oleh

Viral! Dalam Petasan Acara HUT Kulon Progo Ada Bendera Cina!

Lampung (Netizenku.com): Media sosial dihebohkan dengan postingan foto dan video letusan petasan yang mengeluarkan parasut dan terdapat bendera Cina.

Peristiwa itu terjadi dalam perayaan HUT ke-67 Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, saat pentas Tari Angguk yang menjadi rangkaian acara di Alun-alun Wates, Senin (15/10/2018) sore.

Media mencoba menelusuri fakta dari peristiwa tersebut kepada Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Untung Waluya.

Diketahui, penanggung jawab pentas Tari Angguk itu adalah Dinas Kebudayaan Kulon Progo.

Baca Juga  Maaf Kakak, Sudah 20 Menit!

\”Kalau dari Dinas Kebudayaan hanya ingin dalam rangka HUT ke-67 Kulon Progo menyemarakkan dan nguri-uri nilai budaya yang ada di Kulon Progo. Karena Angguk sebagai seni tari unggulan di Kulon Progo, untuk menyemarakkan acara itu, ditambah kreativitas petasan,\” kata Untung ketika ditemui di kantornya, Rabu (17/10/2018).

Dijelaskan, petasan dibeli oleh seksi pertunjukan, dalam hal ini Sekretaris Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Joko Mursito bersama timnya.

Baca Juga  Polisi Nyatakan Belum Ada Jenazah Korban Lion Air Teridentifikasi

\”Beli di tempat langganan, dan ketika muncul insiden itu, saya tidak ngerti kok kayak begitu. Sampai hari ini saya tak punya prasangka apapun terhadap kejadian itu,\” ujar Untung.

\”Sehingga ketika ditanya kenapa kok bisa terjadi, saya tidak tahu, saya tidak mengerti, petasan itu beli,\” tambahnya.

Untung mengaku dia baru mengetahui ada peristiwa bendera Cina di letusan petasan pada malam harinya setelah acara lentas selesai.

\”Saya tidak tahu barangnya seperti apa di mana, saya tahu malamnya setelah beredar di media sosial itu foto-fotonya. Karena pas acara, saya fokus acaranya, setahu saya ya kalau letusan petasan ya cuma meletus, tidak saya perhatikan apa yang keluar dari petasan itu,\” terangnya.

Baca Juga  Hoax, Wali Kota Palu Dikabarkan Tewas Akibat Tsunami

\”Karena kami hanya dalam rangka mengisi untuk menyemarakkan, tim dari tari angguk ada 1.000 orang, ada penari ada pengrawit, tata rias, dan seksi lainnya,\” imbuhnya. (dtc/lan)

Komentar