintah melakukan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia, ada masalah lain yang harus serius ditangani oleh pemerintah sedini mungkin.

Masalah tersebut adalah stunting, atau gagalnya seseorang mencapai potensi pertumbuhan yang disebabkan oleh malnutrisi kronis dan sakit berulang saat masih anak-anak.

Country Director World Bank Indonesia, Rodrigo Chavez, mengatakan, sekitar 37% atau hampir 9 juta balita Indonesia saat ini mengalami stunting, yaitu pertumbuhan yang terhambat termasuk otak sang anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini menjadi perhatian serius karena angka ini adalah bagian dari masa depan bangsa yang jumlahnya cukup besar.

\”Sekitar 9 juta balita Indonesia saat ini mengalami stunting, yaitu pertumbuhan yang terhambat termasuk otak sang anak. Strategi nasional mempercepat pencegahan stunting adalah upaya serius pemerintah Indonesia untuk atasi masalah ini,\” katanya, dalam peluncuran buku Aiming High Indonesia\’s ambition to reduce stunting di Financial Club, Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Baca Juga  Pemkab Lamsel Raih UHC Award 2026 Kategori Pratama

Salah satu kesulitan mengatasi stunting adalah gangguan kesehatan yang tidak terlalu tampak gejalanya. Tidak ada demam atau rasa sakit sehingga orangtua pada umumnya tidak menyadari kalau sudah terjadi.

Untuk itu kunci keberhasilan mengatasi stunting adalah kontribusi dari berbagai sektor.

Co Author Buku Aiming High yang diluncurkan World Bank, Claudia Rokx mengatakan, misalnya seorang anak mendapat layanan kesehatan dan makanan sehat tapi air yang dipakai tidak bersih, tetap saja ada kemungkinan anak tersebut mengalami stunting.

Baca Juga  Larangan Simbolik Petasan vs Perut Pedagang Kecil yang Berisik

Dengan demikian strategi untuk mempercepat mengatasi stunting harus melalui koordinasi dengan melibatkan 22 kementerian untuk satu tujuan yang sama, yakni mengurangi angka stunting yang optimal.

\”Saat ini proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berada dalam posisi yang baik. Tapi masalah stunting pada anak-anak saat ini menjadi awan gelap yang mengancam di masa depan,\” katanya.

Pengentasan stunting memang membutuhkan kerja sama dari lintas kementerian dan lembaga. Selama ini masalah stunting kerap dibebankan kepada Kementerian Kesehatan lantaran paling dekat dengan substansi kesehatan.

Namun untuk menyelesaikan masalah stunting, butuh koordinasi hingga 22 kementerian/lembaga. Mulai dari literasi tentang kesehatan, pendidikan, infrastruktur, pasokan makanan, gerakan makan ikan, dan lain-lain.

Baca Juga  Emado’s Perluas Jaringan, Lampung Jadi Cabang ke-99

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah menargetkan angka stunting bisa berkurang setidaknya menjadi 25% dari total balita yang ada di Indonesia.

Sejauh ini pemerintah telah melaksanakan sejumlah program perbaikan gizi, seperti program perbaikan sanitasi dan MCK, juga program bagaimana prilaku hidup sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang dilakukan terintegrasi oleh semua kementerian/lembaga.

\”Kita mau turunkan 2019 itu 1/4, ya kalau bisa lebih rendah lebih bagus. Tetapi sekarang kita lihat dengan yang sudah kita lakukan selama ini, bisa nggak kita sampai turun jadi 1/4,\” kata Bambang. (dtc/lan)

Berita Terkait

Pemkab Lamsel Raih UHC Award 2026 Kategori Pratama
Pemprov Lampung Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan 2026
Larangan Simbolik Petasan vs Perut Pedagang Kecil yang Berisik
Emado’s Perluas Jaringan, Lampung Jadi Cabang ke-99
Kwarcab Pesawaran Serahkan Dana Bumbung Kemanusiaan ke Kwarda Lampung
Pemprov Lampung Lantik Lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
Triga Lampung Tagih Tanggung Jawab Menteri ATR/BPN soal HGU SGC
3.000 Bibit Kopi-Kakao Dibagikan, Menko Zulkifli Hasan Minta Petani Jaga Gunung Rajabasa

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:21 WIB

Pemprov Lampung Putuskan Bangun Ulang Jembatan Way Bungur

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:48 WIB

Lampung Terima 710 Ribu Ton Pupuk Subsidi 2026, DPRD Lampung Pastikan Distribusi Sesuai HET

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:21 WIB

Bandar Lampung Bersiap Jadi Tuan Rumah Porprov X 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:20 WIB

KONI Lampung Bentuk Panitia Persiapan Porprov X 2026 di Bandar Lampung

Selasa, 3 Februari 2026 - 00:02 WIB

Pemprov Lampung Luruskan Isu Supply–Demand Daging Sapi

Senin, 2 Februari 2026 - 21:18 WIB

Triga Lampung Temui Kemenhan, Bahas Keberlanjutan Lahan Tebu Eks SGC

Senin, 2 Februari 2026 - 17:28 WIB

Kempeskan Ban Mobil Mahasiswa, Anggota DPRD Lampung Terancam Sidang Etik

Senin, 2 Februari 2026 - 13:53 WIB

KONI Lampung Intensif Pantau Atlet Berprestasi Jelang PON 2028 dan Persiapan Tuan Rumah PON 2032

Berita Terbaru

Pringsewu

Pemkab Pringsewu dan BAPANAS Gelar Rakor Satgas Saber Harga

Selasa, 3 Feb 2026 - 19:54 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Putuskan Bangun Ulang Jembatan Way Bungur

Selasa, 3 Feb 2026 - 18:21 WIB

Lampung

Bandar Lampung Bersiap Jadi Tuan Rumah Porprov X 2026

Selasa, 3 Feb 2026 - 13:21 WIB